Tuesday, May 28, 2019

High School Debut ~Film Jepang~

High School Debut (高校デビュー Kōkō Debyū) adalah film Jepang tahun 2011 yang diadaptasi dari komik dengan judul yang sama karya Kazune Kawahara. Film ini bergenre komedi romantis dengan latar belakang kehidupan anak SMU.

Dikisahkan bahwa Haruna berjanji dalam hati bila sudah SMU maka dia akan berusaha mencari pacar tapi sayangnya dia gagal karena penampilannya yang tomboi. Haruna minta bantuan You, kakak kelasnya agar bersedia membantunya. Semula You enggan tapi karena Haruna terus mendesak maka You bersedia tapi dengan syarat, Haruna tak boleh menyukainya dan Haruna setuju.  

Para pemain :

Junpei Mizobata sebagai You Komiyama
Ito Ono sebagai Haruna Nagashima
Masaki Suda sebagai Fumiya Tamura
Rina Aizawa sebagai Asami Komiyama
Yuki Furukawa sebagai Yui Asaoka
Sae Miyazawa sebagai Mami Takahashi
Rei Okamoto sebagai Makoto Kurihara
Yuka Masuda sebagai Reona Matsuzaka
Elaiza Ikeda sebagai Takemoto

Sinopsis lengkap :


Haruna adalah siswi yang mendedikasikan masa SMP untuk olahraga softball tapi kini dia akan lulus SMP, dia berjanji bahwa setelah masuk SMU dirinya akan mengabdikan dirinya untuk cinta alias mencari pacar. Sayangnya usahanya gagal terus padahal dia sudah berdandan heboh tapi tak ada satupun pria yang mendekatinya, hal itu membuatnya penasaran dan sedikit putus asa.


Suatu hari, ada pria gendut yang mendekatinya. Haruna langsung senang dan mengira pria itu ingin menjadi pacarnya, padahal niat pria itu hanya ingin meminta Haruna untuk mengisi sebuah survey. Melihat Haruna yang agresif, pria gendut itu menjadi ciut nyalinya dan berniat pergi tapi Haruna malah mengejarnya.


Pria gendut itu ketakutan karena Haruna bisa berlari kencang mengejarnya tapi sayangnya Haruna gagal menangkapnya, dia malah jatuh dan ketika bangun dia kehilangan sebelah sepatunya. Haruna kebingungan mencari tapi dia langsung terperangah saat mendengar suara seseorang mendekat sambil menyodorkan sepatunya.


Haruna sangat terpesona dan matanya langsung berbinar ketika melihat pria tampan yang bernama You berdiri dihadapannya. Dia terang-terangan memuji ketampanan You tapi pria itu menanggapinya dengan dingin. Tiba-tiba pria berbaju kuning yang bernama Fumiya muncul dan dengan polosnya mengatakan bahwa menurut You, sepatu Haruna sangat jelek sehingga harus dikembalikan. 


You merasa tak enak tapi bukannya marah,  Haruna malah kian terpesona pada You. Dia mengucapkan terima kasih karena You telah mengembalikan sepatunya. Bukannya berkenalan tapi Haruna malah berbalik dan pergi sambil berlari. Haruna mengomeli dirinya sendiri karena langsung pergi tapi dia tak berhenti, justru berlari kian cepat. Tingkah aneh Haruna membuat Fumiya heran tapi You hanya diam saja.


Di sekolah, Haruna mengeluh pada sahabatnya yang bernama Mami. Mami menebak bahwa usaha Haruna gagal dan tak ada satupun pria yang menyapanya. Haruna tersenyum dan meralat bahwa ada satu pria yang mengajaknya berbicara. Mami penasaran tapi Haruna langsung lemas dan mengatakan kalau pria itu malah lari. Haruna tak tahu apa alasannya mengapa pria itu malah lari setelah menyapanya.


Haruna mengeluh bahwa dia sudah membaca banyak majalah dan acara tv yang mengajarkan trik agar bisa populer dikalangan pria tapi mengapa usahanya selalu gagal? Mami menduga bahwa ada kekurangannya bila belajar sendiri. Mami menambahkan bahwa saat mereka bermain softball, mereka butuh seorang pelatih yang akan mengarahkan dan menunjukkan apa yang harus dilakukan. Hal itu juga berlaku bila Haruna ingin mendapatkan pacar, Haruna harus punya pelatih yang bisa mengajari caranya menarik perhatian pria.


Haruna setuju dengan ide itu, dia mengaku bahwa dia bisa melakukan sesuatu setelah mendapat pengarahan dari pelatihnya. Haruna ingin agar Mami mau menjadi pelatihnya tapi Mami menolak dengan alasan dirinya tak mengerti cara berpikir pria. Haruna kecewa karena Mami menolak tapi kemudian dia teringat pada You, sayangnya dia tak bisa bertemu dengan You lagi.


Tiba-tiba Haruna terbelalak dan berdiri sambil menatap seseorang yang berjalan di luar kelasnya. Dia kaget melihat You ternyata satu sekolah dengannya. Mami ikutan kaget saat mendengar Haruna sudah menemukan pelatih yang tepat dan akan bertanya padanya. Mami ingin melarang karena Haruna tak mengenal pria itu tapi Haruna sudah berlari keluar kelas. Haruna berbalik dan mengatakan bahwa itu satu-satunya cara yang dia pikirkan.


Haruna mengejar You, dia merasa bahwa saat ini seperti sedang bermain softball. Kesempatan tak akan datang 2x jadi dia harus melakukannya sekarang. Haruna melihat You yang berjalan cepat didepannya dan saat menuruni tangga, Haruna langsung melompat dan mendarat dengan manis di depan You. You menghentikan langkahnya dan melihat seseorang melayang didepannya. Dia menatap Haruna dengan sorot kaget.


Haruna mengingatkan You bahwa mereka pernah bertemu karena You mengembalikan sepatunya yang jelek. You berpikir sejenak dan mengiyakan. Haruna memperkenalkan diri dan tanpa sungkan meminta You untuk mengajarinya menjadi gadis yang populer, dia ingin You menjadi pelatihnya. Haruna membungkuk sebagai tanda permintaan agar keinginannya dipenuhi.


Tiba-tiba muncul gadis cantik berambut panjang bernama Asami, dia adiknya You. Asami tertarik mendengar permintaan Haruna dan menyarankan agar kakaknya mau menjadi pelatih Haruna tapi You menolak dengan alasan hal itu akan merepotkannya. You menebak bahwa Haruna adalah tipe gadis yang ingin membuat debut di SMU.


Haruna terkejut karena You bisa tahu isi hatinya. You menjelaskan dengan malas bahwa semua yang ada di Haruna tak cocok, gaya rambut, gaya berpakaian dan make-upnya. Haruna malu tapi hal itu malah lebih menguatkan niatnya menjadikan You sebagai pelatihnya. You tetap tidak mau karena merasa wanita itu merepotkan dan dia langsung pergi. Asami ikutan pergi sambil menyindir bahwa meski Haruna memiliki pelatih tapi tak akan bisa populer. Haruna langsung lemas karena usahanya gagal.


Saat pelajaran olahraga, semua murid terkesima melihat kemampuan Haruna dalam melempar bola. Salah satunya adalah Asami yang berdiri di samping Mami. Asami tersenyum sambil bertepuk tangan. Mami menjelaskan bahwa apa yang dilakukan Haruna hanya menggunakan 70% kekuatannya saja.


