Sunday, July 22, 2018

30+ Single On Sale ~Film Thailand~

30+ Single On Sale adalah film komedi romantis Thailand yang dirilis tahun 2011. Sekilas film ini ceritanya mirip dengan Fabulous 30 (juga Film Thailand) yaitu wanita yang sudah berpacaran selama 7 tahun akhirnya diputuskan pacarnya cuma berbeda alasannya saja. Bila di Fabulous 30, si pria minta putus karena belum siap diajak menikah sedangkan di film 30+ Single On Sale ini, si pria minta putus karena akan menikah dengan wanita lain.


Para pemain :

Laila Boonyasak sebagai Ing
Arak Amornsupasiri sebagai Jeud
Sudarat Budtporm sebagai Yuphadee
Pijittra Siriwerapan sebagai Min
Apapattra Meesang sebagai Jee
Dempan Yuwittaya sebagai Tan

Sinopsis lengkap :

Ing adalah sosok wanita cantik dan mandiri, dia bekerja sebagai fotografer lepas. Suatu hari ada klien yang mencoba menggodanya tapi Ing menegaskan bahwa dirinya sudah punya pacar dan malam ini dia akan menjemputnya di bandara. Ing begitu semangat menjemput pacarnya yang bernama Kong tapi kenyataan yang didapatnya sungguh pahit, Kong datang bukan untuk melepas kangen tapi malah memberinya undangan pernikahannya dengan wanita lain. Ing sangat kecewa padahal mereka sudah pacaran selama 7 tahun tapi ternyata Kong mengkhianati cintanya.

Ing menangis semalaman dan paginya, datang kedua sahabatnya yang bernama Min dan Yuphadee untuk menghiburnya. Min mengatakan bahwa jadi menikah atau tidak tapi Ing masih memiliki keluarga dan sahabat yang mencintainya juga pekerjaan, jadi apa masih kurang? Ing kesal karena selama 7 tahun pacaran tapi Kong masih salah mengeja nama belakangnya. Ing kembali mengeluh bahwa peramal pernah mengatakan bahwa peruntungannya tidak cocok dengan Kong bahkan bila mereka jadi menikah maka mereka harus pura-pura bercerai. Siapa sangka kini malah pacarnya akan menikah dengan wanita lain. Min mengibaratkan bahwa pacaran itu sama dengan berinvestasi saham maka di saat yang satu turun maka yang lain mungkin saja naik jadi Ing harus memulai hubungan yang baru tapi Ing tidak mau. 

Min menyarankan agar mereka berlibur bersama tapi Ing kembali mengeluh tentang pacarnya yang tega mencampakkannya dan Yuphadee menyarankan agar Ing ke dokter saja karena Ing sakit. Ing kesal dan berteriak marah. Ing dan Yuphadee pergi ke kuil untuk bermeditasi. Saat semuanya berkonsentrasi, Yupdahee malah terus mengasihani kisah cinta Ing yang berantakan, hal itu membuat Ing menangis dan akhirnya peserta lainnya ikutan menangis. 

Lain waktu, Ing pergi ke gym bersama Min dan Min mengatakan bahwa di gym pasti banyak cowok keren. Ing hanya meledek ketika melihat dan mendengar dua cowok ganteng yang janjian untuk mandi bersama. Ing meyindir bahwa dia tidak mau bertemu dengan cowok yang seperti itu dan Min menyarankan agar Ing melatih mata dan mencari target yang benar, Ing hanya perlu bersikap seksi saja. Mereka mengikuti kelas yoga, Min tak keberatan tubuhnya dipegang-pegang oleh instrukturnya. Ing tidak suka dengan tingkah manja Min dan dia juga kesal karena instrukturnya bertanya soal pacarnya dan setelah mendengar Ing baru putus, cowok itu malah jahil. Ing tanpa pikir panjang langsung menyikutnya hingga hidung instrukturnya berdarah.

Malamnya, Ing membuka email dan membaca pesan yang pernah dia kirim untuk Kong. Ing berpikir sejenak dan memutuskan untuk menghapusnya. Ing berdiri sambil menatap jendela apartemennya, dia berpikir sejenak dan kemudian kembali duduk di depan laptopnya. Ing ingin menghapus semuanya tapi dia masih sayang dan tidak jadi menghapusnya.

Paginya, Ing mendatangi tempat peramal 9 nyawa yang pernah meramalnya dulu tapi ternyata tutup. Ing memotret pintu yang tertutup itu beberapa kali dan dia tertarik dengan aroma daging panggang yang menggoda. Ing mengikuti aroma itu, dia mendapati kedai daging panggang yang terletak tidak jauh dari rumah peramal. Ing langsung memesan tapi si penjual (pemuda berambut gondrong yang bernama Jeud) mengatakan bahwa Ing harus sabar karena masih ada yang antri.  

Ing menunggu di dalam kedai dan matanya jelalatan mengamati berbagai gambar dan tulisan yang ada. Ing sedang membaca iklan tukang ramal ketika Jeud muncul sambil menyerahkan daging panggang pesanannya. Setelah membayar, Ing iseng bertanya apakah peramal daging panggangnya ada dan Jeud mengiyakan. Jeud membawa beberapa tusuk daging panggang dan Ing protes karena merasa tidak memesannya tapi Jeud berdalih bahwa itu bagian dari proses meramal. Ing tidak percaya kalau Jeud bisa meramal dan Jeud beralasan bahwa dia tidak bisa hidup dari menjual daging panggang saja jadi dia butuh uang tambahan.

Jeud minta KTP dengan alasan ingin tahu nomornya tapi Ing enggan memberikannya. Jeud kesal karena Ing membuang waktu padahal baginya waktu adalah uang. Ing berpikir sejenak dan meminta Jeud meramal apakah dirinya akan tinggal atau pergi. Jeud mengambil setusuk daging panggang dan mengarahkan kepada Ing, membuat Ing kebingungan. Jeud mengatakan bahwa Ing akan pergi. Tentu saja Ing mengaku kalau dirinya akan tinggal dan karena ramalan Jeud salah maka Ing memutuskan untuk pergi. Jeud membalas bahwa ramalannya benar karena Ing memilih pergi. Ing tidak bisa berkutik dan terpaksa duduk kembali. 

