Monday, July 16, 2018

Paris Holiday ~Film China-Hongkong~

Paris Holiday adalah film produksi China-Hong Kong bergenre komedi romantis tahun 2015. Film ini mengisahkan tentang seorang pria patah hati yang tidak sengaja bertemu dengan gadis aneh dan mereka terpaksa berbagi apartemen karena beberapa alasan. Awalnya mereka tidak saling menyukai tapi ternyata kebersamaan mereka mampu menyembuhkan rasa patah hati mereka terhadap pasangannya sebelumnya.


Para pemain :

Louis Koo sebagai Lam Chun Kit
Amber Kuo sebagai Ding Xiao Min
Alex Fong sebagai Michael Lau (A Chung)
Hu Jing sebagai Amy
Jeremy Tsui sebagai Xu Hui
Candy Liu sebagai Zhao Yu Qing
Man Janice sebagai Nicole

Sinopsis lengkap :

Film ini diawali dengan seorang pria bernama Lam Chun Kit yang sedang menyortir kartu nama sambil menunggu petugas wanita yang memeriksa apartemennya. Petugas itu bertanya tentang alasannya meninggalkan apartemen dan Kit menjawab kalau dirinya merugi. Sopir memberitahu Kit bahwa Tuan Chow memintanya menyerahkan sebuah bingkisan untuk seseorang di Paris. Sopir itu juga memberikan secarik kertas, Tuan Chow meminta Kit menghubungi orang yang tertera di kertas itu karena dia yang akan membantu Kit mencari apartemen di Paris nanti. Sopir bertanya apakah Kit sering pergi ke Paris dan Kit menjawab bahwa ini pertama kalinya dia pergi ke Paris.

Kit mengagumi keindahan Paris tapi dia sempat protes karena taksinya salah jalan. Si sopir meyakinkannya bahwa dia tidak mungkin salah karena dia sopir taksi terbaik di Paris. Kit hanya diam dan menunjukkan ekspresi tidak percaya. Akhirnya Kit tiba di tempat yang dituju dan sopir taksi minta bayaran 200 Euro hingga membuat Kit berteriak kaget. Kit terpaksa membayar walaupun sedikit tidak rela.

Kit kembali membaca kertas dari Tuan Chow ketika seorang wanita cantik penjual bunga menyapanya. Kit menunjukkan kertas itu dan mencari Michael, wanita itu senang karena Kit juga berasal dari Hongkong. Wanita itu mengatakan bahwa Michael (A Chung) sedang mengantar bunga dan wanita itu memperkenalkan dirinya sebagai Amy. Saat Amy mempersilahkan Kit untuk duduk, ternyata Michael datang. Michael dan Kit saling berkenalan. Micheal mengajak Kit untuk segera melihat apartemen yang sudah disiapkannya untuk Kit. Mereka berjalan menuju apartemen sambil ngobrol. Michael meyakinkan Kit bahwa apartemennya cocok untuk Kit dan letaknya juga tidak jauh dari tempat kerja Kit.

Ketika masuk ke sebuah gedung apartemen. Kit heran melihat Michael membawa tasnya sambil naik tangga padahal ada lift. Michael mengatakan bahwa naik lift cukup berbahaya karena usianya lebih tua dari mereka dan sering macet. Tiba-tiba lift berbunyi dan seorang wanita tua muncul. Michael menyapanya dengan sebutan Melanie, wanita itu hanya menatap Kit dengan curiga dan langsung pergi saat Michael menjelaskan bahwa Melanie tinggal tepat di seberang apartemennya. Melanie bekerja sebagai pemulung sehingga kamarnya cukup bau. Kit mencoba menekan tombol lift tapi tidak ada reaksi dan Michael kembali menyakinkannya bahwa dirinya sudah pernah 3x terjebak dalam lift. Kit terpaksa mengikuti jejak Michael naik tangga sambil membawa tasnya yang berat. 

Kit terengah ketika masih setengah jalan dan dia bertanya apakah ada kejutan lain ketika mereka sampai di atas? Michael terus terang mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan bangunannya tapi ada sesuatu dengan apartemen yang akan ditempati Kit. Kit penasaran dan Michael menjelaskan bahwa belum semuanya pindah dari apartemen itu. Kit bingung dan Michael terpaksa menceritakan bahwa si penyewa pria sudah pergi tapi yang wanita masih ada. Kit tidak suka mendengarnya tapi Michael menyakinkan bahwa itu tidak masalah toh kamar mereka terpisah. Kit ingin mencari yang lain tapi Michael memaksa Kit untuk melihat-lihat dulu. Michael kembali naik tangga dan mengatakan bahwa tinggal 2 lantai lagi mereka akan sampai. Kit terpaksa mengikuti Michael sambil mengeluh.

Kit akhirnya sampai di depan apartemennya dengan nafas terengah-engah dan Michael kembali mengatakan bahwa sebenarnya masih ada sesuatu, Kit kembali mengomel dan bertanya dengan frustasi apakah ada mayat di dalam apartemennya? Michael mencoba menenangkan hati Kit dan beralasan bahwa uang yang Tuan Chow berikan tidak cukup untuk mencari apartemen di lingkungan yang klasik ini tapi mereka harus bangga menjadi orang Cina karena mereka mampu menjadi fleksibel dalam situasi berbeda. Kit mulai stress dan minta Michael mengatakan yang sejujurnya. Micheal mendesah dan mengatakan kalau wanita ini baru saja dicampakkan oleh tunangannya dan patah hati. Wanita ini kehilangan ganda, tidak ada cinta dan pernikahan. Dia tak punya kepercayaan dan membenci semua pria. Kit tidak mau dengar dan ingin turun dengan lift tapi Michael menghalangi jalannya.

Michael merayu Kit dan mengatakan kalau kemarin dia menelpon wanita itu dan beralasan bahwa Kit adalah seorang homo dan wanita itu tidak keberatan berbagi apartemen. Kit kesal karena merasa dipermainkan, Michael membujuk agar Kit mau masuk dan melihat dulu, akhirnya Kit menyerah dan mau diajak masuk.Kesan pertama Kit setelah melihat apartemennya adalah jorok dan bau. Sampah bekas makanan dan minuman berserakan dimana-mana. Banyak barang tak terpakai menumpuk di kamarnya, pintunya macet dan satu kamar mandi dengan 2 pintu. Kit mengeluh butuh waktu lama untuk membersihkan semuanya tapi Michael terus menyemangatinya.

Tiba-tiba muncul wanita mungil yang bernama Xiao Min, wanita itu sangat kusut dan bau, dia bertanya pada Kit dan Michael menjelaskan bahwa Kit adalah penyewa yang baru. Kit terpaksa tersenyum dan mengatakan kalau dirinya homo. Xiao Min langsung mendekati Kit dan mencium aroma parfumnya, Kit spontan menutup hidungnya karena wanita itu sangat bau. Xiao Min hanya cuek dan berpesan agar Kit tidak membawa pria masuk apartemen seenaknya. Wanita itu langsung masuk kamarnya kembali setelah mengambil segelas anggur yang ada di atas perapian. 

Michael mendesah lega dan segera pamit dengan alasan masih ada pertemuan lain. Kit kembali bertanya tentang kemungkinan ada apartemen lainnya tapi Michael memastikan bahwa letaknya cukup jauh dan Kit harus berbagi kamar dengan pria kulit hitam. Michael khawatir bila Kit tinggal disana maka Kit akan benar-benar menjadi homo. Michael minta agar Kit mau membantunya mengawasi Xiao Min agar tidak menyakiti dirinya sendiri akibat patah hati. Michael buru-buru menutup pintu dan meninggalkan Kit.

Beberapa hari kemudian, Kit kembali datang ke toko bunga milik Amy dan mencari Michael. Amy bertanya apa yang terjadi dan Kit mengatakan bahwa Xiao Min itu gila. Amy meminta Kit tenang dan duduk sambil menunggu Michael. Kit menceritakan pengalamannya setelah beberapa hari tinggal bersama wanita itu. 