Saat pulang, Asami berjalan bersama Haruna. Asami minta maaf karena sebelumnya You sudah mengatakan hal yang kasar tapi Haruna tak marah karena itulah yang sebenarnya. Asami mengatakan bahwa kakaknya memang populer tapi ada sesuatu yang terjadi sehingga membuatnya tak percaya lagi pada perempuan. Menurut You, semuan perempuan adalah musuh baginya. Haruna ikut prihatin mendengarnya.


Asami memperkenalkan diri sebagai adiknya You dan mereka berkenalan secara resmi. Asami memuji kemampuan Haruna dalam bermain softball. Asami menduga bahwa sejak SMP, Haruna sudah aktif bermain softball dan selalu memakai kaos sehingga Haruna tak mengerti soal fashion. Haruna hanya bisa tertunduk malu karena apa yang dikatakan Asami memang benar. Asami bersedia meminjamkan bajunya sebagai permintaan maaf. Haruna senang dan lebih senang lagi saat Asami mengundangnya untuk main ke rumahnya sore nanti.


Haruna sedang dibantu Asami untuk mencoba pakaiannya. Asami memuji bahwa pakaiannya cocok untuk Haruna dan tentu saja Haruna senang mendengar pujian itu. Asami memanggil You dan minta pendapatnya tentang penampilan Haruna. You hanya diam dan Asami menjelaskan kalau kini dia sudah berteman dengan Haruna. Asami menambahkan bahwa mereka sudah membelikan takoyaki kesukaan You. Haruna menatap You dengan tajam seolah ingin mengirimkan pesan bahwa dia ingin You menjadi pelatihnya. You balas menatapnya dan mengatakan kalau dia tetap tak mau menjadi pelatih Haruna. Haruna jelas kecewa. 


You melihat takoyaki yang ada di atas meja dan sambil menghela nafas, dia mengatakan akan membalas takoyaki itu dengan saran. Haruna senang dan siap mendengarkan. Tapi Haruna kembali lemas karena You mengkritiknya lagi. You ingin mengatakan sesuatu tapi tak jadi dan hendak pergi, Haruna penasaran dan bertanya. You balik bertanya mengapa Haruna ingin menjadi populer? Haruna tersipu sambil menjawab bahwa dia ingin punya pacar.


You kembali bertanya tentang kriteria pacar tapi Haruna mengaku belum memikirkannya. You menyambung dengan nada getir mengatakan bahwa sebuah hubungan bukan sesuatu yang selalu indah. Haruna tak mengerti tapi You enggan menjelaskan dan memilih kembali ke kamarnya. Haruna mengejar dan memanggilnya. 


You menghentikan langkahnya dan berbalik. Haruna balas menjawab dengan mengatakan bahwa dia tahu setiap hubungan tak selalu menyenangkan, ada senang dan sedihnya. Tapi bila dia melakukan yang terbaik maka dia tak akan menyesalinya makanya dia akan berusaha semampunya. You hanya menjawab 'berjuanglah semampumu' dan pergi.


Malamnya, Asami sedang nonton video pertandingan Haruna ketika You mengambil bacaan dan duduk di sofa. You penasaran dan tertarik melihat Haruna yang menangis karena menang. Saat diwawancarai, Haruna mengatakan bahwa ternyata benar bila melakukan yang terbaik maka mimpinya akan menjadi kenyataan dan akan menang. Asami sangat terpesona dengan penampilan Haruna dan you hanya terdiam.


Kali ini Haruna kembali mencoba peruntungannya, dia sudah total berdandan dan berdiri di dekat kolam taman tapi yang mendekatinya justru burung-burung. Setelah sekian lama menunggu tetap tak ada pria yang mendekatinya. Haruna tak mengerti, dia merasa sudah melakukan yang terbaik tapi mengapa usahanya gagal? Ketika Haruna tenggelam dalam pikirannya, You muncul dan memberinya jawaban tentang hal yang tak dimengertinya.


You menilai bahwa Haruna terlalu banyak memakai parfum. Haruna menoleh dan terpana saat You berjalan mendekatinya. You melanjutkan bahwa topinya terlalu mencolok, Haruna langsung membuang topinya. You menambahkan terlalu banyak benda di leher dan terlalu meriah, Haruna langsung mencopotnya. Haruna tak menyangka You akan menemuinya. You kembali mengatakan bahwa Haruna terlalu antusias sehingga tak ada yang berani mendekatinya.


Haruna mendekati You dan sambil terbata dia bertanya apakah You akan menjadi pelatihnya? You mengiyakan tapi dengan satu syarat yaitu Haruna tak boleh jatuh cinta pada dirinya, bila Haruna melanggarnya maka dia akan berhenti menjadi pelatihnya. Haruna menyanggupinya sambil tersenyum senang. You spontan memuji dengan mengatakan bahwa wajah Haruna biasa saja tapi senyumnya cukup manis, Haruna harus menjadikan hal itu sebagai nilai jualnya.


Haruna tak mengerti dan You menjadi salah tingkah, dia memutuskan pergi dan Haruna mengejarnya sambil memanggilnya pelatih. You agak risih dan memintanya memanggil You saja. Haruna mengerti dan You kembali mengancam agar tak jatuh cinta padanya. Haruna menyanggupinya dengan cepat dan meyakinkan. Malamnya, Haruna sangat senang dan tak sabar menunggu pelajaran perdananya untuk menjadi populer.


Pelajaran pertama adalah tentang pakaian. You sudah menganalisa dan dia menyimpulkan bahwa saat ini tak ada yang mencari pacar di kota makanya usaha Haruna gagal terus. Haruna tak percaya karena menurut catatan yang dimilikinya salah satu tempat untuk mencari pacar ya di kota. You heran dan mendekat untuk melihat apa yang dimiliki Haruna. Haruna menjelaskan bahwa buku itu adalah catatan pelajaran tentang bagaimana menarik perhatian pria. Dia mempelajarinya dari majalah wanita dan komik, misalnya tentang gaya berpakaian.


You menutup catatan itu dan melemparkannya ke bak sampah. Haruna berteriak kaget tapi You menegaskan bahwa itulah penyebab awal kesalahannya. Haruna tak paham. You mengibaratkan bahwa minuman yang dicampur aduk pasti tak enak rasanya begitu pula dengan apa yang dilakukan Haruna. You menghela nafas, hari ini dia berencana untuk mencarikan rok yang sesuai untuk Haruna. Haruna sangat senang mendengarnya, dia mengatakan bahwa sejak SMP dirinya hanya mengenakan kaos saja. 


You melangkah pergi meninggalkan kelas dan Haruna langsung mengikutinya. You mengingatkan bahwa Haruna melupakan tasnya. Mereka kini masuk ke dalam sebuah butik. Haruna agak minder dan berjalan merapat dibelakang You. Haruna tak sabar menunggu You memilihkan baju untuknya. Dia terpesona ketika melihat You dikelilingi para gadis cantik yang bertanya apakah You datang sendirian tapi hal itu malah membuat You risih. 


You mengambil sepotong rok berwarna hijau dan memanggil Haruna agar mencobanya. Haruna mengambil rok itu dan berjalan dengan minder karena semua mata tertuju padanya. Haruna mencoba semua rok yang ada di butik itu tapi tampaknya tak ada satupun yang cocok untuknya. 


Mereka kini duduk di taman dan tenggelam dalam lamunan masing-masing. Haruna merasa tidak enak dan minta maaf karena dia tak cocok mengenakan rok. You menjawab kalau Haruna tak perlu minta maaf. Haruna kian merasa tak enak, dia berpikir harus melakukan sesuatu misalnya membuat lelucon untuk mencairkan suasana. Tapi You seolah mengetahui jalan pikirannya dan mengatakan kalau Haruna tak perlu membuat lelucon. Haruna kaget karena You selalu bisa membaca pikirannya. You beralasan kalau cara berpikir Haruna sangat transparan sehingga mudah dibaca.


