Sunday, September 1, 2019

Chasing Liberty ~Film Amerika~

Pasti sangat menyebalkan bila hidup kita selalu dimonitor dan dikuntit oleh orang bayaran dengan alasan keamanan, hal itu pula yang dirasakan oleh tokoh utama dalam film ini. Anna Foster adalah putri Presiden Amerika yang berusia 18 tahun. Anna merasa hidupnya terkekang dan terbelenggu kebebasannya, dia ingin merasakan kehidupan rakyat biasa. Dengan bantuan Gabby akhirnya Anna bisa menikmati kebebasannya walau hanya sesaat. Film produksi Amerika tahun 2004 ini berjudul Chasing Liberty dan bergenre komedi romantis.


Para pemain :

Mandy Moore sebagai Anna Foster
Matthew Goode sebagai Ben Calder
Stark Sands sebagai Grant Hillman
Jeremy Piven sebagai Alan Weiss
Annabella Sciorra sebagai Cynthia Morales
Mark Harmon sebagai James Foster
Caroline Goodall sebagai Michelle Foster
Sam Ellis sebagai Phil
Terence Maynard sebagai Harper
Beatrice Rosen sebagai Gabrielle la Claire
Martin Hancock sebagai Scotty McGruff
Joseph Long sebagai Eugenio
Miriam Margolyes sebagai Maria
Adrian Bouchet sebagai Gus Gus

Sinopsis lengkap :


Anna adalah putri tunggal Presiden Amerika yang berusia 18 tahun. Malam itu dia sangat antusias berdandan karena akan pergi kencan untuk pertama kalinya. Anna membayangkan akan mendapatkan pengalaman kencan yang menyenangkan dan dia tak keberatan bila pasangan kencannya berniat menciumnya. Sayangnya, acara kencan itu gagal total akibat salah paham dan Anna hanya bisa menahan marah pada James, ayahnya yang terlalu overprotektif padanya. 


Anna terpaksa pulang dengan wajah cemberut. Sesampainya di rumah, Anna langsung mencari ayahnya dan mengomelinya padahal saat itu James sedang menggelar rapat. James hanya diam saat diomeli putrinya, dia memberi isyarat dan Anna menjadi salah tingkah saat melihat beberapa tamu penting ikut mendengarkan omelannya. Anna buru-buru pamit tapi masih belum bisa meredakan rasa kesalnya.


Paginya, Anna berusaha membujuk ayahnya agar diizinkan pergi nonton konser di Praha bersama Gabrielle. Semula ayah tak setuju tapi akhirnya bersedia dengan syarat Anna akan dikawal oleh 2 agen yaitu Alan dan Cynthia. Anna senang dan langsung setuju dengan syarat ayahnya. Anna ingin ayahnya berjanji untuk menepati janjinya tapi ibu menegurnya, Anna berdalih bukan meminta James sebagai presiden tapi sebagai ayahnya dan ibunya tersenyum. Anna mencoba meminta lebih pada ayahnya, dia merajuk ingin pergi ke Love Parade tapi James tetap pada pendiriannya. Anna tak boleh pergi.


Dalam perjalanan menuju Praha, Anna mencoba memastikan bahwa selama di Praha dirinya akan mengikuti semua kegiatan diplomatik dan pergi ke pesta resepsi lalu nonton konser bersama Gabriella. Anna sangat ingin pergi ke Love Parade tapi ayah tetap tak menyetujuinya. Anna tak patah semangat dan dia terus membujuk sambil meminta bantuan Michelle tapi ayah tetap pada pendiriannya. Anna hanya bisa kesal sendiri karena ibu tak bisa membujuk ayahnya.


Di Praha, Anna mengikuti semua kegiatan diplomatiknya dengan patuh dan meninggalkan kesan positif bagi masyarakat. Malamnya, Anna bersama orangtuanya menjadi tuan rumah di pesta yang diadakan di Museum Nasional. Anna langsung gembira ketika Gabriella datang menyapa. James agak tidak suka melihat gaya Gabriella yang menindik lidahnya tapi Michelle meyakinkan bila Gabriella adalah gadis yang baik. Anna mengajak Gabriella menjauh dari orangtuanya agar bisa bebas ngobrol.


Gabriella agak kesal melihat kedua pengawal Anna yang selalu mengikuti kemanapun mereka pergi. Anna mengaku menyerah mengusir mereka karena kedua pengawal itu hanya patuh pada ayahnya. Gabriella menyindirnya dengan halus bahwa dirinya berhasil mengusir pengawalnya sejak berusia 14 tahun dan Anna hanya bisa iri. Mereka bersulang dan Gabriella memberi kode agar mereka segera pergi.