Setelah Michael pergi, Kit berinisiatif memersihkan kamarnya dan membuang barang-barang yang tidak terpakai. Saat Kit sedang membersihkan dapur, dia mencium sesuatu dan ketika menoleh, Xiao Min sudah berdiri di belakang Kit hingga membuat Kit kaget dan mengomel. Wanita itu hanya bertanya mengapa Kit menyentuh barangnya dan Kit menjawab kalau apartemennya kotor sedangkan dirinya suka tempat yang bersih. Tanpa sungkan Kit bertanya kapan terakhir kalinya wanita itu mandi sambil menyemprotkan pengharum ruangan.

Xiao Min mengeluh Bahasa Mandarin Kit sangat payah dan dia minta Kit bicara dengan Bahasa Kanton saja. Kit kembali menjawab dengan Bahasa Kanton. Wanita itu kembali bertanya bagaimana dengan Bahasa Perancis dan Kit menjawab kalau dia tidak mengerti sama sekali. Xiao Min keheranan dan bertanya mengapa Kit datang kemari kalau tidak bisa Bahasa Perancis? Kit menjawab kalau dia datang untuk bekerja bukan liburan. Xiao Min mengusir Kit, dia mengambil sebotol anggur dan pergi meninggalkan Kit yang masih kesal.

Kit meneruskan pekerjaannya dengan membersihkan kamar mandi, ketika dia sedang mengelap kaca tiba-tiba Xiao Min muncul lagi membuat Kit kembali kaget dan mengomel. Kit minta agar Xiao Min memberi tanda jika akan muncul di belakangnya. Xiao Min kembali bertanya mengapa Kit tidak juga pergi tapi Kit beralasan kalau dirinya sudah membayar sewa. Xiao Min bertanya apa Kit punya uang dan Kit mengangguk. Xiao Min mendekat dan merajuk, dia minta dipinjami uang karena sudah 2 hari belum makan. Kit membuka dompet dan memberinya uang, Xiao Min langsung merebut uangnya dan masuk ke dalam kamarnya.

Malamnya, Kit baru saja mandi dan dia heran karena Xiao Min tidak tampak. Kit melihat pintu di dapur terbuka, Kit teringat pesan Michael agar mengawasi Xiao Min. Kit penasaran dan sedikit khawatir sehingga memutuskan naik menuju lantai atas. Xiao Min sedang melukis tapi dia tidak bisa konsentrasi dan akhirnya menyobeknya. Kit bersembunyi saat Xiao Min pergi. Kit mengamati lukisan yang sudah tidak utuh lagi dan matanya tertuju pada sebuah patung.

Kit bermaksud kembali ke apartemennya tapi pintunya terkunci dan dia tidak punya kunci. Kit mencoba menekan bel tapi ternyata belnya rusak. Dia menggedor-gedor pintu tapi yang muncul malah Melanie yang protes mendengar suara Kit yang berisik. Melanie justru ketakutan dan menutup pintu saat Kit bermaksud hendak pinjam telpon dan mengancam akan menelpon polisi. 

Michael yang sudah datang dan bergabung dengan Amy untuk mendengarkan keluhan Kit. Michael bertanya apakah semalaman Kit menunggu di luar? Kit hanya menjawab kesal dan kembali meneruskan ceritanya.

Paginya, Xiao Min kaget saat membuka pintu dan Kit langsung menerobos masuk. Dia menuduh Kit sebagai penyusup tapi Kit balas mengomel sambil memeluk dirinya sendiri yang kedinginan. Kit sudah mengetuk pintu dan berteriak selama berjam-jam tapi tidak dibalas, bel juga tidak berfungsi dan dia tidak punya kunci cadangan. Xiao Min beralasan dirinya sedang di kamar mandi dan tidak dengar apapun. Xiao Min menyindir agar Kit selalu membawa kunci bila keluar rumah. Kit yang kesal langsung mengunci pintu begitu melihat wanita itu berjalan keluar rumah. Kit merasa puas setelah balas dendam pada Xiao Min.

Kit mengeluh saat sedang tidur karena Xiao Min kembali menganggunya. Wanita itu agak mabuk dan bertanya siapa Kit dan Kit menjawab kalau dirinya adalah penyewa yang baru. Xiao Min ingat kalau Kit adalah pria homo dan dia kembali mengingatkan agar Kit tidak membawa pulang siapapun, baik pria atau wanita. Kit berjanji tidak akan melakukannya dan wanita itu langsung pergi sambil menengak anggurnya.

Paginya, Kit ingin sekali ke kamar mandi tapi Xiao Min tidak kunjung keluar padahal Kit sudah tidak tahan dan akhirnya dia terpaksa pipis di atas wastafel. Baru saja Kit merasa lega, tiba-tiba Xiao Min mengintip dan berdiri di belakang Kit sambil menjerit. Kit yang kaget ikut menjerit dan menutup celananya. Setelah hilang rasa kagetnya, wanita itu malah mengeluh sambil mondar-mandir dan menganggap Kit sangat jorok karena pipis di atas wastafel. Kit beralasan kalau dirinya sedang buru-buru dan Xiao Min malah di kamar mandi cukup lama. Xiao Min tidak mau tahu dan minta Kit membersihkan wastafel dengan sebersih-bersihnya kalau tidak, Kit akan selamanya pipis di wastafel. Kit benar-benar sebal melihat wanita aneh itu.

Hari berikutnya, saat pulang kerja, Kit melihat Melanie turun sambil membawa beberapa pakaiannya. Kit mencoba merebutnya tapi Melanie malah menggigit tangannya, Melanie beralasan kalau teman Kit yang membuangnya dan dia hanya mengambil saja. Kit segera berlari ke atas dan menemukan Xiao Min mencoba membakar semua bajunya. Kit marah dan mengatakan kalau tindakannya salah. Xiao Min tidak terima dan minta diberitahu apanya yang salah. Kit benar-benar marah dan tidak menanggapinya. 

Malamnya dia sengaja memasang tali agar wanita itu tidak bisa seenaknya masuk kamarnya. Kit tersenyum lega dan bersiap tidur tapi Xiao Min muncul dari kolong kasur dan kembali berulah. Dia menganggap Kit adalah pacarnya yang bernama A Hui. Kit heran dan memeriksa kolong, dia hendak pergi tapi Xiao Min menarik tangannya. Kit terpaksa menenangkan Xiao Min dan memintanya kembali ke kamarnya sendiri. Xiao Min menurut dan pergi.

Amy menanggapi cerita Kit sambil menyiram bunga dagangannya. Amy bercerita kalau wanita itu bernama Xiao Min dan dulunya merupakan wanita yang lembut juga pintar. Amy prihatin melihat keadaan Xiao Min sekarang dan minta Kit untuk memakluminya tapi Kit merasa tindakan Xiao Min sudah keterlaluan. Michael mengagumi mobil sewaan Kit dan ingin sekali meminjamnya tapi Kit mendesak minta pindah apartemen. Michael menegaskan bahwa itu tidak bisa karena dianggap melanggar kontrak sehingga masa 3 bulan sewa dan uang depositnya akan hangus. Kit kesal dan bertekad akan mengemasi barangnya dan tinggal di hotel tapi Michael malah mengoloknya.

Kit benar-benar mengemasi barangnya tapi setelah menutup pintu, dia baru ingat kalau kunci mobil dan ponselnya masih tertinggal di kamar. Dia mencoba membuka pintu yang ada di dapur tapi ternyata terkunci. Kit terpaksa naik ke lantai atas untuk mencari Xiao Min. Kit panik ketika melihat Xiao Min seperti hendak melompat, dia segera menyambar tubuh Xiao Min dan berusaha menenangkannya.

Xiao Min mencoba melepaskan diri dan menjelaskan bahwa dirinya hanya ingin mengambil lukisannya yang diterbangkan angin. Kit minta maaf dan membantu mengambilnya. Xiao Min bertanya pendapat Kit tentang lukisannya dan patung karya A Hui tapi Kit menjawab kalau dia tidak tahu apapun tentang seni. Kemudian Xiao Min menceritakan tentang hubungannya dengan A Hui.

Tak terasa, malam datang menjelang ketika Xiao Min mengakhiri ceritanya. Kit kembali ke apartemen lewat pintu dapur dan mengambil kunci juga ponselnya yang tertinggal di kamar. Ketika Kit keluar lewat pintu utama, dia memergoki Melanie yang akan mengambil kopernya yang ada di depan pintu. Melanie salah tingkah dan buru-buru  ketika Kit memergokinya dan ketika menoleh ke apartemennya, Kit memutuskan untuk tetap tinggal dan melakukan perubahan.