You akhirnya mengajak Haruna ke rumahnya. Haruna mengiyakan ketika You berpendapat bahwa pada dasarnya Haruna lebih cocok mengenakan pakaian model pria. You mencari sesuatu dalam lemari pakaiannya tapi dia langsung mendekati Haruna dan merebut gelang yang sedang diamati oleh Haruna. Dengan ketus You mengatakan kalau Haruna tak boleh memilikinya karena dia akan membuangnya. Haruna hanya diam terperangah saat You menambahkan kalau gelang itu tak cocok untuknya. Suasana jadi tegang dan Haruna kembali diam saat You menyerahkan kaos dan celana panjang untuknya.


You menggambar sambil menunggu Haruna mencoba pakaiannya. You terkesima melihat penampilan baru Haruna, You mengajaknya bercermin dan Haruna sangat puas dengan penampilannya karena sesuai dengan pilihan You. Tapi justru You yang frustrasi menjelaskan pada Haruna bahwa pakaian itu tak cocok dengan Haruna apalagi bila ingin menarik perhatian pria sedangkan Haruna tak keberatan dengan model pakaian seperti itu.


Ketika mereka sedang berdebat, muncul Asama dan 2 orang pria yaitu Fumiya dan Asaoka. Mereka heran karena akhirnya You benar-benar bersedia menjadi pelatih Haruna. You menjadi salah tingkah melihat kehadiran mereka. Haruna mengenali Fumiya dan mereka akhirnya berkenalan. Asaoka memuji Haruna yang ternyata lebih imut dari dugaannya. Haruna senang tapi You mengatakan kalau Asaoka hanya bercanda, hal itu membuat Haruna sedih. Fumiya balas mengatakan kalau Haruna memang imut dan tipenya. Haruna kembali senang tapi You mengatakan kalau Fumiya mengatakan hal itu pada semua orang dan Haruna kembali sedih. Dia minta agar tak ada lagi yang menggodanya seperti itu.


Fumiya memuji Asami yang pandai memasak dan juga berpakaian sangat modis. Asaoka menjelaskan pada Haruna bahwa kedua orangtuanya You dan Asami tinggal di luar negeri sehingga Asami seolah menjadi ibu bagi You, memasak untuknya. You agak kesal melihat kedua temannya ikut makan dirumahnya dan membicarakan dirinya. You memilih pergi ke kamarnya setelah berpesan pada Haruna agar menunggunya karena dia akan menggambar sketsa dulu.

Haruna tak mengerti. Fumiya menjelaskan kalau You akan menggambar sketsa baju untuknya dan Haruna senang mendengarnya. Asaoka menduga kalau You sangat serius ingin melatihnya, Haruna mengiyakan karena dia ingin populer seperti Asami. Haruna balik memuji Fumiya dan Asaoka yang populer tapi Fumiya mengatakan kalau mereka kalah populer dibandingkan You. Haruna sudah menduga kalau You memang sangat populer.

Mereka bercerita tentang You yang begitu populer hingga hal itu malah membuatnya tidak nyaman dan menganggu kehidupan pribadinya. Fumiya tak sengaja membahas tentang insiden manik-manik dan Asaoka langsung menegurnya. Haruna penasaran tapi mereka berdua tak berani cerita sehingga Asami yang bercerita tentang kisah cinta You saat di SMP. Saat itu You berpacaran dengan manajer klub basket. Banyak masalah yang terjadi hingga membuat mereka putus dan You tak percaya lagi pada wanita.

Kini Haruna bisa mengerti mengapa You tampak kesal dan marah saat dirinya mengambil dan melihat gelang manik-manik itu. Mereka menambahkan bahwa gadis itu yang memutuskan berpisah dengan You tapi You mencintai gadis itu. Haruna kembali teringat dengan kata-kata You yang terdengar pesimis tentang hubungan percintaan. Fumiya mengaku kalau mereka terkejut saat mendengar You bersedia menjadi pelatih Haruna.

Tiba-tiba You muncul dan mereka bertiga menjadi salah tingkah. You penasaran dan bertanya apakah mereka menceritakan sesuatu yang tak perlu pada Haruna? Mereka kompak mengelak dan Fumiya minta penegasan pada Hruna tapi mereka kaget karena Haruna malah menangis. Haruna mendekati You, dia berjanji akan melakukan yang terbaik dan You hanya bisa bengong karena tak mengerti dengan apa yang terjadi. You menyerahkan sebuah sketsa dan Haruna menerimanya dengan senang hati.

Malamnya, Haruna membaca komik tentang kencan di pantai dan dia tak sabar ingin segera menjadi populer. Dia mengamati gambar sketsa baju yang dibuat You khusus untuknya.

Pelajaran selanjutnya adalah praktek. You menyarankan agar Haruna pergi kencan dengan Fumiya. Haruna keberatan tapi You sudah menelepon Fumiya dan mengatakan kalau Haruna ingin pergi ke pantai. You beralasan kalau dirinya sibuk jadi Fumiya yang harus mengajaknya. You menyerahkan ponselnya pada Haruna sambil mengatakan kalau Fumiya setuju.

Haruna terpaksa menerima ponsel itu dan menempelkannya di telinga. Terdengar suara Fumiya yang memanggil, Haruna mengucapkan terima kasih dan Fumiya bertanya kapan sebaiknya mereka pergi? You ikut menguping dan minta Haruna menjawab minggu depan. Fumiya minta Haruna untuk menunggu di depan stasiun jam 10 pagi. Fumiya mengakhiri pembicaraan dan menutup teleponnya.

Haruna menutup telepon dengan lemas. Dia mengaku tak bisa hanya pergi berduaan dengan Fumiya, Haruna berharap You bisa ikut. You langsung menjawab kalau dirinya tak akan ikut. Haruna merajuk dengan mengatakan kalau ini pertama kalinya dia pergi berkencan dengan pria. You mengalah dan berjanji akan memantau Haruna dari jauh, dia akan mengatakan apa yang harus dilakukan lewat email. 

Asami ingin ikut tapi You melarangnya karena Asami terlalu banyak bicara dan pasti akan menganggu mereka. Haruna agak khawatir dengan baju yang akan dikenakannya. You minta Asami agar meminjami Haruna baju untuk kencan. Asami ngambek dan tak mau meminjami baju.

Haruna mengintip dari balik pohon, dia tak enak membiarkan Fumiya terlalu lama menunggu dan ingin segera menemuinya tapi You melarang karena belum saatnya. You beralasan bahwa tak apa bagi wanita membuat pria menunggunya. Haruna tidak tahan melihat Fumiya yang terus mengedarkan pandangan mencarinya, dia berlari menghampirinya. Hal itu membuat You agak kesal.

Haruna minta maaf karena telat dan Fumiya tak mempermasalahkannya. You mengirim pesan agar Haruna lebih ceria dan Haruna mengiyakan sambil memberi tanda dengan tangannya. Ketika di pantai, Haruna bermain dengan anak-anak sementara Fumiya hanya menonton. You yang sejak tadi bersembunyi, kembali mengirim pesan dan mengatakan kalau Haruna harus ceria dalam hal lain.

Kini saat sedang makan di restoran, Haruna senang melihat makanan yang berlimpah dan Fumiya memintanya untuk tidak sungkan padanya. Haruna senang dan minta tambahan nasi pada pelayan. Saat asyik makan, Haruna kaget membaca pesan dari You yang mengingatkannya tujuan kencannya yaitu jalan-jalan di pantai bukannya makan.