Ing terpaksa memberikan KTP miliknya tapi Jeud malah meledek foto Ing tidak sesuai dengan aslinya. Ing kembali kesal dan meminta KTPnya, dia tidak tahu bahwa saat dirinya berbalik, Jeud membuka laci meja dan menyerahkan KTP miliknya pada Ing. Ing buru-buru menerimanya tapi saat hendak pergi, dia kaget ternyata itu bukan KTPnya. Ing duduk kembali dan Jeud mengatakan bahwa itulah kelemahan wanita dengan bintang Leo, elemen api dan cepat marah, bertindak buru-buru tapi lalu menyesalinya. Ing sebal karena apa yang dikatakan Jeud benar tapi Ing tidak mau mengakuinya, dia justru mengatakan bila peramal 9 nyawa masih praktek tentu bisnis Jeud akan sepi. Bukannya marah tapi Jeud mengakui bahwa bila peramal 9 nyawa masih hidup, dia yakin tidak akan punya pelanggan. Ing kalah argumen lagi.

Kini Jeud meminta Ing meletakkan tangan di atas panggangan dan kemudian Ing harus memilih setusuk daging panggang. Ing menurut saja ketika Jeud memintanya untuk memakan dagingnya tapi kemudian Ing protes karena dagingnya masih mentah. Jeud tertawa karena Ing terlalu mudah percaya pada orang lain. Jeud lalu memegang daging yang sudah digigit Ing sambil mengatakan bahwa cintanya harus diawali dengan kebodohan sebelum menjadi pintar, Ing bingung dan Jeud menjelaskan bahwa Ing harus dibodohi, diselingkuhi dan dicampakkan sebelum bertemu dengan jodohnya. 

Jeud menebak kalau Ing sudah lelah diselingkuhi tapi Ing tak perlu khawatir karena sebelum berusia 33 tahun, Ing akan bertemu jodoh tapi kalau Ing melewatkan kesempatan itu maka jodohnya baru akan muncul saat Ing berusia 55 tahun. Ing protes karena jarak jodohnya cukup jauh tapi Jeud berdalih bahwa hal itu tak akan terjadi bila Ing tidak pemilih. Ing bukannya senang setelah diramal, dia malah kian sebal. Ing pergi begitu saja tapi Jeud mengingatkan soal tas dan kameranya yang tertinggal, Ing kembali dan mengambil barangnya dan Jeud langsung menyodorkan tangannya minta bayaran. Setelah menerima bayaran ganti Jeud yang menyodorkan kartu nama dengan matra jodoh dibelakangnya, Ing menerimanya sambil lalu.

Sementara itu, Yuphadee memimpin warga untuk berdemo di depan hotel. Mereka menolak pembangunan supermarket Happy Water di daerah mereka. Pihak Happy Water yang diwakili oleh Matthew meminta seorang warga untuk diajak diskusi dan Yuphadee yang maju. Yupdahee menumpahkan unek-uneknya tapi Matthew tetap menolak dan pergi tapi Yuphadee tidak menyerah, dia menyerang Matthew hingga berhasil mendapatkan kontraknya. Dengan bangga Yuphadee menunjukkan kontrak itu pada warga dan menyobeknya. Ing yang datang terkejut melihat tingkah sahabatnya itu.

Ing ngumpul bersama Min dan Yuphadee di cafe. Ing kaget karena ada yang membuat status di facebook tanpa sepengetahuannya. Min dan Yuphadee hanya bertukar senyum melihat Ing yang galau. Mereka menggoda Ing tapi Ing malah kesal karena yang merespon statusnya adalah orang yang tidak sesuai seleranya. Yuphadee membaca salah satu balasan status Ing dari orang yang bernama Kwankaew. Ing kaget sekaligus senang karena Kwankaew yang diingatnya adalah cowok tampan dan terkenal tapi Ing mengeluh karena cowok itu perayu. Tanpa pikir panjang, Min langsung menelepon Kwankaew. Ing sengaja bicara manja dan menggoda tapi ternyata dia salah orang, dia kecewa dan menutup teleponnya. Min tidak putus asa dan bersemangat mencari yang lain untuk Ing.

Min berpesan agar Ing berdandan yang cantik karena Min akan berusaha menjodohkan dirinya dengan banyak pria. Ing mengaduk-aduk isi lemarinya tapi dia tak menemukan baju yang sesuai, hal itu membuat Min dan Yuphadee menghela nafas. Ing mencoba beberapa baju dan bergaya layaknya model tapi dia langsung malu ketika ada penonton lain yang melihatnya yaitu si pengantar pizza.

Kini Ing telah siap melakukan kencan buta tapi semua pria yang ditemuinya sangat mengecewakan, ada yang tampan tapi tidak mau terikat pada satu wanita, ada yang cakep tapi suka mengumpulkan voucher diskon alias pelit, ada yang wajahnya biasa saja tapi sosmed mania dan masih banyak lagi tipe pria aneh yang ditemuinya.

Ketika berada di restoran bersama teman kencannya, ada seseorang yang menyapa dan bertanya mengapa Ing tidak datang di pernikahan Kong? Ing kian sedih dan galau, dia memutuskan ke kamar mandi untuk bersembunyi. Ing membuka kembali video yang pernah dia kirim untuk Kong. Ing tak kuasa menahan tangis, dia menggedor dinding untuk melampiaskan kekesalan dan kemarahannya, hal itu membuat beberapa wanita yang sedang berdandan menjadi kaget. Ing menelepon Kong dan menumpahkan unek-uneknya tapi pria yang diseberang mengatakan bahwa dirinya baru mendapatkan nomor itu jadi Ing salah orang. 

Malamnya, Ing kembali memandangi daftar emailnya dan kini Ing menguatkan hati untuk menghapus semua pesan yang tersisa. Paginya Ing pergi mencari udara segar dan ketika membuka saku tasnya, Ing menemukan kartu nama Jeud, si peramal daging panggang. Ing kembali menemui Jeud dan mengeluh tentang kisah cintanya. Jeud mengatakan bahwa kondisi Ing agak parah dan mantra saja tidak cukup. Pembicaraan mereka terhenti ketika adik Jeud yang bernama Jee muncul dan setelah Jee pergi, Ing bertanya apakah ada jalan pintas agar dia cepat dapat jodoh? Jeud akan mengajak Ing ke kuil saat malam tiba dan Ing tersenyum senang.