Paginya, Kit memperbaiki bel, engsel pintu dan juga lampu membuat Xiao Min keherannya melihat kemampuannya mengurus semuanya. Xiao Min merajuk dan minta dipinjami uang tapi Kit menolak karena Xiao Min pasti akan membeli rokok, alkohol atau pizza. Kit berjanji akan membelikan minuman dan membuatkan makanan yang sehat tapi tak akan memberi uang untuk Xiao Min. Xiao Min kesal dan bertekad tidak mau makan masakan Kit.

Kit benar-benar membuat sarapan untuk mereka berdua. Xiao Min mengintip karena mencium aroma yang sedap tapi dia menunggu hingga Kit berangkat kerja. Xiao Min menuju meja makan dan menemukan makanan bagiannya beserta harganya dan secarik memo penyemangat dari Kit. Xiao Min tidak perduli dengan memonya, dia segera menyantap masakan Kit.

Asisten Kit yang bernama Sophia mengabarkan bahwa ada wanita aneh yang menunggunya di kantor. Wanita itu berdandan tomboi dan tidak sopan, merokok sambil mengangkat kakinya ke atas meja. Wanita itu tampak tidak sabaran dan menyerahkan dokumen yang harus distempel oleh Kit. Kit berusaha tenang menghadapi putri bosnya yang bernama Nicole. Kit berjanji akan memberikan stempel dan tandatangan bila Nicole mau menerima hadiah dan uang dari ayahnya tapi Nicole langsung pergi dengan membawa dokumen yang sudah distempel dan ditandatangani oleh Kit tanpa menghiraukan hadiah atau uang pemberian ayahnya. Kit mencoba membujuk Nicole agar mau menerima uangnya tapi Nicole tetap cuek. Ketika masuk kembali ke dalam kantor, Kit melihat asistennya menyimpan hadiah itu ke dalam laci yang sudah penuh.

Kit pulang ke apartemen dan melihat makanan buatannya telah habis tapi Xiao Min tidak mau mencuci piring dan membersihkan mejanya. Esoknya Kit kembali memasak dan menyelipkan memo penyemangat tapi Xiao Min tetap tak perduli. Kit memasang memo di setiap tempat yang akan dituju Xiao Min.

Suatu hari Kit bersiap untuk makan sendirian tapi Xiao Min tiba-tiba muncul dan ikut duduk di meja makan membuat Kit tersenyum puas. Kali ini Kit tidak menyelipkan memo tapi ngomong langsung di depan Xiao Min, awalnya dia tidak mau dengar tapi Kit mengancamnya, tidak boleh makan kalau tidak mau mendengar nasihatnya. Xiao Min terpaksa diam dan mendengarkan sambil makan. Kit mengibaratkan hubungan percintaan Xiao Min seperti bisnis yang merugikan karena dia tidak mendapatkan apapun selain kecewa. Xiao Min mengiyakan karena dia sudah menghabiskan semua tabungannya untuk persiapan pernikahannya dengan A Hui. Kit menyarankan agar Xiao Min memperkecil kerugiannya, Kit berjanji bahwa dia akan membantu menghitung aset yang tersisa setelah mereka makan. 

Xiao Min menunjukkan semua barang yang telah dibeli untuk persiapan pernikahan pada Kit karena Kit meminta Xiao Min menghitung asetnya yang masih tersisa. Kit menyarankan agar Xiao Min menjual semuanya dengan harga murah demi mengurangi kerugiannya. Xiao Min enggan melakukannya tapi Kit memaksa dengan alasan bahwa Xiao Min harus menyingkirkan semuanya bila ingin sembuh dari sakit hatinya. Kit bahkan membantunya membuat katalog yang akan dijual lewat internet.

Kit hendak mandi dan dia mengintip ke kamar Xiao Min, wanita itu malah senang karena belum ada satupun barangnya yang terjual. Kit menjadi heran karena dagangannya tidak laku tapi Xiao Min justru kesenangan. Kit bersembunyi di kamar mandi dan dia berinisiatif 'membeli' semuanya. Xiao Min panik ketika barangnya terjual dalam sekejap. Dia berlari dan menggedor pintu kamar mandi. Kit berusaha menenangkan Xiao Min dan memintanya mematikan komputer dan tidur. Xiao Min masih tidak rela dan malam itu dia tidur sambil memeluk semua barangnya.

Paginya Kit memeriksa semua barang yang akan dikirim dan Xiao Min memandanginya dengan tidak rela. Kit bahkan melarang Xiao Min menyentuh kembali barang-barang itu dan Xiao Min terpaksa pergi. Kit menghibur Xiao Min karena sekarang dirinya sudah punya uang sendiri dan tidak perlu berhutang. Saat akan menyerahkan amplop yang berisi uang, Kit sengaja berkata bahwa tidak ada yang gratis dan akhirnya Xiao Min hanya mendapat sedikit uang. Xiao Min kesal dan pergi sambil mengomel dan Kit hanya tersenyum melihatnya.

Hari berikutnya, Kit sengaja membangunkan Xiao Min untuk membantunya merenovasi apartemen mereka. Mereka bekerjasama mengecat dan menata ulang apartemennya. Xiao Min masih juga berdebat soal barang-barang pemberian A Hui yang ingin disimpannya tapi Kit malah menyuruhnya membuang semua. Kit agak kesal saat Xiao Min membuang celananya tapi Xiao Min beralasan bahwa Kit yang menyuruh tanpa melihat barangnya dulu. 

Mereka bersulang setelah seharian membereskan apartemen. Xiao Min bertanya mengapa anggur yang mereka minum belum ada labelnya dan Kit mengatakan bahwa itu produk baru di perusahaannya, masih mencari ide untuk label produknya. Xiao Min mendesah dan mengatakan bahwa Kit sebenarnya juga butuh dipermak karena gaya berpakaiannya kuno dan model rambutnya aneh. Xiao Min berjanji mulai besok dirinya akan menjadi penata rambut Kit tapi Kit harus membayarnya.

Esoknya mereka pergi ke restoran dan mengurus 4 meja perjamuan yang terjual secara terpisah tapi pemilik restoran tidak mau rugi dan meminta Kit dan Xiao Min membantunya melayani para tamu. Sempat terjadi kekacauan dan kesalahan tapi akhirnya semua bisa diatasi. Kit sedang kelelahan ketika seorang tamu minta dicarikan popok bayi. Kit berinisiatif membeli popok dan Xiao Min yang melayani para tamu. Sepulang membeli popok, Kit tidak sengaja melihat Michael mengendarai moge dan berciuman dengan seorang wanita bule. Acara berjalan dengan lancar dan sukses, Xiao Min kembali mendapatkan uang untuk menutupi kerugiannya. Xiao Min kembali galau dan Kit menghiburnya, dia mengatakan bahwa kelak pasti Xiao Min akan bertemu dengan jodoh yang tepat.

Xiao Min sedang mencoba membuat gambar ketika Kit merebut gambarnya. Kit memuji karya Xiao Min yang dirasa bagus dijadikan label produknya. Xiao Min memberikan gambarnya tapi minta dibayar 50 Euro. Kit hanya tersenyum dan dia tahu bagaimana Xiao Min bisa mendapatkan uang. Ternyata Kit membawa Xiao Min ke sebuah tempat dimana para penggambar sketsa jalanan berkumpul, seperti pasar seni. Xiao Min merasa tidak percaya diri tapi Kit tidak mau dengar.

Kit berusaha sabar dan bersedia mencarikan pelanggan tapi Xiao Min terus mengeluh kalau pelanggannya terlalu gendut, terlalu pendek, jelek, dll. Akhirnya Kit menemukan wanita cantik yang bersedia digambar tapi wanita itu langsung kabur saat Xiao Min minta dibayar 100 Euro. Kit mulai mengomel dan mengancam kalau hari ini Xiao Min tidak bisa menghasilkan uang maka Xiao Min tidak mendapat jatah makan dan hubungan persaudaraan mereka akan berakhir. Xiao Min mengalah dan bersedia menggambar siapapun. Sikap Kit mulai melunak dan dia bersedia menjadi pelanggan pertama Xiao Min dengan bayaran 10 Euro. 