Tiba-tiba Haruna berdiri dan mengajak Fumiya jalan-jalan ke pantai. Fumiya yang sedang menyuap makanan tentu saja kaget karena Haruna cepat berubah pikiran padahal sebelumnya sudah memesan nasi lagi. Dengan nada manja Haruna beralasan bahwa dia sebenarnya masih ingin makan tapi hatinya sudah kenyang dan kini ingin merasakan hembusan angin laut. Fumiya menyerah dan mereka akhirnya pergi. You yang sejak tadi duduk membelakangi Haruna berbalik dan melihat kepergian mereka.

Kini Haruna dan Fumiya berjalan di pantai. Anak-anak yang tadi bermain dengan Haruna muncul lagi tapi diam-diam Haruna mengusir mereka dengan halus. Haruna bertanya tipe gadis seperti apa yang disukai Fumiya? Fumiya heran dan balik bertanya, Haruna menjadi malu tapi Fumiya bisa mengerti usaha Haruna untuk mendapatkan cinta. Fumiya menduga Haruna ingin berkonsultasi padanya dan Haruna terpaksa mengiyakan.

Fumiya mengatakan kalau Haruna adalah tipe gadis idamannya. Haruna meminta Fumiya agar tidak bercanda, dia tak sadar mendorong Fumiya hingga jatuh berguling-guling. Haruna malu dan minta maaf, untungnya Fumiya tak marah. Fumiya menegaskan bahwa dia suka gadis yang suka berterus terang seperti Haruna. Haruna terdiam dan tak tahu harus berkata apa. Fumiya berlari saat melihat anjing coklat yang ramah dan Fumiya tak ragu bermain dengannya. 

Haruna bingung dan bertanya pada You. You yang sedang mengintip dari papan surfing langsung membaca pesan Haruna. Haruna mengatakan kalau Fumiya baru saja bilang suka padanya. Haruna bertanya apakah itu yang disebut pengakuan cinta? Haruna menatap Fumiya yang masih bermain dengan anjing itu. Dia mengatakan kalau dirinya juga suka dengan pria seperti Fumiya.

Ada pesan masuk dan You mengatakan kalau Haruna tak boleh salah paham dengan apa yang dikatakan Fumiya. Fumiya menyindir Haruna yang memiliki banyak teman karena sejak tadi ponselnya terus berbunyi tanda ada pesan masuk. Haruna mengaku kalau akhir-akhir ini dirinya sering mendapat pesan iseng dan itu sangat menganggunya. Haruna sengaja menutup ponselnya dan hal itu membuat You yang melihat dari kejauhan menjadi kesal. Dia menyerah dan memilih pergi setelah mengirim sebuah pesan.

Haruna dan Fumiya telah tiba di stasiun dan akan berpisah. Haruna senang karena hari ini menyenangkan dan dia ingin bertemu lagi dan Fumiya tak keberatan. Fumiya menyarankan agar mereka saling bertukar nomor dengan menggunakan infrared. Mereka saling menempelkan ujung ponselnya dan Fumiya menggoda bahwa posisi ponsel mereka membuatnya ingin berciuman. Haruna tak paham dan terdengar bunyi tanda mereka sudah bertukar nomor. Mereka saling mengucapkan terima kasih dan berpisah.

Asami kesal dan hanya duduk di lantai bersandar pada kursi ketika Fumiya muncul karena ingin mencari You. Asami mengatakan kalau kakaknya pergi dan sebentar lagi pasti pulang, dia menyarankan fumiya untuk menunggu. Fumiya langsung duduk karena dia ingin mengatakan sesuatu pada You.

Haruna berjalan pulang dan membuka ponselnya, dia kaget membaca pesan terakhir You. You kesal dan tak perduli dengan apapun yang dilakukan Haruna. Haruna merasa tak enak dan memutuskan untuk pergi ke rumah You dan minta maaf.

Asami bertanya apakah acara kencannya bersama Haruna menyenangkan? Fumiya mengiyakan. Asami mengeluh ingin ikut tapi dilarang You padahal dia bosan seharian di rumah sendirian. Fumiya minta maaf dan berjanji lain kali akan mengajak Asami, dia yakin Haruna juga tak keberatan. Fumiya kaget karena Asami kini sudah duduk dipangkuannya. 

Haruna sudah tiba di depan rumah You dan dia kian tak enak karena lampu di rumah sudah menyala, itu artinya You sudah di rumah. Fumiya menjadi gagap karena Asami menatapnya dengan tatapan polosnya. Fumiya merasa ini tak benar tapi Asami bertanya apakah Fumiya membencinya? Asami mengaku kalau dia menyukai Fumiya. Haruna membuka pintu dan masuk. 


Haruna langsung shock ketika melihat Fumiya dan Asami berciuman di ruang tamu. Haruna pergi diam-diam dan di luar rumah dia bertabrakan dengan You tapi Haruna tak berhenti dan terus berlari. Haruna tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Padahal Fumiya baru saja menghabiskan hari bersamanya tapi sekarang sudah berciuman dengan Asami.

You melihat Fumiya dan Asami di ruang tamu. Fumiya mengaku kalau dirinya dan Asami akan mulai berpacaran. Mereka berdua tersenyum seolah ingin mendapatkan restu darinya. Kini You bisa mengerti mengapa Haruna lari dan tak memperdulikannya. You menghela nafas dan bergegas pergi mencari Haruna.

You melihat Haruna sedang melamun di lapangan. You mendekati dan menyindirnya karena sudah salah paham. Haruna hanya bisa menunduk. You bertanya apakah Haruna menyukai Fumiya? Haruna mengaku tidak tahu tapi dia merasakan perbedaan antara apa yang dibayangkan dan kenyataan yang ada. Haruna merasa sedih dan menangis. You menghiburnya dengan mengatakan bahwa tak apa menangis. 

You hanya terdiam saat Haruna merebahkan kepala dibahunya. You kembali menghiburnya dan berjanji akan menemukan pria yang cocok untuk Haruna. Tiba-tiba Haruna berlari dan setelah agak jauh, dia menyeka airmatanya dan berteriak bahwa dirinya tak akan menyerah. Haruna berjanji akan melakukan yang terbaik sehingga dirinya akan lebih bahagia. You ikut senang melihat semangatnya dan berjanji hari Sabtu akan mengajaknya belanja bersama.

Saat istirahat, Asami dan Fumiya tampak mesra dan mereka tanpa ragu saling menyuapi. Haruna sangat terpesona melihat kemesraan mereka. Haruna baru mengerti bahwa wajah orang yang sedang kasmaran benar-benar berbeda dari biasanya. Haruna tersenyum dan menyadari bahwa itulah kekuatan cinta. You mengira Haruna masih patah hati dan berniat mengajaknya pergi tapi Haruna enggan karena dia bisa belajar saat melihat mereka, contohnya bahasa tubuh Asami.

Haruna meniru gaya Asami,dia menempelkan kepala dibahu You tapi You malah bilang menakutkan sambil menyindir makanan Haruna yang bentuknya besar. Haruna langsung diam. Tiba-tiba Asami ingin pergi kencan ganda. You tak paham. Asami menjelaskan bahwa dirinya dan Fumiya sedangkan You bersama Haruna. Haruna langsung setuju dan Fumiya agak malu karena You yang kini dianggapnya sebagai kakak akan ikut. You kesal dan minta Fumiya tak memanggilnya kakak.