Jeud bertanya apakah Ing sudah mengucapkan mantra yang sudah diberikan dan Ing menjawab kalau dia sudah membacanya setiap malam tapi mantranya tidak mempan. Ing mengeluh bahwa dalam serial drakor yang ditontonnya, pria selalu tertarik pada wanita yang manis tapi agak konyol dan ceroboh tapi mengapa di dunia nyata pria tidak ada yang mencari wanita seperti dirinya? Jeud menjawab bahwa wanita di drakor hanya menarik dalam film selama 2 jam saja tapi mereka bisa sangat menganggu dan membosankan bila di kehidupan nyata. Ing tidak menanggapi omongan Jeud, dia malah asik makan daging panggang hingga menghabiskan 40 tusuk dalam sekali makan.

Malamnya mereka pergi ke kuil dan berdoa. Jeud heran mendengar banyaknya kriteria pria idaman yang Ing sebutkan dalam doanya. Sebaliknya, Ing juga heran mendengar doa Jeud yang hanya meminta jodoh yang benar-benar mencintainya tanpa ada kriteria khusus lainnya. Jeud melihat bahwa Ing benar-benar berharap bisa mendapatkan jodoh setelah pulang dari kuil.

Ing memamerkan kertas doa yang diperolehnya dari kuil pada Min dan Yuphadee, dia tampak senang. Mereka bertiga sengaja berlibur dan menginap di hotel, kini mereka sedang santai di dekat kolam renang. Yuphadee membaca majalah sedangkan Ing dan Min membahas tentang kertas doa itu. Min mengajak mereka untuk menoleh dan menebak apakah mereka akan melihat sosok yang mereka inginkan. Mereka sama-sama menoleh dan mereka melihat sosok pria dewasa yang merupakan idola Ing, Tn. Tan, seorang fotografer terkenal. Ing masih kaget ketika Matthew datang dan menjabat tangan Tn. Tan. Yuphadee yang masih kesal pada Matthew langsung kesal, dia berniat menghampirinya. 

Matthew pamit pada Tn. Tan untuk menerima telepon, dia buru-buru pergi dan Yuphadee langsung mengejarnya. Yuphadee berniat mengagetkan Matthew yang sedang berdiri di pinggir kolam tapi yang terjadi malah Yuphadee tercebur dalam kolam dan dia tidak bisa berenang. Matthew berniat menolong tapi Yuphadee menolak, Matthew melemparkan pelampung tapi juga ditolak dan akhirnya Yuphadee tenggelam. Yuphadee siuman dan dia melihat Matthew menatapnya dengan sorot khawatir dan dia pura-pura masih lemah sehingga Matthew memberinya nafas buatan. Yuphadee senang sambil memberi tanda dengan tangannya bahwa kini dirinya ok. 

Sementara itu, Ing sedang memotret Tn. Tan secara diam-diam tapi dia langsung panik saat melihat Kong dan istrinya sedang berjalan kearahnya, Ing tidak tahu kalau Kong menginap di hotel ini juga. Ing menutupi wajahnya dan mengacak rambutnya, dia berjalan cepat dan bersembunyi tapi dia malah menjatuhkan vas bunga. Kong dan istrinya juga mendengar suara benda jatuh tapi Kong menduga bahwa ada pegawai yang ceroboh, dia meminta istrinya agar mengabaikan hal itu. Mereka meninggalkan Ing yang bersembunyi di pojokan, Ing memotret vas yang pecah sebagai bukti.

Jeud kaget saat mendengar Ing harus membayar sebesar 20 ribu untuk mengganti vas yang pecah sambil memandangi foto vas itu. Ing mengeluh karena dia tidak mengira bahwa acara liburannya malah berakhir menyebalkan karena harus melihat Kong dan istrinya yang menginap di hotel yang sama dengan dirinya. Jeud mengatakan bahwa ada cara untuk cepat mendapatkan jodoh, yaitu dengan teknik cemburu. Ing harus mencari seseorang yang mau menjadi pacar palsunya dan Jeud yakin dengan cara itu, Ing pasti akan bertemu jodohnya. Ing tidak mau karena dia yakin tidak ada yang mau menjadi pacar palsunya tapi Jeud menawarkan diri untuk membantu Ing. Semula Ing ragu tapi akhirnya dia setuju dan minta besok segera beraksi.

Mereka mulai kencan tapi sekali lagi Ing mengeluh karena mereka pertama kali bertemu di kedai daging panggang dan kini kencan pertama mereka juga di resto daging panggang. Jeud beralasan bahwa saus di tempat ini enak tapi saat mencobanya, Ing lebih suka saus buatan Jeud. Jeud tersenyum dan mengeluarkan sebungkus saus buatannya, Ing senang dan semangat menunggu dagingnya matang. Jeud melarang Ing untuk makan sebelum bisa menjawab pertanyaannya dan Ing terpaksa menurut sambil cemberut.

Jeud bertanya sejak kapan dirinya mulai bisa memanggang daging, Ing menjawab sejak umur 7 tahun tapi ternyata Jeud sudah melakukannya sejak umur 4 tahun, Ing cemberut karena salah menjawab jadi tidak mendapat daging. Jeud kembali bertanya sejak kapan dirinya mulai meramal, Ing menebak sejak umur 15 tahun dan Ing senang karena jawabannya benar. Kini giliran Ing dan dia ingin tahu apakah tidak ada yang marah bila Jeud menjadi pacar palsunya, Jeud menjawab kalau dia masih jomblo. Ing tidak percaya karena dia pernah melihat foto wanita cantik di meja, Jeud menjawab kalau itu foto kakaknya. Ing penasaran dan Jeud menjelaskan kalau kakak dan kedua orangtuanya sudah meninggal, kakaknya bunuh diri setelah diputuskan pacarnya dan sejak itulah Jeud mulai menjadi peramal.