Suatu hari Kit tidak sengaja melihat Nicole bekerja di jalanan. Kit menunggu sambil makan ketika salah seorang teman berkata bahwa ada pria yang terus mengamati Nicole. Nicole menghampiri Kit dan mereka ngobrol. Semula Nicole kesal, dia merasa dimata-matai tapi Kit tetap mencoba membujuk Nicole agar berbaikan dengan ayahnya tapi Nicole tetap menolak karena masih marah pada ayahnya. Kit tidak marah saat Nicole mengungkapkan kekesalannya, hal itu membuat sikap Nicole melunak. 

Kit ingin membeli ikan tapi si penjual tidak mengerti jenis ikan yang dimaksud oleh Kit. Xiao Min menyarankan membeli ikan apa saja tapi akhirnya mereka malah tidak beli apapun. Saat pulang, mereka kebetulan bertemu dengan Amy yang bergelayut mesra di lengan Michael. Michael menyindir bahwa mereka teman sekamar yang kini mulai intim dan bahkan pergi belanja bersama. Kit mengelak dikatakan mesra dengan Xiao Min, dia justru menyindir secara halus kemesraan Michael dengan Amy. 

Amy memuji Xiao Min yang akhir-akhir ini terlihat berseri-seri dan Xiao Min senang mendengarnya. Kit menyela apakah wajahnya terlihat bernasib buruk dan Amy mengatakan bahwa Kit baik-baik saja. Amy menceritakan bahwa akan ada kelas dansa baru dan gratis, dia menyarankan agar Kit dan Xiao Min ikut serta karena menyenangkan. Michael menjelaskan bahwa mereka tidak harus menjadi kekasih untuk jadi pasangan dansa. Xiao Min tertarik dan Amy berjanji akan mengirimkan alamatnya lewat sms. Mereka akhirnya berpisah.

Kelas dansa di mulai, Michael dan Amy tampak sudah menguasai, hal berbeda justru dialami pasangan Kit dan Xiao Min. Mereka benar-benar kacau bahkan mereka sempat terjatuh karena Kit tidak siap saat Xiao Min mengangkat salah satu kakinya. Mereka terus saja saling menyalahkan. Amy mendekati mereka dan mengajari tata cara berdansa mulai awal. Ketika Amy serius mengajari mereka, Michael kembali berulah dan menggoda salah satu peserta wanita.

Xiao Min pulang bekerja dan mencari Kit, ternyata Kit sedang berada di atas. Dia serius berlatih dansa sendirian. Xiao Min hanya tersenyum melihatnya. Ternyata Xiao Min juga tidak mau kalah, dia berlatih dansa di apartemen, Xiao Min berputar sambil tersenyum bahagia. 

Saat kelas berikutnya, mereka sudah mulai mahir dan Amy mengatakan bahwa mereka pasangan yang cocok. Michael menyela dan bilang tidak mungkin. Amy heran dan bertanya tapi Michael malah mengalihkan pembicaraan dan mengajak Amy berdansa lagi. Michael takut keceplosan dan mengatakan kalau dirinya dan Kit sudah membohongi Xiao Min.

Kit terpaksa kembali membantu Xiao Min untuk mengikuti foto prewed karena deposit untuk gaun pengantin dan tuksedo tidak bisa kembali. Mereka menjalani pemotretan dengan berganti baju sebanyak 3x. Pada sesi yang terakhir, si fotografer meminta Kit untuk lebih menunjukkan kemesraannya pada Xiao Min, dia menyarankan agar Kit mencium Xiao Min. Kit spontan menolaknya tapi si fotografer langsung cemberut. Kit mengalah dan akhirnya hanya bersedia mencium dahi Xiao Min, untungnya si fotografer puas dan tidak mengeluh.

Suatu hari Kit tidak sengaja melihat Michael keluar dari apartemen seorang wanita. Kit hanya bisa heran melihat ulah Michael yang suka selingkuh tapi masih bisa akur dengan Amy.

Nicole sudah menunggu di depan kantor dan dia langsung menghampiri Kit. Nicole ingin meminjam uang dan Kit menyarankan agar Nicole terima saja uang pemberian ayahnya tapi ternyata Nicole butuh uang lebih banyak. Akhirnya Kit pergi bersama Nicole. Sophia yang mengintip hanya bisa menggerutu dan mengeluh bahwa semua pria sama saja. 

Xiao Min baru saja selesai menggambar dan dia tidak sengaja mendengar suara motor, dia segera keluar dan mengintip dari balkon. Xiao Min melihat Kit pulang dengan diantar oleh seorang wanita yang mengendarai motor.

Nicole merasa berterima kasih karena Kit mau membantu biaya operasi temannya tapi Kit beralasan bahwa itu bukan uangnya jadi Nicole seharusnya berterima kasih pada ayahnya bukan dirinya. Nicole ingin berterima kasih dulu pada Kit, dia menyarankan agar suatu saat mereka pergi minum bersama dan Kit menyanggupinya. Tiba-tiba Nicole mencium kedua pipi Kit secara bergantian, Kit langsung menjauh saat dia tidak sengaja mendongak dan melihat Xiao Min di balkon. Nicole ingin mencium bibirnya tapi Kit menolak, Nicole agak tidak suka tapi Kit beralasan kalau mereka tidak perlu melakukannya. Kit segera pamit dan Nicole langsung pergi.

Xiao Min langsung menginterogasi Kit saat dia baru masuk. Xiao Min bahkan tanpa sungkan mengendus setiap bagian tubuh Kit dengan alasan Kit berbau amis. Xiao Min bertanya terus terang apakah wanita itu tidak tahu masalah Kit? Tapi Kit langsung menyela dan bilang kalau dirinya tidak nyaman berbagi kehidupan emosionalnya dengan orang lain. Xiao Min tidak suka dianggap sebagai orang lain karena mereka sepakat untuk bersaudara dan dirinya sudah menceritakan semua masalah pribadinya dengan Kit.

Xiao Min ngambek dan pergi ke kamarnya. Kit mengetuk pintu dan mengajaknya makan di luar tapi Xiao Min pura-pura tidak tertarik. Kit hanya tersenyum dan sengaja mengatakan bahwa dirinya sebenarnya ingin mengajak Xiao Min makan malam di gapura kemenangan seraya pergi meninggalkan kamar Xiao Min. Kit tersenyum saat Xiao Min mengejar dan bertanya dengan rasa penasaran yang tinggi.

Malam itu mereka berdua naik kereta kuda sambil minum anggur. Xiao Min hanya tertawa meledek saat mengetahui kalau Kit ternyata takut naik kereta kuda. Mereka berkeliling sambil bersenang-senang. Mereka bahkan berteriak-teriak saat kereta kuda melewati gapura kemenangan. Xiao Min mulai mabuk dan mengatakan bahwa dirinya sangat senang. Kit mengakui bahwa saat dirinya berangkat ke Paris, dia berjanji akan menikmati semuanya sendirian dengan rasa bahagia.

Paginya, Xiao Min ingin menyelipkan uang (membayar hutang) ke dompet Kit yang tergeletak di meja, Xiao Min senang ketika menemukan foto prewed mereka ada di dalam dompet Kit. Xiao Min heran dan mencoba cincin yang ada di dalam dompet, dia mengira Kit menyiapkan itu untuknya. Kit baru bangun tidur ketika dia menemukan note dan makanan yang sudah disiapkan Xiao Min untuknya. Xiao Min kini sudah mulai mandiri, dia menekuni profesi barunya sebagai penggambar jalanan dan dia mulai bisa mencicil hutangnya pada Kit. Hari itu, saat sedang menggambar, Xiao Min tidak sengaja melihat A Hui dengan seorang wanita bule. 

Xiao Min seolah tersihir dan dia langsung mengejar A Hui tanpa memperdulikan pelanggan dan barang-barangnya. Kit yang sedang di dapur mendapat telepon dari seseorang dan dia segera pergi. Seorang pria tua menyerahkan barang-barang Xiao Min pada Kit dan mengatakan bahwa Xiao Min pergi begitu saja dan tidak kembali lagi.