Pelajaran selanjutnya adalah belajar dari acara kencan ganda. Mereka berempat pergi ke Sea World. Haruna dan Asami tampak akur sambil memandangi kumpulan ikan yang ada di akuarium raksasa di atas mereka. You tampak sebal karena Fumiya terus memanggilnya kakak. Haruna senang sekaligus iri melihat Asami yang selalu manja dan bertingkah imut pada Fumiya. Dia juga ingin menirunya seperti saat membuka kaleng minuman tapi You malah mengkritiknya.

Asami dan Fumiya pamit tapi Haruna keberatan karena mereka belum melihat pertunjukkan lumba-lumba. You justru tak keberatan dan menyuruh mereka pergi. Haruna tak mengerti dan You beralasan kalau mereka ingin berpisah karena tak mau diganggu alias ingin berduaan saja. Haruna justru menyimpulkan bahwa mereka tak suka lumba-lumba, You hanya bisa menahan kesal melihatnya.

Saat berjalan pulang melewati lapangan, Haruna tampak berjalan dengan tak nyaman dan bersembunyi di samping You. You heran dan bertanya sambil melirik ke arah lapangan, Haruna beralasan tak ingin bertemu dengan juniornya di softball. Salah satu dari mereka mengenali Haruna dan memberitahu yang lain, mereka kompak memanggilnya sambil melambaikan tangan.

You mengingatkan bahwa mereka memanggil Haruna tapi Haruna tak mau membalas, dia beralasan softball terlarang baginya karena dia ingin menarik bagi pria. Haruna mengajak You pergi dan pura-pura tak mengenal mereka. You mengatakan bahwa itu tak masalah, mengapa Haruna tak bergabung dengan mereka? Haruna tak percaya bila You mengizinkannya dan dia langsung pergi menemui juniornya.

Haruna senang bertemu mereka. Mereka memuji penampilan Haruna yang baru sehingga cocok menjadi murid SMU. Mereka juga tak menduga kalau kini Haruna sudah memiliki pacar yang tampan seperti You. Haruna ingin membantah tapi saat salah satu dari mereka berteriak sambil bertanya apakah You pacarnya Haruna? You yang tak bisa mendengar hanya bisa melambaikan tangan dan mereka mengira itu sebagai jawaban iya. Mereka langsung bersorak dan Haruna merasa tak enak pada You saat mereka berteriak 'pacar'.

Salah satu dari junior itu meminta Haruna untuk menunjukkan lemparannya pada anggota baru dan Haruna tak keberatan. Haruna menikmati waktunya bermain softball bersama juniornya. Dia baru sadar saat melihat You yang duduk menunggu di tangga. Haruna minta maaf karena terbawa suasana dan You tak keberatan karena dia tahu Haruna senang dan mungkin itu yang benar-benar cocok untuknya.

You mengatakan kalau seharusnya Haruna tak berusaha terlalu keras untuk berubah karena Haruna punya kekuatan sendiri. Haruna tak mengerti. You memastikan bahwa akan ada pria yang tak keberatan berpacaran dengan Haruna. Haruna tersenyum senang dan minta You mengatakannya sekali lagi tapi You tak mau dan melangkah pergi.

Malamnya, Haruna tak bisa tidur. Dia masih tak percaya bila You memujinya. Ini pertama kalinya you memujinya. Haruna tak mengerti dengan apa yang dirasakannya, mengapa dia merasa senang? Apakah dia mulai menyukai You? Haruna mengingatkan dirinya sendiri bahwa You hanya pelatihnya dan dia tak boleh menyukai You.

Musim dingin telah tiba, pagi itu Haruna bertemu dengan Asami dan Mami di locker. Mami heran melihat banyaknya tempelan di jaket Haruna. Dengan dibantu Asami, mereka mencopot semua tempelan itu. Haruna tak paham dengan arti semua cibiran itu. Dia kaget saat membuka lockernya, banyak sampah kaleng yang jatuh berserakan dan sebuah surat ancaman. 

Asami mengaku bila sejak kakaknya menjadi pelatih Haruna, You mendadak mulai mendapatkan pengakuan cinta. Haruna kaget. Asami menambahkan bahwa setiap hari ada saja yang menelepon dengan suara yang berbeda, ada pula yang menunggu di depan rumah. Haruna tak mengerti. Asami menduga bahwa mereka mengira You berpacaran dengan Haruna atau ada yang berpikir bila Haruna bisa melakukannya maka siapapun bisa.

Haruna tak terlalu ambil pusing dengan hal itu tapi saat membuka pintu kelas, rambut dan seluruh tubuhnya langsung memutih karena jebakan tepung diatas pintu. Haruna agak kesal dan dia seperti mengingat seseorang ketika seorang gadis berambut panjang tersenyum senang dari luar jendela kelas. Haruna berjalan ke mejanya dan dia menemukan note dari You, You ingin bertemu di gudang tempat olahraga sepulang sekolah. Haruna tersenyum senang karena mengira itu bagian dari praktek kencan.

Sepulang sekolah, Haruna berjalan riang menuju gudang dan dia meninggalkan tasnya di kelas. Haruna melihat You yang duduk bersandar dengan lemas, dia berjalan mendekat. You mengaku sedang sakit flu dan bertanya untuk apa ingin bertemu dengannya. Haruna heran karena menurutnya, justru You yang ingin bertemu dengannya. Ketika mereka masih bingung, pintu gudang tertutup dan dikunci dari luar. Sepertinya ada yang sengaja menjebak mereka.

Haruna panik dan kian panik karena You sakit. Dia berusaha mencari akal agar bisa keluar tapi tak ada ide yang bagus. Haruna meminjamkan jaketnya dan saat You masih kedinginan, dia berusaha mencari dan menemukan selimut untuk You. Sejam berlalu dan Haruna mulai kedinginan, You menawarkan agar mereka berbagi selimut. Semula Haruna enggan tapi akhirnya mau karena tak kuat menahan dingin. 

Duduk berdekatan dengan You membuat Haruna gagal fokus, dia terpesona dengan parfum You yang harum. Haruna sempat berpikir kalau ini hanya ide You agar bisa berduaan dengannya. Haruna kaget karena You langsung menyangkalnya tapi dia lega karena You tak bisa membaca tentang parfumnya. Pikiran Haruna jadi kian tak fokus dan dia menjadi malu sendiri saat You kembali tahu isi hatinya tapi kali ini You mengaku kalau Haruna yang mengatakan dengan keras. 

Mami yang bertugas memeriksa dan memastikan jendela kelas tertutup rapat menjadi heran melihat tas Haruna yang masih ada di kelas. Haruna sudah tak tahan menunggu, dia tak ingin menyusahkan You. Haruna berniat mendobrak pintu. You tidak tega melihat Haruna berusaha sendirian, dia memaksa untuk ikut membantu. Mereka bekerjasama mendobrak pintu tapi di saat yang sama, pintu terbuka dari luar dan mereka berdua jatuh bersamaan.

Baik You dan Haruna kaget melihat Mami, Asami, Fumiya dan Asaoka ada di luar gudang. Asami membantu Haruna berdiri sambil bertanya apakah dirinya baik-baik saja dan Mami mengingatkan bahwa Haruna meninggalkan tasnya di kelas. Mami menghubungi Asami dan ternyata Asami juga tak mendengar kabar dari You atau Haruna. Dengan nada bercanda Asaoka menduga bahwa ada yang sedang bercanda dengan mereka. Fumiya menambahkan bahwa ini sudah keterlaluan.

Tiba-tiba Haruna teringat sesuatu, dia ingat wajah gadis berambut panjang yang tersenyum dari luar jendela kelas. Haruna segera berlari sambil berpesan agar mereka merawat You. Haruna berlari kencang menuju lapangan, dia marah dan kesal karena ada seseorang yang berani menyakiti You.