Ing dan Jeud menikmati kencan palsunya, mereka mulai akrab dan saling bertukar cerita. Ketika pulang ternyata hari mulai malam dan hujan gerimis, Ing mengeluh karena sepatunya mahal dan edisi terbatas, Jeud menawarkan sepatu bututnya untuk dipakai Ing karena dia tidak keberatan jalan dengan bertelanjang kaki. Jeud mengantar Ing hingga ke mobilnya, mereka berjalan berhimpitan di bawah payung. Ing masuk mobilnya dan mengembalikan sepatu Jeud. 

Di lain kesempatan, Ing dan Jeud pergi ke mall. Ing tertarik masuk ke toko sepatu yang menggelar pesta diskon. Ing langsung kalap ketika melihat banyak sepatu bagus dengan diskon lumayan besar. Jeud bingung mengapa wanita selalu punya banyak sepatu dan Ing menjawab kalau sepatu bisa disesuaikan dengan baju yang dikenakan. Jeud protes karena saat melihat gadis, dia hanya melihat 3 hal saja tidak pernah melihat sepatunya. Ing hanya melirik sebal ke arah Jeud sambil melangkah pergi tapi dia langsung heboh melihat 2 sepatu dengan model yang sama tapi beda warna, Ing bingung pilih warna yang mana. Dia meminta Jeud untuk memegang keduanya sehingga dirinya bisa menentukan pilihan dan Jeud kembali protes karena keduanya punya model dan warna yang sama tapi Ing sebal, dia menuduh Jeud buta warna. Akhirnya Ing memutuskan membeli keduanya.

Ing langsung mengenakan sepatu barunya dan Jeud menundukkan badannya agar bisa fokus melihat sepatu Ing. Ing semula tidak suka Jeud seolah meledeknya tapi akhirnya Ing malah berjalan manja seperti layaknya seorang model, dia meminta Jeud untuk meniru gerakannya. Mereka tertawa bersama dan kembali melanjutkan acara jalan-jalannya.

Kini mereka masuk ke dalam toko kaset, mereka melihat-lihat dan Ing senang melihat CD soundtrack film kesukaannya. Ing cerita kalau dia suka semua lagunya, dia bahkan sempat punya keinginan untuk menjadi pacarnya si penulis lagu setelah mendengar lagunya. Jeud menunjukkan bahwa nama penulis ada di belakang covernya  tapi perhatian Ing langsung buyar ketika dia melihat poster pameran foto di ruangan yang tidak jauh dari toko kaset. Ing tertarik untuk mendekat dan dia senang bisa melihat hasil karya Tn. Tan, fotografer idolanya. Ing mengajak Jeud masuk ke ruang pameran dan melihat-lihat. 

Jeud menyukai foto-foto itu, dia bilang bahwa seandainya dia punya uang maka dia akan membeli salah satu foto yang dipamerkan tapi Jeud penasaran saat Ing mengatakan bahwa bila dia punya uang maka dia akan membeli fotografernya. Jeud menantang dan Ing tersenyum mengangguk, Ing mengeluarkan mantra cinta yang pernah diberikan Jeud dan dia mulai membacanya dengan sepenuh hati sambil memejamkan mata. Jeud hanya diam saja, saat Ing membuka mata dan menoleh, dia tertarik melihat sebuah foto paus dan mengajak Jeud untuk mendekat.

Jeud mengamati foto itu dan menebak kalau foto itu mahal karena kameranya tapi mereka kaget saat seseorang muncul dan meralat pendapat Jeud, orang itu adalah Tn. Tan. Tn. Tan menghampiri mereka dan menjelaskan alasan mengapa foto itu sangat mahal. Butuh waktu dan kesabaran untuk mendapatkan gambar itu dan saat kesempatan itu datang, Tn. Tan langsung memotret sebanyak 20x dalam waktu singkat tapi hanya gambar itu yang paling bagus. Ing mendengarkan semua penjelasan Tn. Tan dengan mata berbinar dan sorot terpesona, hal itu membuat Jeud heran. Ing bertanya bagaimana Tn. Tan tahu kalau gambar itu yang paling tepat tapi Tn. Tan belum sempat menjawab pertanyaan Ing ketika muncul seorang wanita yang minta waktu untuk wawancara dan Tn. Tan menyetujuinya. Ing hendak mengekor tapi Jeud melarangnya dan sebagai gantinya, Ing mengamati Tn. Tan yang sedang diwawancarai sambil terus tersenyum bahagia.

Jeud mengantar Ing ke studio karena hari ini Ing ada pekerjaan. Seorang pegawainya mengatakan bahwa hari ini Ing akan memotret fotografer terkenal dan Ing tidak menyangka kalau fotografer itu adalah Tn. Tan, idolanya. Ing meminta Jeud untuk pulang tapi Jeud ingin menunggu karena sekarang dirinya adalah pacar Ing. Ing tidak terlalu menanggapi omongan Jeud karena pandangannya tertuju pada Tn. Tan yang baru datang dan sekarang akan dirias. Ing tersenyum senang sambil bergumam bahwa ini suatu kebetulan, Ing merasa bahwa Tn. Tan mungkin adalah jodohnya. Jeud hanya bisa bengong melihat sikap Ing yang seperti ABG baru pertama kali jatuh cinta.

Ing menggunakan tali pengaman dan mulai naik sambil membawa kameranya, setelah agak tinggi, kini giliran Tn. Tan menyusul. Ing mulai memotret Tn. Tan dalam berbagai gaya dan Ing cukup puas dengan hasilnya karena Tn. Tan tidak bawel dan menurut ketika diminta tersenyum. Tn. Tan ternyata sangat ramah dan mengatakan bahwa seseorang yang dipotret oleh Ing pasti akan tersenyum tanpa diminta karena Ing juga selalu tersenyum. Ing senang mendapat pujian seperti itu. Ing terus memotret sambil sesekali ngobrol dengan Tn. Tan. Tn. Tan bertanya apakah mereka pernah bertemu tapi Ing mengalihkan pembicaraan, dia meminta Tn. Tan tersenyum dan Ing kembali memotret.

Ing merasa ada sudut yang agak gelap sehingga dia meminta salah satu pegawainya yang bernama Patty untuk memberikan cahaya, orang yang disuruh ternyata malah asik ngobrol sehingga Jeud berinisiatif membantu tapi Jeud malah memainkan alat itu. Ing tetap memanggil Patty karena Jeud tidak bisa menggunakannya. Patty buru-buru lari dan dia tersandung, akibatnya tali yang menahan tubuh Ing lepas dan Ing pasti terjatuh bila Tn. Tan tidak membantunya. Jeud hanya termangu melihat pemandangan di atasnya.