Kit langsung mencari Xiao Min dan akhirnya menemukannya sedang melamun, Xiao Min tampak shock. Xiao Min bercerita bahwa hari ini dia bertemu dengan A Hui yang sudah menikah. A Hui hanya bisa minta maaf dan Xiao Min menumpahkan kemarahannya dengan menamparnya, istri A Hui tidak terima tapi A Hui menenangkannya. Xiao Min mengucapkan selamat berbahagia dan dia langsung pergi. Xiao Min mengakui bahwa sekarang dia sudah tidak membencinya lagi karena dia tahu A Hui sudah menemukan teman sejiwanya.

Kit meminta Xiao Min melihat lampu yang mana yang paling terang dan Xiao Min menjawab kalau lampu di belakang mereka lebih terang. Kit meralatnya karena semua lampu sama terangnya hanya saja lampu yang paling dekat itu yang lebih terang. Xiao Min ingin memilih kegelapan dan tidak mau lampu penerangan karena rasanya menyakitkan. Tanpa sungkan Xiao Min bersandar di bahu Kit.

Esoknya, Kit tanpa sengaja melihat Xiao Min yang berdiri sambil menatap patung pemberian A Hui, dengan mantap dia menghancurkan patung itu dengan sekuat tenaga. Kit tersenyum melihat keputusan Xiao Min dan dia berusaha menghibur Xiao Min dengan bersepeda bersama. Kit juga mengajak Xiao Min pergi ke suatu tempat sebagai hadiah karena Xiao Min sudah berhasil memangkas semua kerugian dan mulai bisa mandiri. 

Saat turun dari mobil, Xiao Min sangat senang melihat gambarnya berubah menjadi sebesar baliho. Dia tampak kegirangan dan minta difoto berkali-kali. Mereka pergi melihat kebun anggur, Xiao Min sangat senang dan Kit mengizinkan Xiao Min mencicipi sebutir anggur tapi Xiao Min malah mengambil banyak.

Xiao Min berjalan tertatih karena kakinya terkilir dan Kit mengomelinya sambil memapah Xiao Min untuk mengarahkannya duduk di bangku. Kit mengomeli Xiao Min yang sudah pakai sepatu hak tinggi. Kit membantunya melakukan peregangan dan memakaikan sepatunya lagi, hal itu membuat Xiao Min tersentuh oleh kebaikan dan kesabaran Kit padanya.

Mereka belajar membuat anggur dengan racikan mereka sendiri. Kit senang bisa menghibur Xiao Min. Xiao Min sangat senang dengan anggur racikannya bahkan dia menganggap sebagai bayinya. Kit menyarankan agar Xiao Min memberinya nama dan Xiao Min menamainya dengan nama 'pertemanan selamanya'. Kit bergurau dan mengatakan bahwa botol mereka akan diasingkan selama 100 tahun.

Mereka makan malam bersama dan Kit tidak keberatan menceritakan beberapa hal yang lucu. Saat mendengar lagu yang enak dari tape mobil, Xiao Min mengajak Kit berdansa. Xiao Min yang agak mabuk, mulai mengatakan bahwa dirinya bahagia. Dia tidak perduli apa itu cinta karena Xiao Min hanya butuh seseorang di sisinya. Saat dirinya sedih, ada seseorang yang bisa menghapus airmatanya. Orang itu juga akan tertawa bersamanya saat dirinya bahagia. Kit hanya bisa diam saat Xiao Min memeluknya sambil membayangkan ada seseorang yang memeluknya sebelum tidur dan tetap memeluknya saat dirinya terbangun.

Kit berusaha tetap fokus dan menyarankan agar Xiao Min pergi tidur tapi Xiao Min malah menatap tajam ke arahnya dan tanpa ragu dia mencium Kit, awalnya hanya sebuah kecupan tapi akhirnya Xiao Min memberanikan diri mencium Kit. Musik berhenti dan mereka menjauhkan diri dengan canggung. 

Kit berlari menuju mobil sementara Xiao Min kembali meminum anggurnya. Kit merasa bersalah, dia membuat pengakuan bahwa sebenarnya dia bukan homo dan meminta maaf pada Xiao Min sambil menunduk. Kit takut kalau Xiao Min akan marah tapi ketika dia mendongak, Xiao Min sudah tidak ada, ternyata wanita itu sudah tertidur di kursi. Kit akhirnya membopong Xiao Min untuk tidur di kamarnya sendiri.

Paginya, Kit sedang mengecek produksi anggur ketika Sophia mengabarkan bahwa ada telpon dari seorang wanita. Kit agak kesal karena Sophia mengabaikan larangannya dan dia tahu pasti Amy yang mencarinya. Amy mengatakan bahwa ada seorang wanita yang mencarinya di toko miliknya. Kit heran karena di Paris dia tidak punya teman selain Amy. Amy mengatakan bahwa wanita itu bermarga Zhao (Zhao Yu Qing).

Kit bergegas menuju toko bunga milik Amy. Amy menunjukkan bahwa wanita itu sedang menunggu Kit di cafe yang ada di seberang jalan. Kit tidak bisa melihat wajah wanita itu karena duduk membelakangi jalan. Kit berjalan menuju wanita itu dan dia tampak terkejut saat menyadari bahwa wanita itu adalah mantan pacarnya. Kit bahkan tidak perduli suara klakson mobil yang bersahut-sahutan karena dia menyeberang tanpa melihat situasi jalan. Wanita itu langsung meletakkan ponselnya dan berdiri sambil tersenyum ke arah Kit. Amy merasa tidak enak dan dia menelpon Michael.

Zhao memuji Kit yang tampak lebih baik saat tinggal di Paris dan Kit hanya tersenyum. Zhao menceritakan bahwa dirinya bertemu Tuan Chow dan beliau yang mengabarkan kalau sekarang Kit bekerja untuknya. Kit bertanya apa Zhao ada urusan bisnis tapi dia menjawab kalau sedang mengambil cuti tahunannya. Kit tampak tidak suka dan menyindirnya, apalagi saat mendengar ponsel Zhao terus berbunyi. Kit mengatakan bila Zhao memang ingin berlibur maka ponselnya harus dimatikan. Zhao terpaksa menurut. Dia balik bertanya apakah Kit bahagia dan Kit menjawab kalau sekarang dirinya bahagia. Zhao tampak puas dan bilang kalu dia hanya ingin mendengar hal itu. Kit menyindir kalau Zhao bisa menelponnya dan tidak perlu jauh-jauh datang ke Paris tapi Zhao balik menyindir kalau Kit tidak pernah lagi mau menerima telponnya.

Michael yang buru-buru datang setelah mendapat telepon dari Amy, langsung ditarik oleh Amy dan menunjuk ke arah Kit yang sedang ngobrol dengan seorang wanita di cafe seberang jalan. Amy menduga pasti sesuatu terjadi diantara mereka.

Zhao mengeluh kalau dirinya benar-benar tidak tahu mengapa kit berhenti kerja dan meninggalkan Hong Kong. Zhao menduga semua karena dirinya dan bila itu yang terjadi, dia berjanji tidak akan muncul lagi di depan Kit.

Xiao Min yang tidak sengaja melihat mobil Kit, langsung  mengedarkan pandangan. Dia melihat Kit ngobrol dengan seorang wanita, Xiao Min segera mencari Amy yang sedang bersama Michael. Mereka sama-sama melihat Kit dengan rasa penasaran. Xiao Min bertanya pada Amy tapi Amy juga tidak tahu pasti, dia menduga kalau wanita itu mantan pacar Kit. Michael langsung menyela dan bilang kalau itu tidak mungkin tapi Amy malah bertanya mengapa tidak mungkin? 

Michael mengatakan kalau Kit itu homo jadi tak mungkin punya pacar wanita dan Xiao Min juga mengiyakan. Amy tidak percaya, apalagi saat melihat mereka berpegangan tangan. Michael berusaha keras menghentikan Amy untuk bergosip tentang Kit. Xiao Min mulai curiga dan mendekati Michael. Michael terpaksa menceritakan kebenarannya dan minta maaf karena semua itu idenya. Xiao Min tidak berkata apapun, dia hanya pergi sambil berlari.