Haruna tiba di lapangan dan memanggil Reona. Reona sudah menunggu bersama teman-temannya. Rupanya Reona dan teman-temannya adalah tim softball yang pernah dikalahkan oleh timnya Haruna ketika masih SMP. Reona dendam dan ingin mengalahkan Haruna tapi sayangnya setelah SMU, Haruna memutuskan untuk tak main softball lagi. Reona kesal dan menganggu hubungan Haruna dan You karena mengira mereka pacaran, dia ingin membuat Haruna menderita.

Haruna mengaku kalau dirinya tidak pacaran dengan You tapi mereka tak percaya. Bila memang tak pacaran mengapa You dan Haruna selalu bersama setiap hari? Haruna mengaku kalau You adalah pelatihnya dalam cinta. Haruna hanya bisa menunduk malu ketika mereka semua menertawakannya. Mereka tak percaya karena setahu mereka You sangat membenci wanita jadi mengapa You mau menjadi pelatih Haruna? Mereka ingin Haruna berhenti berbohong atau mengada-ada.

Reona menegaskan bahwa mereka semua membenci Haruna. Haruna bertanya apa yang mereka inginkan? Reona menantang Haruna untuk bertanding di lapangan. Bila Reona menang maka Haruna harus berpisah dengan You. Haruna telah memutuskan untuk berhenti softball demi mengejar cinta. Reona menyindirnya dan Haruna melihat You dan yang lainnya datang mengejarnya. Haruna tak ingin menyusahkan You dan akhirnya dia menyanggupi permintaan Reona, dengan syarat bila dia menang maka mereka tak boleh menganggu lagi. Reona dan yang lainnya setuju.

Haruna bersiap melempar bola dan Reona juga bersiap memukul bola dengan tongkatnya. Fumiya dan yang lainnya diam menunggu dan tak sabar ingin melihat kehebatan Haruna dalam melempar bola. Haruna telah melempar bolanya dan Reona berhasil memukulnya tapi tongkatnya langsung hancur. Haruna tersenyum puas dan Reona kembali kesal karena kalah lagi. 

You mengantar Haruna pulang. Haruna menyesal dan minta maaf karena telah menyebabkan banyak masalah bagi You. You tak keberatan dan dia langsung tertawa saat Haruna dengan bangga menunjukkan tangannya karena telah menang melawan Reona. Haruna tersenyum senang saat You memuji lagi dan dia balas memuji bahwa You sungguh manis ketika tersenyum. 

You langsung terdiam dan membuang muka. Dia mengalihkan pembicaraan soal Natal dan Haruna harus segera menemukan pacar. Haruna bisa mengerti tapi yang terpenting baginya adalah kesembuhan You dulu. Haruna berpesan agar You menjaga kesehatannya dan You mengangguk. Haruna pamit dan berlari tapi langkahnya terhenti saat You memanggilnya. Haruna berbalik dan You berterima kasih atas hari ini. You buru-buru pergi dan Haruna merasa seolah ditembak tepat didadanya.

Malamnya, Haruna tak bisa konsen belajar. Dia terus menulis nama You di bukunya. Haruna frustrasi, dia merasa sudah jatuh cinta pada You tapi itu tak boleh terjadi karena You adalah pelatihnya. Haruna bingung dan tak tahu apa yang harus dilakukannya. Dia merasa hal ini tidak adil dan menyakitkannya.

Sepulang sekolah, Haruna melihat You berlatih basket dan dia menghampirinya. You berlatih menembak dan bolanya jatuh ke arah Haruna. Haruna menangkapnya dan beralasan kalau dia kebetulan melihat You. You bertanya apakah mereka akan pulang bersama? Tapi Haruna menolak dengan alasan ada sesuatu yang harus dilakukan. You merasa hari ini Haruna sedikit aneh, Haruna agak kesal karena You selalu bisa membaca pikirannya. You mengaku kalau Haruna adalah orang yang terburuk dalam hal menyembunyikan sesuatu.

Haruna mencoba memikirkan tentang roti daging dan You langsung menebaknya, hal itu membuat Haruna kaget. You mendekati Haruna dan Haruna langsung pamit sambil berlari. Haruna berjalan sambil ngomong sendiri, dia berusaha mengingatkan diri sendiri bahwa dia tak boleh jatuh cinta pada You.

Pelajaran selanjutnya adalah menemukan kekasih sebelum Natal. You dan Haruna sedang mengawasi siswa yang baru datang ke sekolah dari balkon. You menunjukkan beberapa siswa yang cocok tapi Haruna terus menolak. You meyakinkan bahwa pasti ada seseorang yang sesuai dengan tipe Haruna karena Haruna tak akan bisa melakukannya saat Natal.

You berpikir dan menduga kalau Haruna masih menyukai Fumiya. Haruna jelas menyangkalnya. You mengeluh bila tak menyukai Fumiya, mengapa Haruna menganggap pria lain tak cukup baik? Haruna tak bisa menjawab. Tiba-tiba Asaoka muncul dan berpendapat bahwa mungkin saja Haruna menolak karena sudah memiliki sesorang yang disukainya. Dibandingkan dengannya, pria lain tak akan cocok. You tak mengerti, bila itu yang terjadi mengapa Haruna tak datang pada pria itu? 

Asaoka beralasan bahwa ada sesuatu yang membuat Haruna tak melakukannya. Haruna kian salah tingkah ketika Asaoka tersenyum misterius padanya, Haruna sibuk menyangkal. Yui tanpa sungkan mengajak Haruna kencan. Haruna jelas bingung dan menoleh ke arah You. Haruna menolak dengan halus dan Yui hanya tersenyum, dia mengaku hanya bercanda lalu pergi meninggalkan mereka berdua.

Haruna duduk melamun di kursi halte bis bersama seorang gadis yang tak dikenalnya bernama Makoto. Keduanya saling melirik dan ternyata pose mereka sama. Haruna bertanya apa yang dipikirkannya? Makoto bingung dan Haruna cerita kalau dia galau, dia jatuh cinta pada seseorang yang tak boleh dicintainya. Makoto mengaku sedang bingung, dia tak bisa melupakan mantan pacarnya. Sebentar lagi Natal dan dia tak ingin sendiri. Makoto mencoba menelepon mantannya tapi tak pernah diangkat. 

Haruna ikut kesal mendengarnya. Makoto bisa mengerti karena dulu dia yang minta putus tapi perasaannya tak pernah berubah dan kini dia ingin bertemu dan ngobrol sekali saja. Haruna langsung berdiri dan berniat menemani Makoto untuk menemui mantannya. Haruna mengusulkan agar mereka pergi ke rumah mantannya Makoto. Dia berjanji akan membantu Makoto. Makoto senang dan berterimakasih. Mereka akhirnya saling berkenalan.  

Malamnya Haruna baru menyadari bahwa dia telah melibatkan diri dalam masalah orang lain padahal dirinya sendiri sedang galau. Dia bingung antara menyatakan suka pada You atau tidak. Haruna memutuskan untuk pergi menenangkan pikiran di lapangan. Dia fokus berlatih gerakan berlari ke samping. Dia kaget saat You sudah berdiri disampingnya. Haruna jadi salah tingkah dan hanya menurut ketika You mengantarnya pulang dengan alasan tidak baik seorang gadis keluar malam-malam.

Dalam perjalanan pulang, Haruna memutuskan untuk berkata jujur tapi You malah salah pengertian ketika Haruna mengaku sedang jatuh cinta. You mengira Haruna jatuh cinta pada Asaoka. You malah menyarankan agar Haruna pergi kencan dengan Asaoka. Haruna sedih saat You beralasan bahwa Haruna tampak cocok bersama Asaoka. Haruna marah dan memecat You dari posisi sebagai pelatih cintanya. Haruna langsung berlari pulang.