Jeud menunggu di mobil ketika dia melihat Ing bersama Tn. Tan berjalan sambil ngobrol. Tn. Tan mengatakan bahwa dia ingin menjawab pertanyaan Ing tentang bagaimana caranya memilih foto yang bagus tapi dia merasa tidak enak dengan Jeud. Ing bingung dan Tn. Tan bertanya tentang Jeud, dia mengira Jeud adalah pacarnya Ing tapi Ing buru-buru mengatakan bahwa Jeud bukan pacarnya, mereka hanya berteman. Tn. Tan tersenyum mendengarnya, dia kembali bertanya apakah Ing punya kartu nama atau ponsel karena dia sendiri lupa membawanya. Ing tentu saja senang dan menyerahkan kartu namanya. Jeud yang menunggu di mobil tampak tidak suka dengan keakraban mereka. 

Ing dan Min datang ke acara pernikahan Yuphadee dan Matthew. Yuphadee tak perlu harus merasakan sakit hati dikhianati pacarnya seperti yang dialami Ing atau gonta-ganti pacar seperti Min. Berawal dari rasa permusuhan tapi akhirnya Yuphadee malah menikah dengan Matthew. Ing dan Min sedang menikmati pesta ketika pasangan pengantin menghampiri mereka. Yuphadee mengeluh kelaparan pada kedua sahabatnya tapi Matthew hanya tersenyum.

Jeud datang dan Min langsung terpesona melihatnya, dia juga ingin menikah malam ini. Ing sudah biasa melihat sikap Min yang selalu terpesona pada pria tampan, apalagi saat Jeud menoleh dan melambaikan tangan ke arah Ing. Ing menjelaskan bahwa pria itu bernama Jeud, Ing sengaja mengundangnya. Jeud itu si peramal daging panggang yang sering dia ceritakan. Min tidak perduli, dia merapikan bajunya dan berjalan mendekati Jeud sambil memperkenalkan diri tapi Jeud tidak terlalu menanggapinya. Jeud masih terpesona melihat Ing yang berjalan ke arahnya. Jeud hendak menyapa Ing tapi Tn. Tan keburu memanggil Ing.

Jeud tampak kesal karena Tn. Tan langsung bertukar senyum bersama Ing. Muncul rasa cemburu di hati Jeud dan dia sengaja ikut berpose ketika ada wartawan yang ingin memotret Tn.Tan dan Ing. Ing keberatan tapi Jeud tetap cuek, jadilah Ing berpose manis sambil tersenyum sementara Jeud dan Tn. Tan yang mengapit Ing malah saling melempar lirikan tajam.

Ing dan Tn. Tan saling bertukar cerita, Tn Tan bahkan menunjukkan foto-foto yang diambil dari ponselnya. Ing tentu saja senang mendapat kesempatan bagus tapi dia agak terkejut saat mengetahui bahwa diam-diam Tn. Tan mengambil gambarnya. Jeud tidak suka melihat keakraban mereka dan dia kembali berulah. Tn. Tan mulai kesal dengan tingkah Jeud tapi Ing menegaskan bahwa mereka hanya berteman dan dia mengusir Jeud. Jeud memang menjauh tapi jelas terlihat bahwa dia tidak suka Tn. Tan mendekati Ing. Jeud bahkan tidak perduli dengan Min yang terus menempel padanya.

Ketika Ing dan Min sedang menunggu acara melempar buket pengantin bersama para wanita lajang lainnya. Jeud sengaja bertanya tentang wanita idaman Tn. Tan dan Tn. Tan menjelaskan kriterianya dan yang terpenting bila dia merasa kesan pertamanya tepat maka itulah pilihannya. Tn. Tan balik bertanya dan Jeud menjawab kalau dia suka gadis yang doyan daging panggang karena dirinya penjual daging panggang. Obrolan mereka terhenti ketika para wanita bersiap menangkap buket dan ternyata Ing yang mendapatkannya. Ing sangat senang, dia mendekap buket itu sambil berjalan ke arah Tn. Tan dan Jeud. Ternyata Ing lebih memilih bersama Tn. Tan dan Jeud terpaksa pulang.

Ing dan Tn. Tan meneruskan ngobrol tanpa diganggu Jeud. Ing bertanya sampai kapan Tn. Tan akan tinggal dan dengan nada bercanda Tn. Tan menjawab dia akan pergi kalau Ing sudah bosan padanya. Ing senang hingga tidak bisa berkata tapi Tn. Tan membuyarkan impiannya dengan mengatakan bahwa dia akan tinggal lama kecuali dirinya terpilih untuk pergi ke Kutub Utara. Ing terdiam tapi Tn. Tan menghiburnya bahwa jika dirinya terpilih, dia bisa membawa satu asisten, Tn. Tan ingin Ing ikut bersamanya. Tanpa pikir panjang, Ing langsung mengiyakan. Tn. Tan menyindir halus bahwa Ing harus memikirkannya dulu. Ing tersenyum malu tapi dia menegaskan bahwa dirinya ingin ikut.

Sementara itu, Jeud yang merasa tidak dibutuhkan lagi, memilih pulang dengan langkah gontai. Saat itu ada seorang pengemis pria yang duduk bersimpuh di dekatnya, bukannya memberi uang, Jeud malah memberikan jasnya pada si pengemis. Si pengemis itu bingung menerima jas milik Jeud tapi Jeud seolah tidak perduli dan melanjutkan langkahnya yang gontai.

Ing dan Tn. Tan menikmati suasana kebun anggur sambil ngobrol panjang lebar. Tn. Tan melihat ponselnya dan dia tersenyum senang. Tn. Tan meminta Ing segera berkemas karena dia terpilih untuk pergi ke Kutub Utara sambil menunjukkan isi sms yang diterimanya pada Ing. Ing tidak bisa berkata apapun, perasaannya campur aduk antara senang dan kaget.