Zhao mencoba mengajak Kit untuk berbaikan tapi sebelum Kit menjawab, Michael muncul dan mengatakan bahwa rahasia mereka sudah bocor. Kit harus segera mencari Xiao Min. Tanpa pikir panjang Kit langsung pergi dengan mobilnya. Di toko bunga, Amy memarahi tindakan Michael yang membuat lelucon seperti itu. Michael tetap bersikap tenang dan yakin Kit bisa mengatasinya.

Kit menemukan Xiao Min yang sedang ngambek dan dia minta maaf tapi Xiao Min bilang kalau maaf saja tidak berhasil setelah Kit membuat lelucon seperti itu padanya. Kit bilang akan terus minta maaf hingga Xiao Min mau memaafkannya dan dia berjanji tidak akan bohong lagi. Xiao Min bertanya apakah wanita itu mantan pacarnya? Kit akhirnya menceritakan semuanya.

Kit bertemu dengan Yu Qing saat wanita itu masih bekerja sebagai pemula. Yu Qing selalu sendiri dan bos selalu mencela hasil kerjanya yang tidak bagus. Kit mulai mendekatinya dan selalu memberi memo penyemangat. Perlahan tapi pasti, karir Yu Qing mulai meningkat dan Kit merasa ketinggalan jauh tapi dia tidak ingin berpisah hingga akhirnya dia memutuskan untuk melamarnya. Ternyata Yu Qing menolak dengan halus dan sejak itu kit mulai menjauhinya karena merasa tidak sepadan dengannya, Kit bahkan memutuskan berhenti bekerja. Kit mulai mabuk-mabukan untuk melampiaskan kesedihannya. 

Saat sedang galau, Kit bertemu dengan Tuan Chow yang bersedia mendengarkan keluhannya dan bahkan memberinya pekerjaan sementara di Paris. Ketika pertama kali melihat Xiao Min, kit merasa seperti melihat dirinya yang dulu. Akhirnya dia memutuskan untuk membantu Xiao Min lepas dari kesedihan karena patah hati.

Xiao Min bertanya apakah cincin yang di dompetnya itu milik Yu Qing? Xiao Min menyindir Kit yang pernah mengatakan padanya untuk melepaskan masa lalu tapi mengapa Kit masih menyimpan cincinnya? Apakah Kit masih mencintainya? Xiao Min tidak menunggu jawaban Kit, dengan halus dia mengusir Kit dari apartemennya. Xiao Min bersembunyi di kamarnya ketika dia mendengar Kit menutup pintu dan pergi.

Kit sedang melamun sambil melihat cincin di dompetnya ketika Michael muncul sambil membawa minum. Michael menghibur Kit dan mengatakan bahwa wanita tidak menahan unek-uneknya semalaman. Kit kesal dan menjawab bahwa dia tidak tahu sedang ngobrol dengan siapa. Michael, Henry atau Johnny? Michael kaget dan menduga kalau Kit pasti memata-matainya. Kit hanya menjawab kalau dirinya sedang sial karena kemanapun dia pergi selalu bertemu dengan Michael yang berselingkuh. 

Michael tidak suka dibilang selingkuh karena dirinya masih lajang. Kit heran dan Michael menjelaskan bahwa anggapan Kit salah. Michael tidak ada hubungan dengan Amy karena Amy adalah istri sahabatnya. Di tempat lain, Xiao Min membakar semua memo penyemangat pemberian Kit yang sempat disimpannya. Dia membakar satu per satu dengan perasaan campur aduk.

Michael menjelaskan hubungannya dengan Amy. Suami Amy meninggal setelah menautkan tangannya dengan tangan Amy. Jika Michael tidak ada kencan maka dirinya akan main dan makan di tempat Amy. Dia tidak keberatan membantu bisnis toko bunga milik Amy. Michael pernah mengajak Amy untuk menjalin hubungan yang serius tapi Amy menolak dan akhirnya mereka hanya bersahabat hingga sekarang. Kit pamit setelah mendengar cerita Michael.

Xiao Min mengemasi barang Kit tapi ketika dia ingin mengemasi beberapa buku, secarik kertas terjatuh. Xiao Min mengambilnya dan teringat saat dia sedang menggambar Kit. Saat itu Kit bersedia menjadi pelanggan pertama asal Xiao Min menggambar wajahnya lebih tampan dari aslinya dan Xiao Min hanya bisa tersenyum malu.

Kit ternyata tidur di kantor dan Sophia cukup terkejut melihat si bos tidur di sofa. Wanita tua itu membangunkan Kit dan berniat membuatkannya kopi. Yu Qing menelpon dan minta ditemani jalan-jalan.

Xiao Min baru pulang belanja saat melihat seorang pria tua pergi sambil mengomel di toko Amy. Amy menjelaskan bahwa pria itu setiap bulannya membeli bunga yang sama untuk almarhum istrinya tapi hari ini pengiriman bunganya terlambat sehingga pria itu tidak bisa membawa bunga kesukaan istrinya.

Xiao Min heran mendengarnya dan Amy mengatakan bahwa saat cinta begitu kuat bahkan kematian tak bisa memisahkan mereka. Amy mengatakan bahwa perasaan itu juga yang dirasakannya terhadap suaminya yang sudah meninggal. Xiao Min terkejut karena dia mengira Amy berhubungan dengan Michael dan Amy hanya tersenyum. Amy mengibaratkan bahwa di sepanjang hidup mereka pasti akan bertemu dengan seseorang yang dicintai dan dibenci pada saat yang bersamaan. Xiao Min hanya bisa terdiam mendengar ucapan Amy.

Yu Qing mengajak Kit menyusuri sungai dengan kapal, Yu Qing berusaha mengingatkan Kit tentang rencana pernikahan dan bulan madu mereka ke Paris tapi Kit tidak mau membahas masa lalu. Yu Qing mengalah dan berencana mengajak Kit ke Menara Eiffel untuk naik kereta kuda sambil mencari petunjuk dengan ponselnya. Yu Qing ingat bahwa Kit sangat ingin melihat Gapura Kemenangan dengan kereta kuda tapi Kit menjawab kalau dirinya sudah melihatnya dan Yu Qing langsung terdiam. Mereka akhirnya saling diam dan duduk berjauhan.

Amy menyindir Xiao Min dengan halus bahwa orang-orang selalu sama, menginginkan barang yang tidak dimilikinya tapi tidak bisa menghargai apa yang sudah dimiliki. Baru paham setelah kehilangan tapi tidak berani membuat mereka kembali. Xiao Min menjawab dengan putus asa kalau semalam Kit tidak pulang. Amy teringat sesuatu dan memberikan kartu nama sebuah hotel. Amy memberi petunjuk kalau Kit bermalam dengan wanita itu berarti Kit bukan untuk Xiao Min.

Saat turun dari kapal, Yu Qing tertarik dengan foto mereka yang ada di sebuah toko dan Kit yang membayarnya. Yu Xing terkejut saat Kit membuka dompetnya, dia melihat foto pernikahan Kit dengan wanita lain. Wajah Yu Qing berubah masam dan Kit tampak cuek, setelah membayar foto, dia langsung pergi.

Yu Qing masih saja menerima telpon bisnis padahal sedang jalan-jalan bersama Kit. Setelah menutup telponnya, Yu Qing kembali merayu Kit tapi Kit tidak tertarik karena dia merasa bahagia di Paris. Yu Qing cemburu dan menunjukkan foto prewednya dengan Xiao Min. Dia bertanya apakah Xiao Min alasan Kit untuk menetap di Paris? Apakah Kit naik kereta kuda bersamanya? Apakah Kit sudah menikah?

Kit beralasan kalau ceritanya rumit tapi Yu Qing bersedia mendengarkan. Kit pesimis dan bertanya apakah Yu Qing berpikir mereka bisa memulai semuanya dari awal? Yu Qing menjawab kalau tak ada yang tidak mungkin. Kit mulai kesal dan membuang ponselnya dengan alasan ingin membuang masa lalu mereka agar bisa mulai dari awal lagi. Kit menantang Yu Qing melakukan hal yang sama tapi Yu Qing malah menuduh Kit tidak pernah berubah dan masih suka menuruti kata hati. Kit balik membalas bahwa Yu Qing yang sudah berubah, lebih mementingkan bisnisnya. Kit mengibaratkan hubungan mereka seperti jembatan yang memisahkan Sungai Seine, tidak perlu memaksakan sesuatu yang tidak mungkin.