Sejak saat itu, mereka saling membuang muka dan bersikap seolah tak saling kenal ketika berpapasan di sekolah. Haruna sedih dan kesal ketika mendengar pengamen jalannya yang menyanyikan lagu cinta yang seolah menyindir dirinya. Haruna mendekati penyanyi itu, dengan rasa kesal dia menendang kotak uang dan mendorong tiang mik hingga jatuh. Penyanyi cowok bergaya lebay hanya bisa memandangi tingkah Haruna tanpa bisa berkata apapun.

Malamnya, Makoto dan Haruna berencana untuk pergi ke rumah mantan Makoto. Di sepanjang perjalanan, mereka ngobrol tentang si mantan pacar. Haruna langsung kaget ketika Makoto mengatakan kalau mereka sudah sampai karena kini mereka ada di depan rumah You. Haruna panik karena melihat You ada di rumah, dia langsung bersembunyi. Haruna lemas menyadari bahwa Makoto adalah mantan pacar You. Makoto heran melihat Haruna yang bersembunyi. Dia bertanya apakah Haruna mengenal You? Haruna buru-buru membantah dan beralasan bahwa dia akan menunggu di luar saja. Makoto setuju.

Makoto berjalan menuju rumah You dan memencet bel. Asami yang membuka pintu dan dia mengaku kalau kakaknya belum pulang. Makoto tak bertanya lagi dan langsung pamit. Dia tahu kalau Asami berbohong karena Makoto sempat melihat You di kamarnya di lantai 2. Haruna yang bersembunyi di balik tanaman, menunggu Makoto dengan perasaan cemas. Makoto muncul dan dia menyimpulkan bila You masih membencinya. Makoto berlari sambil menangis dan Haruna mengejarnya.

Mereka ngobrol di kursi halte bis. Haruna mengaku kalau sebenarnya mengenal You tapi dia langsung mengelak ketika Makoto bertanya apakah dirinya pacaran dengan You. Makoto tersenyum senang mendengarnya. Makoto mengenang kisah cintanya bersama You. Haruna penasaran dan bertanya apakah mereka pernah bergandengan tangan? Makoto tersenyum mengiyakan. Haruna kembali penasaran dan bertanya apakah mereka pernah berciuman? Makoto kembali mengiyakan. Haruna langsung jatuh mendengarnya.

Makoto heran melihat Haruna jatuh tapi kembali melanjutkan ceritanya saat Haruna mengaku tak apa. Makoto mengira bisa melupakan You setelah SMU tapi dia tak bisa makanya dia menulis surat dan meminta You untuk datang menemuinya saat malam Natal. Sayangnya dia tak bisa memberikan surat itu pada You. Makoto seolah teringat sesuatu, dia mengambil sepucuk amplop dari dalam jaketnya dan menyerahkan pada Haruna. 

Makoto ingin Haruna membantunya, memberikan surat itu pada You. Haruna ingin menolak tapi Makoto berjanji bahwa ini terakhir kalinya dia merepotkan Haruna, karena hanya Haruna yang bisa membantunya. Makoto menyerahkan suratnya dan langsung pergi saat bis yang ditunggunya sudah datang. Haruna mencoba memanggilnya tapi bis sudah melaju. Kini tinggal Haruna yang kebingungan sendiri.

Malamnya Haruna tak bisa tidur, dia bingung. Dia ingin membuka dan membaca isi surat itu tapi tak berani. Hingga akhirnya Haruna hanya memandangi surat yang ada di atas meja sampai pagi. Dia tak tahu apakah akan membantu Makoto memberikan surat itu pada You atau tidak.

Saat jam makan siang. You yang duduk bersama Fumiya dan Asaoka hanya diam membisu sambil minum. Tak jauh dari tempat mereka ada Haruna yang menyantap makan siangnya tanpa semangat. Fumiya dan Asaoka heran melihat mereka berdua. Fumiya bertanya pada You tapi You ingat bahwa kini Haruna sudah memecatnya sebagai pelatih maka You hanya menjawab hal itu bukan urusannya lagi.

Asaoka menebak bahwa sebenarnya You perduli pada Haruna. You pura-pura kaget. Asaoka menambahkan bila sebenarnya You menyukai Haruna tapi terlalu takut menghadapinya. You kesal dan minta Asaoka untuk diam. Asaoka tersenyum dan dengan nada menggoda, dia minta izin untuk mengajak Haruna pergi kencan. You menatap Asaoka dengan kesal dan mengatakan 'Lakukan sesukamu!'. Asaoka kembali tersenyum dan pergi sambil mangatakan bahwa mereka akan berpacaran.

Asaoka menghampiri Haruna yang makan sambil melamun. Asaoka tertawa dan menyindirnya seperti hantu. Asaoka melirik ke arah You dan tersenyum misterius, dia berencana mengajak Haruna pergi. Asaoka sengaja mengeraskan suaranya dengan mengatakan mereka akan kencan. Asaoka menoleh ke arah You sambil memberi tanda lalu pergi. You seolah kesal dan membuang muka.

Asaoka mengajak Haruna pergi nonton dan makan tapi Haruna seolah tersihir, dia malah terus memanggil You tanpa disadarinya. Ketika sedang ngobrol di taman, Asaoka minta agar Haruna tak membahas soal You terus. Dia sengaja menyatakan suka pada Haruna dan berniat menciumnya. Haruna kaget dan ingin menolak tapi tiba-tiba You muncul sambil memegang tangan Asaoka.

Bukannya marah, Asaoka justru tersenyum menang melihat You datang menganggunya. Asaoka pamit dan berpesan pada Haruna bahwa apa yang telah dikatakannya tadi hanyalah sandiwara. Asaoka berjalan pergi sambil mengeluh bahwa dirinya memang orang yang baik karena mau membantu hubungan You dan Haruna.

Haruna bertanya mengapa You datang dan You beralasan bahwa ada pelajaran cinta yang masih harus dipelajari oleh Haruna. Haruna tak bisa menyembunyikan rasa senangnya. You bertanya apakah mereka bisa pergi kencan saat malam Natal? Haruna kaget, You beralasan bahwa pergi berkencan sebagai bagian dari pelajaran cintanya. Setelah mengatakan hal itu, You langsung pergi tanpa menunggu jawaban Haruna. Haruna mengiyakan dan mengejar You.

Haruna bimbang, apakah dia akan pergi atau tidak. Apakah akan menyerahkan surat Makoto atau tidak. You menunggu dan dia menoleh saat Haruna memanggilnya. Haruna bertanya sambil merentangkan kedua tangannya, apakah pakaian yang dikenakannya cocok? You berkata kalau haruna tampak manis. Haruna senang dan meminta You mengatakan sekali lagi tapi You tak mau. You langsung melangkah pergi dan Haruna mengejarnya sambil merajuk tapi You tetap tak mau.

Mereka menikmati pesta menjelang Natal dengan riang tapi ada saatnya Haruna ingin menyerahkan surat itu tapi takut. Haruna teringat pada Makoto saat matanya melihat ke arah jam. Haruna mengajak You pergi menjauh dari keramaian dan menyerahkan surat titipan Makoto. You membuka dan membaca surat itu. Setelah membacanya, You bertanya sejak kapan Haruna mengenalnya dan mengapa Haruna menyimpan surat dari Makoto?