Min datang ke tempat Jeud dan minta diramal. Jeud agak gerah melihat sikap Min yang centil tapi dia mencoba meladeninya dengan sabar. Jeud meramal bahwa Min tidak bisa mendapatkan pria yang sekarang sedang ditaksirnya. Min tidak menyerah untuk merayu, Jee yang sedang membaca merasa terganggu dengan Min. Jeud gelagapan karena Min terang-terangan merayunya dan ketika dia menoleh ke arah adiknya, Jee malah menggodanya dengan menirukan gaya Min yang centil.

Jeud galau dan Jee masih saja menggodanya. Dia menyindir apakah kakaknya sedang memikirkan Min atau Ing? Jeud mengatakan bahwa dia tidak tertarik pada Min dan hubungannya dengan Ing juga sebagai pacar palsu saja. Jee kembali menyindir bahwa Jeud bisa membantu orang lain tapi tidak bisa membantu dirinya sendiri. Jeud tidak ingin menyakiti wanita manapun karena dia masih trauma dengan nasib kakaknya yang tragis.

Ing berkumpul bersama Min dan Yupdahee. Min dan Yupdahee bertanya tentang kelanjutan hubungan Ing dengan Tn. Tan, Min bahkan bertanya apakah mereka sudah serius tapi Ing masih malu dan mengatakan bahwa mereka hanya berteman. Min masih penasaran dan Ing mengakui kalau Tn. Tan itu prioritas utamanya. Min merasa iri karena Tn. Tan sangat kaya dan pemilik ladang anggur sehingga Ing bisa tiap hari minum anggur. Yupdahee menyindir bahwa Min juga enak, tiap hari bisa makan daging panggang. Ing heran dan Yupdahee mengatakan bahwa Min naksir Jeud. Ing hanya bengong saat Yupdahee bersulang untuk suami bulenya, Min bersulang untuk pemilik kedai daging panggang. Keduanya meminta Ing untuk bersulang untuk ekspedisi ke Kutub. Ing terpaksa ikut bersulang tapi dia merasa tidak terlalu senang.

Ing pergi ke kamar kecil dan dia menyapa seorang tamu yang muntah karena belum terbiasa minum. Ing kaget karena tamu itu ternyata Jee, adiknya Jeud. Jee juga kaget melihat Ing. Ing akhirnya mengantar Jee pulang, ditengah jalan Jee minta Ing berhenti karena dia ingin menghapus riasannya dulu. Jee minta Ing berjanji agar tidak memberitahukan hal ini pada Jeud dan Ing berjanji karena akhir-akhir ini dia tidak pernah bertemu Jeud. Ing bertanya tentang Jeud dan Jee mengatakan bahwa ada seseorang yang setiap hari datang minta diramal. Ing bisa menduga kalau orang yang dimaksud Jee adalah Min. Ing mengantarkan Jee hingga di depan rumah. Jee mengakui kalau perhatian Ing membuatnya teringat pada almarhum kakaknya, dia ingin Ing tetap mengunjunginya walaupun kini Ing sudah tidak bersama Jeud lagi.

Ing sedang menelepon orangtuanya dan menceritakan tentang Tn. Tan, Ing antusias mengatakan bahwa Tn. Tan jauh lebih baik daripada Kong. Ing melihat Jeud dan menyudahi obrolannya. Jeud senang karena Ing tidak marah lagi padanya tapi sebaliknya dia masih kesal karena Ing tidak minta maaf padanya, sebagai gantinya Jeud sengaja membawa daging panggang sebagai permintaan maaf, Ing senang menerimanya karena sudah lama tidak makan daging panggang buatan Jeud. Jeud bermaksud ingin segera pergi tapi Ing melarangnya, dia minta Jeud menunggunya. Ing memberikan majalah dan Ing meneruskan pekerjaannya tapi Jeud jadi sebal karena majalahnya berisi tentang artikel Tn. Tan. Jeud pamit tapi tiba-tiba muncul wanita yang protes karena kemarin suaminya membawa gadis lain untuk foto di studio Ing. Jeud meminta wanita itu untuk sabar dan bila perlu Jeud bersedia mengurangi kemarahannya, tanpa ragu wanita itu menampar Jeud sebanyak 3x. Ing dan Patty ketakutan tapi untungnya wanita itu langsung pergi. Jeud hanya bisa meringis kesakitan.

Jeud menemani Ing ke mall untuk beli pena khusus tapi sayangnya pena itu sudah terjual kemarin. Jeud penasaran dan Ing dengan bangga mengatakan bahwa dirinya akan ikut ekspedisi ke Kutub bersama Tn. Tan. Jeud pura-pura senang mendengarnya dan bertanya tentang nasib studionya, Ing sudah menyerahkan urusan studio pada Patty dan dia akan mencari fotografer baru. Jeud menyarankan agar Ing memilih yang cantik. Ing sengaja mengaitkan masalah cantik dengan Min dan dia agak kesal saat Jeud memuji Min. Ing mendapat telepon dari Tn. Tan, Ing akhirnya berpisah dengan Jeud karena Jeud masih ingin jalan-jalan sedangkan Ing mau pulang dan ganti baju karena ada janji dengan Tn. Tan.

Jeud datang lagi ke studio Ing, dia kaget melihat banyaknya foto yang berserakan di meja dan ada foto dirnya juga. Ing muncul dan menjelaskan bahwa kalau dirinya sedang suntuk maka dia akan kembali melihat koleksi fotonya agar dia selalu ingat tujuannya menjadi fotografer. Perhatian Jeud beralih pada printer yang sedang mencetak gambar Tn. Tan. Jeud mengambilnya dan bertanya apakah pria itu sudah melamarnya dan Ing berjanji bahwa Jeud adalah orang pertama yang akan dia kasih tahu saat Tn. Tan melamarnya. 