Yu Qing menyindir Kit yang masih memakai dompet pemberiannya. Menurut Yu Qing, masa lalu bukan ada pada ponsel mereka tapi masa lalu akan tetap ada di hati mereka. Ponsel Yu Qing berdering dan dia langsung pergi untuk menerimanya. Mereka bergegas pergi karena Yu Qing ada pertemuan via video call dengan pelanggan besar. Yu Qing minta bantuan Kit untuk mengurus beberapa keperluan.

Xiao Min sedang mondar mandir sambil memandangi koper dan barang-barang Kit saat Sophia, asisten Kit menelponnya dan menanyakan keberadaan Kit karena dia menelpon tapi tidak ada jawaban. Xiao Min juga tidak tahu tapi dia meminta Sophia menelpon Hotel Banke kamar 106, mungkin saja Kit ada di sana. Sophia menjelaskan bahwa semalam bosnya mabuk dan tidur di kantor.

Di hotel, Kit membantu mengurus semua faks yang dibutuhkan Yu Qing. Dengan terengah Kit mengetuk kamar Yu Qing dan menyerahkan faksnya. Yu Qing menerimanya dengan kesal dan melemparkan semuanya karena kontrak kerjanya dibatalkan. Kit berusaha menghiburnya sambil memunguti kertas-kertas yang berserakan.

Yu Qing tiba-tiba memeluk pinggang Kit dari belakang sambil mengatakan bahwa hanya Kit yang bisa mengerti dan mendukungnya. Kit masih kaget saat Yu Qing tiba-tiba melepaskan tangannya dan mengatakan ingin pulang ke Hong Kong malam ini juga. Dia ingin menyelesaikan masalah ini dengan segala cara. Yu Qing minta Kit untuk ikut pulang bersamanya. Sebelum Kit sempat menjawab, seseorang mengetuk kamar dan memberikan note pesan untuk Kit.

Sophia berpesan agar Kit menelpon Tuan Chow. Kit pinjam ponsel Yu Qing dan menelpon Tuan Chow. Tuan Chow mengabarkan bahwa ada seseorang yang berminat membeli kebun anggurnya dan Tuan Chow setuju sehingga tugas Kit sudah selesai dan bisa segera pulang ke Hong Kong. Kit langsung terduduk lemas setelah Tuan Chow mengakhiri pembicaraan.

Kit menemui Nicole dan menyerahkan semua hadiah pemberian ayahnya yang selama ini tersimpan rapi di laci kantor. Kit bertanya mengapa semua hadiah itu berupa boneka beruang? Nicole menceritakan saat terakhirnya melihat ayahnya. Ayahnya hanya bisa memeluk boneka beruang miliknya yang terjatuh karena ibu buru-buru membawanya pergi naik taksi. Teman Nicole datang dan memberikan ikan So-Mei pada Kit sebagai ucapan terima kasih karena sudah membantunya membiayai operasinya.

Kit pulang ke apartemen dengan membawa ikannya. Melanie mengintip pintu yang terbuka dan mencuri dengar pembicaraan Kit. Saat Xiao Min pulang, Melanie menemuinya dan mengatakan bahwa Kit sudah pergi sehingga dia tidak mau lagi menyimpan barangnya. Xiao Min tidak mengerti dan dia kian bingung saat mengetahui isinya adalah barang miliknya yang sudah terjual. Melanie mengatakan bahwa tiap bulan Kit memberinya uang agar mau menyimpannya tapi bila Xiao Min tidak mau mengambilnya maka Melanie bersedia menerimanya.

Xiao Min menelpon Sophia dan bertanya tentang Kit. Sophia menjelaskan bahwa Kit sudah mengemasi barangnya karena akan pulang ke Hong Kong. Xiao Min berlari dan dia tidak sengaja bertemu dengan Michael yang sedang mengantar bunga. Xiao Min langsung mengambil skuter milik Michael dan meninggalkan Michael yang mengomel karena bunga kirimannya berjatuhan dan jadi rusak.

Di hotel, Kit dan Yu Qing bersiap untuk pergi. Yu Qing mengakui bahwa kedatangannya yang mendadak karena sebulan yang lalu seorang konglomerat melamarnya tapi ditolak karena dalam pikirannya, Yu Qing membayangkan seseorang yang melamarnya dengan cara berlutut dan memberinya cincin adalah Kit. Kit membuka dompet dan menyerahkan sebuah cincin yang selama ini memang disiapkannya untuk melamar Yu Qing. Kit menyematkan cincinnya dan Yu Qing tanpa ragu mencium Kit. Xiao Min tidak sengaja melihatnya karena terjebak lampu merah. Xiao Min tidak jadi mendekati Kit dan berputar arah, hatinya hancur dan kecewa.

Yu Qing bertanya apakah Kit tidak pergi bersamanya ke bandara tapi Kit beralasan kalau penerbangannya masih 2 jam lagi dan dia masih harus mengembalikan mobil pinjamannya dulu. Akhirnya Yu Qing berangkat duluan dan Kit masuk ke mobilnya. Xiao Min pulang dengan lemas. Dia menemukan note terakhir Kit dan sepiring ikan So-Mei yang sudah matang.

Michael membantu Amy menutup toko bunganya. Amy bertanya apakah malam ini Michael ada kencan? Kalau tidak ada, Amy mengundang Michael makan malam bersamanya.

Xiao min menyantap ikan hasil masakan Kit dengan malas. Tiba-tiba dia kaget karena mendengar suara seseorang dan menoleh. Ternyata Xiao Min teringat saat dirinya membantu Kit memperbaiki listrik yang mati dan dia tersenyum sendiri mengenangnya. Xiao Min kembali menyuap potongan ikannya dan teringat semua kenangan manisnya bersama Kit di apartemen ini, tanpa terasa Xiao Min menangis sedih. Xiao Min naik te tangga atas sambil membawa segelas anggur dan dia menemukan gambar dirinya yang sengaja dibuat oleh Kit ketika sedang tidur. Kit menuliskan note yang berbunyi 'persahabatan selamanya'.

Narasi :

Dalam kehidupan kita, penderitaan berasal dari cinta. Kebahagiaan juga berasal dari cinta. Beberapa orang bersedia menunggu dan bertahan demi kekasih. Beberapa orang pergi tapi sepertinya mereka tidak pergi. Beberapa orang bertahan dengan cintanya di masa lalu. Beberapa orang tumbuh dan berkembang dalam cinta. Beberapa orang melepaskan masa lalu dan memulai kembali. Semuanya datang silih berganti. Ketika kamu melihat bayangan, jangan panik karena matahari selalu ada di belakangmu.

Xiao Min meninggalkan masa lalunya dan memulai kembali. Dia meninggalkan apartemennya dan pindah ke apartemen baru yang lokasinya lebih dekat dengan kampusnya. Xiao Min memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya yang sempat tertunda. Dia meninggalkan karya seninya di lantai atas berupa sayap yang mengepak. 

Xiao Min kemudian berkeliling Perancis selama setahun sambil terus mengembangkan kemampaunnya dalam menggambar.

Akhirnya Xiao Min berhasil membuat pameran tunggal. Xiao Min menceritakan alasannya memberi judul 'Lahir Kembali' pada pertunjukkannya pada reporter yang mewawancarainya. Reporter itu menunjukkan sketsa di sampul yang berbeda dan Xiao Min menjawab bahwa itu hasil karya teman baiknya, teman sejiwanya. Reporter itu kembali bertanya mengapa di setiap lukisannya ada kalimat bijaknya dan Xiao Min kembali menjawab kalau itu juga berasal dari teman sejiwanya. 

Saat reporter itu bertanya dimana sekarang teman sejiwanya, Xiao Min dengan bijak menjawab bahwa dimanapun dia berada, Xiao Min yakin bahwa dia akan hidup bahagia. Di lukisannya yang terakhir, Xiao Min menuliskan kata bijaknya sendiri yang ditujukan untuk Kit. 'Gabungan dari 2 pikiran membuat cinta ini tanpa penyesalan'. Xiao Min berharap dalam hati bahwa Kit akan bisa membaca pesannya.