Haruna beralasan bahwa dia bisa memahami perasaan Makoto. Dia tak bisa membuangnya karena surat itu adalah perasaan Makoto. Haruna ingin agar You pergi dan menemui Makoto. Meskipun You tak menemuinya hari ini tapi suatu saat mereka pasti akan bertemu. Haruna tak ingin You melarikan diri atau bersembunyi bila mereka kebetulan bertemu. Masa lalu tak mungkin dilupakan tapi bila You tidak lari mungkin You akan membuat kenangan yang indah. Haruna menyarankan agar You pergi menemui Makoto dan jangan melarikan diri lagi.

You menghela nafas dan bertanya apakah tak masalah bila dia menemui Makoto? You tak bisa menjamin sesuatu setelah bertemu Makoto nanti. Haruna tak keberatan tapi dia ingin mengakui sesuatu, Haruna menyatakan cinta pada You. You tak bisa mengatakan apapun ketika Haruna mengakui perasaannya. Haruna memang mencintai You tapi dia tak ingin menjadi penghalang. Setelah pamit, Haruna langsung berlari kencang meninggalkan You. You ingin mengejar tapi dia akan menyelesaikan masalahnya dengan Makoto dulu.

Haruna berjalan sambil melamun. Dia tak menyangka bahwa dia benar-benar mengucapkan selamat tinggal pada You. Tiba-tiba Haruna terjatuh, ternyata tali sepatunya putus. Haruna merasa bahwa ini pertanda buruk apalagi saat dia melihat beberapa ekor kucing berwarna hitam polos berlarian di jalan. Haruna seolah bisa melihat pertemuan You dan Makoto. Dia tak rela melihat You akhirnya kembali pada Makoto. Haruna berteriak tapi bayangan mereka menghilang.

Haruna seolah menyadari sesuatu, dia mencintai You dan tak ingin kehilangannya. Haruna berlari untuk mencari You dan dia terus mencari sambil memanggil You. Haruna putus asa karena tak menemukannya, dia berteriak sambil mengatakan cinta. Tiba-tiba Haruna terjatuh dan sebelah sepatunya terlempar entah kemana.

Haruna bangun dan menyadari sebelah sepatunya telah hilang. Tiba-tiba ada seseorang yang mengatakan sesuatu dan Haruna langsung menengadah. Dia melihat You membawa sebelah sepatunya. You membantunya berdiri dan mengingatkan bahwa pertemuan pertama mereka dulu juga persis seperti sekarang. Haruna mengangguk dan dia tersenyum ketika You mengatakan 'Akhirnya aku menemukanmu!'.

You mengatakan kalau dia sudah bertemu dan ngobrol dengan Makoto. Dia baru menyadari bahwa mereka justru membicarakan segala hal tentang Haruna. You menyatakan cinta pada Haruna bukan karena make up, pakaian atau keinginan menjadi populer. You menyukai Haruna apa adanya. Haruna hanya diam tapi senyum ceria tergambar jelas di wajahnya.

You meminta Haruna untuk mendengarkan apa yang akan dikatakannya karena dia hanya akan mengatakan sekali saja. You meminta Haruna untuk menjadi pacarnya. Haruna tersenyum senang dan minta sekali lagi dan You sudah tahu Haruna pasti akan melakukannya. You tak menurutinya, dia justru memeluk dan mencium Haruna. Salju mulai turun dan mereka kembali berpelukan. Pelajaran selesai.  

Adegan favoritku :


Aku paling suka ketika Asaoka yang beberapa kali menggoda You karena sok jual mahal dan tak mau mengakui perasaannya pada Haruna. Padahal jelas terlihat sorot kesal dan tak suka di mata You saat Asaoka menggoda Haruna. Mungkin Asaoka gemas melihat mereka berdua yang sebenarnya saling suka tapi seolah saling menahan diri. Mungkin yang membuat Asaoka berniat menguji mereka, dia sengaja menggoda Haruna karena ingin tahu reaksi You. Dan ternyata benar, You sengaja datang untuk menghalangi niat Asaoka yang ingin mencium Haruna.

Adegan yang bikin baper :


Saat You dan Haruna terkunci di gudang. Tanpa mereka sadari tumbuh rasa saling menyayangi dan melindungi diantara mereka. Haruna tak tega melihat You yang sakit kian tersiksa karena kedinginan makanya dia berinisiatif mendobrak pintu. Bagi Haruna, You adalah pelatih cintanya dan keselamatan You sangat penting baginya. Sedangkan You yang melihat Haruna berusaha sendirian menjadi tak tega dan dia akhirnya membantu untuk mendobrak pintu bersama-sama.

Hiknah yang bisa diambil dari film ini :


Butuh keberanian ekstra agar bisa bersikap kesatria seperti yang dilakukan Haruna, yaitu menyerahkan surat dari Makoto untuk You. Sebenarnya, bisa saja Haruna membuang surat itu toh dia tak bertemu lagi dengan Makoto. Nyatanya, Haruna malah memberikannya pada You karena surat adalah amanat. Karena Haruna tahu bahwa masih ada ganjalan dari hubungan mereka yang belum diselesaikan yaitu kesalahpahaman.

Haruna tahu bahwa dia tak bisa menjalin hubungan dengan You bila You masih punya masalah dengan Makoto. Makanya Haruna rela mengalah dan memilih pergi, walaupun dia tahu mungkin saja You akan kembali pada Makoto tapi bukankah cinta itu juga harus mau berkorban demi orang yang dicintai? 

Komentarku :

Setelah nonton film ini, aku jadi teringat film A Walk to Remember. Kenapa? Karena dalam film itu, tokoh utamanya Jamie (yang diperankan oleh Mandy Moore) pernah mengatakan bahwa dia bersedia belajar drama bersama Landon, asal Landon berjanji tak akan jatuh cinta padanya. Tapi dengan berjalannya waktu Landon akhirnya jatuh cinta pada Jamie.

Nah, di film ini juga sama bedanya yang membuat larangan adalah You. You bersedia mengajari Haruna agar menjadi populer tapi syaratnya adalah Haruna tak boleh jatuh cinta padanya. Pada awalnya Haruna setuju saja tapi tanpa dia sadari cinta mulai tumbuh karena mereka selalu bersama.

Kalau masalah cinta memang susah, orang yang saling membenci saja akhirnya bisa saling jatuh cinta bila sering bertemu. Kurasa tak ada siapapun yang bisa mengontrol kita untuk boleh / tidak boleh jatuh cinta pada siapa karena cinta itu tak bisa diprediksi. (wah...ngomongnya sudah seperti ahli saja, wkwkwk...)

Film ini sangat menghibur, aku paling suka dengan karakter Haruna yang kuat, sportif tapi tomboy. Cara berpakaiannya ketika mencari pacar benar-benar seperti toko berjalan, ramai dan heboh banget. Maklum saja sih, dia kan tomboy dan tak tahu caranya berdandan yang manis dan feminin. 

Padahal kalau menurutku, Haruna memang tak cocok berdandan feminin seperti Asami. Haruna lebih manis bila berpakaian seperti cowok toh Haruna punya daya tarik sendiri sebagai wanita. Hal itulah yang disadari You bahwa Haruna tak perlu berubah dan pelan tapi pasti You mulai menyukai Haruna apa adanya.

Hal yang membuatku salut dengan Haruna adalah ketika dia memberikan surat dari Makoto pada You. Tapi tetap saja, walaupun ngomongnya sih rela tapi pada akhirnya Haruna sadar bahwa dia cemburu dan tak ingin kehilangan You.

Film ini berakhir bahagia karena You berani menghadapi masa lalunya (pergi dan berbicara dengan Makoto) dan menyatakan cintanya pada Haruna. Jujur aku puas setelah nonton film ini. 









   
















































Review Film Menarik Lainnya

0 comments:

Post a Comment