Jeud sengaja bertanya bagaimana kalau dia, Ing menunggu kelanjutannya tapi Jeud malah mengatakan bagaimana kalau dia ingin minta foto dirinya. Ing tampak kecewa tapi kemudian dia bertanya apakah mereka akan bertemu jika dirinya tidak sakit hati atau tidak mencari peramal. Jeud memastikan bahwa mereka akan bertemu bagaimanapun caranya, jika ing yang tidak datang mencarinya maka dia yang akan datang mencari Ing. Jeud sengaja mendekati seolah ingin mencium tapi Ing memalingkan wajahnya, Jeud tetap mendekat dan berbisik kalau dia ingin meminta kartu namanya. Ing tidak mengerti dan Jeud beralasan bahwa di kartu nama itu ada mantra jodohnya, dia ingin mencobanya sendiri dan dia tahu Ing tidak membutuhkannya lagi, toh Ing sudah punya Tn. Tan. Ing beralasan sudah lupa, dia janji akan minta Patty mencarinya. Jeud pergi sambil menatapnya dalam dan penuh keyakinan. Ing jadi bimbang dengan perasaannya sendiri.

Ing dan Tn. Tan makan malam bersama tapi Ing tidak terlalu menikmati makanannya karena dia suka makanan pedas tapi dia menolak saat Tn. Tan memintanya pesan makanan lain. Tn. Tan mengatakan bahwa ada temannya yang tertarik membeli studio Ing tapi Ing tidak ingin menjualnya, Tn. Tan mendorongnya untuk menjual saja agar Ing tidak terbebani bahkan Tn. Tan akan meminta temannya untuk memberikan penawaran harga pada Ing. Ing hanya bisa diam dan tersenyum galau. Tn. Tan memberinya hadiah pena khusus dan Ing senang tapi dia merasa ada yang aneh, dia merasa berat meninggalkan apa yang sudah dimiliki sekarang. Ing bahkan diam saja saat Tn. Tan mengantarnya hingga di studionya. Seyum Ing langsung muncul ketika dia mendapat kejutan dari para pegawainya bersama Jeud, Min dan Jee. Mereka merayakan pesta perpisahan untuk Ing. Hati Ing kian galau melihat kedekatan Jeud dan Min, Min jelas-jelas menyukai Jeud dan Jeud sepertinya juga mulai menyukai Min. 

Paginya, Jeud membulatkan tekad untuk memberikan hadiah terakhir untuk Ing, dia bergegas naik sepeda untuk ke apartemen Ing. Di sepanjang perjalanan, dia teringat akan masa indah yang dilaluinya bersama ing. Tak terasa Jeud sudah dekat dengan apartemen Ing tapi dia kalah cepat, Tn. Tan sudah menjemput Ing dan Jeud berusaha mengejarnya. Jeud bahkan nekat masuk tol padahal sepeda dilarang masuk tol hingga akhirnya Jeud ditangkap polisi. Mereka menyindir bahwa apa yang dilakukan Jeud itu hanya ada di drama dan komandan polisi menasihati Jeud agar tidak memaksakan diri, bila memang berjodoh maka mereka pasti akan bertemu lagi. Komandan polisi akhirnya membebaskan Jeud.

Ing dan Tn. Tan tiba di bandara tapi ketika mereka sedang menunggu barang yang diturunkan dari mobil, muncul polisi yang mengendarai moge. Polisi itu mendekati dan bertanya pada Ing, polisi itu mengatakan bahwa seseorang menitipkan sesuatu untuk Ing. Ing membuka dan tahu bahwa barang itu dari Jeud, Ing bertanya tentang Jeud dan polisi menjelaskan bahwa Jeud dibawa ke kantor karena melanggar peraturan yaitu naik sepeda di jalan tol. Ing sangat khawatir mendengar kabar itu.

Jeud menuntun sepedanya dan dia duduk termenung di depan kedainya. Sementara itu, Ing berjalan dalam diam disamping Tn. Tan, tangannya mengenggam hadiah Jeud dengan erat. Ing bimbang, di satu sisi dia ingin mengembangkan karir bersama Tn. Tan tapi dia juga tidak ingin kehilangan Jeud. Tn. Tan antusias menceritakan apa yang akan Ing temui bila sudah tiba di rumahnya, Tn. Tan juga berjanji akan mengenalkan Ing dengan kedua anjingnya. Ing bertanya siapa nama kedua anjingnya tapi Tn. Tan tidak yakin karena dia hanya ingat inisialnya saja. Ing membulatkan tekad bahwa apa yang akan dilakukannya adalah tidak sesuai dengan hatinya, Ing memutuskan tidak jadi ikut Tn. Tan.

Ing naik taksi ke rumah Jeud tapi rumah itu kosong. Ing menunggu tapi tetap tidak ada yang datang. Beberapa hari berikutnya, Ing rajin datang tapi tetap saja rumah itu kosong seperti sudah ditinggalkan penghuninya. Ing galau karena tidak tahu kemana perginya jeud.

Ing merayakan ulangtahunnya bersama para sahabatnya dan mereka meminta Ing untuk menutup mata karena akan mendapat kejutan. Ing menurut dan dia agak kaget karena yang membawa kue tartnya adalah pria yang tak dikenalnya, Yupdahee mengenalkan bahwa pria itu adalah pacar barunya Min. Mereka mendoakan bahwa Ing akan segera mendapatkan jodohnya tapi Ing tetap galau.

Ing memutuskan jalan-jalan di pantai selama menikmati liburannya. Ing tergoda dengan aroma cumi panggang dan dia mendekati kedai yang ada di dekat pantai, Ing bertanya tentang harga cumi panggang dan dia mendengar suara seorang pria menjawab pertanyaannya. Ing mengintip dan dia kaget ternyata pria itu Jeud, Jeud juga kaget melihat Ing dihadapannya. Mereka saling tersenyum lebar, mereka tidak menyangka akan bertemu lagi.

Kini Jeud dan Ing duduk berhadapan, Jeud kembali meramal tapi dia minta Ing untuk menutup matanya dan menjawab pertanyaannya. Jeud ingin tahu mengapa Ing tidak jadi pergi ke Kutub, Ing menjawab kalau di sana tidak ada daging panggang. Jeud kembali bertanya mengapa Ing tidak memilih Tn. Tan, Ing menjawab kalau dia terlalu sibuk mencari pena sehingga dia lupa bahwa sebuah pensil sama bagusnya. Jeud mengingatkan bila Ing tidak memilih sekarang maka jodohnya baru akan muncul saat Ing berusia 55 tahun. Ing tersenyum dan dia minta Jeud untuk menjadi masa depannya. Jeud balas tersenyum dan mendekatkan tangannya pada Ing.