Xiao Min bermaksud pergi ke kebun anggur yang dulu pernah dia datangi bersama Kit. Dia bertanya pada sopir taksi karena tidak yakin jalannya benar atau salah tapi si sopir (sopir yang dulu membawa Kit pertama kali menuju toko bunga Amny) meyakinkan bahwa dia tidak salah jalan karena dia sopir terbaik di Paris. Sopir meyakinkah sambil tersenyum bahwa mereka akan sampai di tujuan cepat atau lambat. Mereka akhirnya sampai, Xiao Min membayar dan bilang kalau sopir tidak usah menunggunya.

Xiao Min berjalan masuk dan heran melihat gambar dan judul kemasan anggur terbaru karena itu adalah miliknya bersama Kit dulu. Xiao Min segera berlari mencari ke sekitar rumah. Dia melihat Kit sedang menimang bayi dan Kit juga melihatnya. Tiba-tiba bayinya menangis dan kedua orangtua si bayi muncul. Xiao Min tampak sangat lega melihatnya. Kit menyerahkan si bayi pada orangtuanya dan dia berdiri menyambut Xiao Min.

Kit mendekati Xiao Min dan mengomel karena Xiao Min menghilang padahal Kit sudah mencarinya di seluruh Paris. Kit bercerita kalau dirinya dan Yu Qing berteman baik, mereka memulai bisnis dan mereka cocok tapi Kit sudah tak punya perasaan romantis padanya. Kit menyadari bahwa tak selamanya hubungan berjalan lurus, kadang bisa berubah arah. Pacar Yu Qing yang menunjukkan bisnis yang diinginkan bosnya yaitu kebun anggur, dia menawarkan Kit untuk bergabung karena Kit punya pengalaman tentang anggur.

Kit menginvestasikan seluruh tabungannya di kebun anggur dan datang untuk mengelolanya. Kit mengakui kalau dirinya tidak bisa melupakan Paris. Kit bertanya mengapa Xiao Min datang tapi sebelum sempat menjawab Kit sudah berlari mengambil botol anggur yang dulu mereka buat. Xiao Min senang dan mengajak Kit menuju tepi kolam renang. Meletakkan anggur di meja dan melepaskan jaketnya, Xiao Min meminta Kit untuk mulai berdansa bersamanya.

Adegan favoritku :

Aku paling suka saat Kit pertama kali masuk ke apartemen dan bertemu Xiao Min. Kit yang selalu rapi, bersih dan wangi bertemu dengan Xiao Min yang berantakan dan bau ala gelandangan. Kit tanpa ragu menutup hidungnya dan bahkan menyemprotkan pengharum ruangan saat Xiao Min berada di dekatnya.

Hikmah yang bisa diambil dari film ini :

Menurutku, ada satu hal yang menarik dalam film ini. Ketika Kit dan Xiao Min putus dengan pacarnya, mereka sama-sama terpuruk seolah tidak bisa menerima kenyataan. Hal itu membuatku bertanya dalam hati, apa mungkin Kit dan Xiao Min menjadi terpuruk karena sangat mencintai pasangannya atau karena sebab lain? Mungkin ada rasa marah dan kesal, ya tahu sendiri kan? Xiao Min telah berkorban banyak (materi) agar pacarnya bisa sukses dan mereka bisa menikah tapi nyatanya, setelah sukses justru Xiao Min dicampakkan tanpa alasan yang jelas. Sedangkan Kit, susah payah membantu dan mendukung karier Yu Qing tapi setelah berhasil Yu Qing malah terobsesi dengan kesuksesan dan tak perduli pada kit lagi. 

Mungkin Kit dan Xiao Min sama-sama tidak mengerti apa kesalahan mereka, setelah semua pengorbanan yang dilakukan bukannya menjadi bahagia tapi malah dikecewakan. Istilahnya, cinta mahal diongkos, sudah dibantu tapi tak tahu terima kasih! Hal itu mungkin yang membuat mereka terpuruk. Berbeda dengan saat Kit dan Xiao Min berpisah, bukannya sedih yang berlarut-larut tapi mereka sama-sama ingin menunjukkan bahwa perpisahan tak membuat mereka frustasi, justru mereka terlecut untuk lebih berprestasi dan berpikir kalau hidup harus terus berjalan.

Jadi, kesimpulan pribadiku, bila melihat seseorang yang patah hati dan jadi "error" setelah putus cinta, mungkin karena gaya pacarannya mahal diongkos jadi setelah putus merasa marah dan "tidak terima" (sudah habisin waktu, tenaga dan ongkos tahunya ga jadi alias diputusin). Tapi kalau dipikir, ga semuanya seperti itu kan? Diputusin, ya sudah mau apa lagi? Emang tidak jodoh saja, toh dunia tak selebar daun kelor. Berpikir positif saja dan hidup tak boleh berhenti setelah putus cinta, toh cinta tak harus selalu memiliki. Harus optimis dan tunjukkan pada dunia khususnya mantan bahwa tanpa dirinya tak rugi. Buatlah mantan merasa rugi karena telah memutuskan caranya dengan berprestasi dalam hal positif.  

Komentarku :

Menurutku, film ini sangat bagus. Inti ceritanya sebenarnya sangat sederhana dan sering terjadi. Dua orang yang patah hati bertemu, saling membantu menyembuhkan luka dan akhirnya saling jatuh cinta . Kit yang patah hati dan kecewa, datang ke Paris dengan harapan agar bisa memulai hidup baru dan melupakan sakit hatinya. Bukan kesenangan dan ketenangan yang di dapat oleh Kit tapi dia malah terpaksa harus berbohong agar bisa tinggal bersama Xiao Min yang aneh dan nyentrik akibat putus cinta.

Konflik bermunculan sejak awal Kit tinggal bersama Xiao Min. Xiao Min yang terbiasa dengan pola hidup yang berantakan dan semaunya harus berbagi ruangan dengan Kit yang sangat suka dengan hal-hal yang rapi, bersih dan wangi. Semula Kit sewot dan marah tapi pada akhirnya dia tidak tega dan memutuskan untuk membantu Xiao Min lepas dari masa lalunya.

Perlahan tapi pasti, Xiao Min mulai bisa menerima kehadiran Kit dan belajar hidup mandiri. Hidup bersama dengan lawan jenis tentu menimbulkan rasa cemburu pada Xiao Min saat melihat Kit bersama wanita lain padahal dia tahu bahwa Kit itu homo (itulah kebohongan Kit atas saran Michael agar bisa mendapat apartemen dengan harga murah tapi lokasinya strategis, padahal Kit sepenuhnya lelaki normal).

Rahasia itu tidak bisa terus disimpan rapat, suatu ketika pasti akan terbongkar juga. Xiao Min shock mendapati kenyataan itu dan dia mengusir Kit walaupun sudah mendengar semua cerita versi Kit. Xiao Min baru menyadari perasaan terhadap Kit ketika Kit sudah memutuskan untuk kembali bersama mantan pacarnya.

Aku suka saat Amy memberi pencerahan pada Xiao Min. Amy mengatakan bahwa di sepanjang hidup manusia akan bertemu dengan seseorang yang akan dicintai dan dibenci dalam waktu yang bersamaan, dialah yang disebut belahan jiwa. Orang selalu memikirkan hal yang tidak bisa dimiliki tapi tidak bisa menghargai dan menjaga apa yang sudah dimilikinya. Kalau orang atau barangnya hilang, baru menyesal tapi tak punya keberanian untuk mengambilnya kembali.

Mungkin rasa gengsi dan kecewa membuat Xiao Min langsung pergi saat melihat Yu Qing mencium Kit, dia berpikir pasti akhirnya mereka bersama lagi padahal tidak seperti itu yang terjadi. Untungnya, kali ini Xiao Min tidak kembali terpuruk karena patah hati lagi. Dia justru bertekad menyelesaikan kuliahnya yang tertunda dan berkelana untuk mengembangkan kemampuannya. Pada akhirnya Xiao Min mampu mewujudkan mimpinya, menggelar pameran dengan hasil kerja kerasnya sendiri.


Film ini berakhir hepi karena Xiao Min bertemu lagi dengan Kit. Mereka mendapat kesempatan kedua untuk saling menceritakan pengalaman hidup masing-masing dan memulai kembali semuanya dari awal lagi.





Review Film Menarik Lainnya

0 comments:

Post a Comment