Jeud mengingat kembali pertanyaan Ing tentang takdir mereka, Jeud juga tidak mengerti tapi yang sebenarnya terjadi adalah mereka beberapa kali bertemu tanpa mereka sadari. Ketika Ing di bandara untuk menjemput Kong, mobil Ing ternyata parkir di samping mobil Jeud. Jeud pernah tidak sengaja mendengar pembicaraan Ing tentang usahanya untuk memberi kejutan pada Kong ketika mereka duduk saling membelakangi di sebuah cafe. Kejutan lainnya adalah bahwa Kong telah menjual nomornya dan Jeud yang membelinya, jadi saat Ing menelepon Kong dan diterima oleh pria lain, pria itu tidak lain adalah Jeud. Itulah jodoh, ada saja jalan untuk mempertemukan dua orang yang tidak saling kenal untuk bisa bertemu dan saling jatuh cinta.  

Adegan favoritku : 

Jeud pernah menyindir bahwa kehidupan percintaan itu tidak semanis dan seindah dalam drakor tapi nyatanya Jeud juga menjiplak adegan yang banyak terjadi dalam drama yaitu mengejar orang yang dicintai tanpa memperhatikan kondisi diri sendiri. Ing pergi bersama Tan dengan menumpang mobil sementara Jeud berniat mengejar mereka hanya dengan menggunakan sepeda, jelas Jeud tidak mungkin bisa mengejar mereka, yang terjadi malah Jeud harus berurusan dengan Polisi karena melanggar peraturan, masuk jalan tol dengan naik sepeda.

Hikmah yang bisa diambil dari film ini :

Benang merah film ini adalah bahwa jodoh tidak akan lari kemana, kalau sudah jodoh pasti ada saja jalannya untuk bertemu. Tidak ada yang bisa memanipulasi jodoh seseorang karena katanya setiap orang sudah memiliki jodohnya masing-masing. Hal itu pula yang dialami oleh Ing dan Jeud, mereka tidak saling kenal dan memiliki profesi yang berbeda tapi ternyata tanpa mereka sadari banyak sekali hal atau kejadian yang menghubungkan mereka. Aku sendiri berpikir bahwa saat Ing mendatangi rumah peramal 9 nyawa dan tergoda dengan aroma daging panggang di kedai Jeud itu adalah pertemuan pertama mereka tapi ternyata aku keliru. Di akhir cerita, aku baru tahu bahwa sebenarnya Ing dan Jeud pernah beberapa kali bertemu tapi tidak bertatap muka secara langsung.

Komentarku :

Kita kadang agak bingung membedakan antara rasa cinta atau rasa kagum terhadap seseorang, sama seperti yang dialami Ing. Ing merupakan wanita cerdas, mandiri dan juga cantik tapi sayangnya hal itu tidak membuat pacarnya setia padanya, setelah 7 tahun bersama mereka malah terpaksa putus karena pacarnya akan menikahi wanita lain. Hal ini terjadi karena Ing terlalu bersemangat dalam hubungan percintaannya, contohnya Ing yang selalu mengirim sms atau email pada pacarnya sedangkan si cowok tidak terlalu antusias membalasnya, mungkin si cowok menganggap Ing sebagai sahabat atau teman saja tapi Ing berharap lebih.

Ing yang percaya pada ramalan kembali mendatangi rumah peramal yang dulu pernah meramalnya tapi sayangnya peramal itu sudah tutup, ketika Ing masih tidak tahu harus berbuat apa, Ing tergoda dengan harumnya aroma daging panggang. Itulah pertama kalinya Ing bertatap muka langsung dengan Jeud (jodohnya) dan ternyata Jeud juga bisa meramal. Dia membantu Ing untuk menemukan jodohnya dengan berpura-pura menjadi pacar palsu tapi mungkin ide pacar palsu itu merupakan bumerang bagi Jeud karena dia menjadi cemburu saat Ing dekat dengan Tan (fotografer idolanya).

Dasar memang bukan jodohnya, rasa bahagia dan senang Ing bisa bertemu dan bersama Tan hanya bersifat semu, hanya manis di awal tapi pada akhirnya yang muncul justru rasa bimbang dan ragu di hati Ing. Ing tidak bisa membedakan antara rasa kagum dan cinta, jelas dia hanya mengagumi Tan karena mereka di bidang yang sama yaitu fotografi, Ing senang melihat hasil karya Tan dan mengidolakannya. Ing bingung, di satu sisi Ing senang akhirnya bisa bertemu bahkan dekat dengan Tan tapi di sisi lain, dia merasa tidak rela ketika mendengar bahwa Min, sahabatnya mulai mendekati Jeud.   

Pergulatan batin antara keduanya mencapai klimaks ketika Jeud berusaha mengejar Ing ke bandara tapi gagal, Jeud hanya bisa mengandalkan bantuan Polisi untuk memberikan hadiahnya pada Ing. Jeud yang merasa "kalah" bersaing memutuskan untuk pindah dan menghilang karena merasa Ing akan pergi jauh dan lama, kecil kemungkinan untuk bertemu kembali. Sementara Ing yang bimbang menjadi kian bimbang ketika mendapat hadiah Jeud yang dititipkan pada Polisi. Ing menyakinkan hatinya untuk membatalkan rencananya ketika dia tahu bahwa Tan tidak bisa mengingat nama kedua anjing peliharaannya sendiri. Mungkin Ing berpikir, kalau nama anjingnya saja tidak ingat, jangan-jangan Tan juga tidak ingat dengan nama belakangnya (sama seperti Kong, mantan pacarnya Ing). 

Usaha Ing terlambat karena Jeud sudah pergi dan Ing tidak tahu harus mencari kemana. Tapi sekali lagi, jodoh tidak akan lari kemana, Ing bertemu lagi dengan Jeud ketika dia sedang berlibur dan Jeud tetap menjalani profesi lamanya yaitu sebagai penjual cumi panggang. Film ini memang berakhir bahagia tapi ada satu hal yang patut diingat bahwa ada banyak jalan dan cara untuk bisa bertemu dengan jodoh atau cinta sejati, kadang munculnya tidak perah diduga dan itulah keunikannya sehingga bisa dikenang dan diceritakan pada anak cucu. 

Review Film Menarik Lainnya

0 comments:

Post a Comment