Anna dan Gabriella kini berganti kostum untuk nonton konser. Anna pamit pada kedua orangtuanya, dia senang akhirnya bisa bebas pergi bersama Gabriella. Ayah mengamati kepergian putrinya dengan pandangan khawatir dan memerintahkan pengawalnya untuk mengubah rencana pengawalan Anna.


Anna tak henti mengungkapkan rasa senangnya bisa bebas ketika Gabby menerangkan rencana liburan mereka. Anna bahkan tak menyesal karena telah mengubah rambutnya, dia bahkan tak marah ketika dua kali tak sengaja menabrak dua pria yang berbeda. Anna bahagia karena tak ada yang mengenalinya. Anna sangat menikmati pertunjukan konsernya tapi dia langsung kesal ketika menyadari beberapa orang yang bertingkah seperti pengawal ikut berbaur dengan penonton. Anna mengomeli Alan dan Cynthia karena merasa telah ditipu ayahnya.


Gabby mengajak Anna untuk pergi dan mereka menuju toilet. Anna masih kesal dan mengomeli ayahnya. Gabby berpikir sejenak dan dia punya ide agar Anna bisa bebas. Anna bertukar jaket dengan salah satu wanita yang ada di toilet. Alan dan Cynthia mengejar wanita yang mengenakan jaket Anna tapi ternyata mereka salah sasaran. Gabby berteriak dengan mengatakan bila Anna kabur. Para pengawal sontak bergerak mengejar. 


Anna berusaha kabur dan dia mulai panik ketika melihat banyaknya petugas di pintu keluar. Anna mendekati seorang pria yang duduk di atas motornya sambil membawa kamera. Anna minta bantuan pria itu agar dirinya bisa kabur. Pria yang bernama Ben itu tak keberatan membantunya. Anna tersenyum menang ketika Ben membawanya melaju dengan motor menghindari kejaran petugas. Anna mengulurkan tangan dan mengajak Ben berkenalan.


Ben berhenti di tempat yang agak jauh dan Anna berterima kasih. Ben menyindir apakah dirinya baru saja membantu kejahatan? Anna memastikan dirinya bukan penjahat. Anna berlari menjauh tapi dia sempat mendengar Ben bertanya tentang nama lengkapnya. Anna berbalik, dia mendekati Ben dan mengaku namanya hanya Anna seperti nama Pink. Anna berniat pergi tapi dia melihat ada mobil yang masih mengejarnya. Ben tak keberatan membantunya kabur sekali lagi. Anna senang dan dia berteriak kegirangan ketika Ben berhasil mengelabuhi mobil yang mengejarnya dengan masuk ke jalan yang sempit. 


Anna senang kini dirinya sudah aman. Ben kembali bertanya apa yang terjadi tapi Anna hanya menjawab bila dia sedang menghindari keamanan konser karena masuk tanpa bayar. Anna pamit dan berusaha meyakinkan Ben bila dirinya baik-baik saja. Tapi Anna agak bingung dengan jalan yang harus dipilihnya. Anna merasa tak enak bila harus kembali minta bantuan Ben tapi dia langsung girang saat Ben menelepon temannya dan bertanya tentang arah bar yang dituju Anna. Ben bersedia mengantar Anna ke sana.


Di bar, Anna dan Ben ngobrol santai tapi Anna tak menjelaskan secara detail tentang dirinya, dia hanya bilang sedang berusaha kabur dari orangtuanya dan menikmati kebebasan. Ben balik menjelaskan bila dirinya hanyalah seorang fotografer yang sedang mencari objek indah di Eropa. Ketika mereka sedang asyik ngobrol, Anna mengumpat ketika melihat beberapa mobil pengawal berhenti di depan bar. Anna berusaha kabur tapi Ben menyarankan agar Anna bersembunyi di toilet saja dan Anna yang sedikit mabuk langsung menurut.


Alan dan Cynthia hendak masuk bar tapi mereka berpapasan dengan Ben. Alan mengomeli Ben karena tak mencegah Anna ketika masih di tempat konser tapi Ben berdalih tak mau membuat keributan. Ben langsung pergi setelah menginformasikan bila Anna agak mabuk dan bersembunyi di toilet. Alan agak sewot dan kian sewot ketika mendengar Cynthia memuji Ben yang bertubuh tinggi.


Sementara itu Michelle sedang berdebat dengan suaminya tentang Anna. Michelle tak setuju melihat James yang mengekang keinginan putri mereka untuk merasakan kebebasan sejenak. James tak suka bila putrinya dekat dengan orang yang tak dikenal dan Michelle balik menyindir bila Anna juga tak tahu kalau Ben itu agen. James tetap pada pendiriannya dan ingin Anna kembali tapi akhirnya James berubah pikiran setelah mendengar saran istrinya.

James memanggil kedua pengawalnya, Phill dan Harper. James ingin tahu tentang profil Ben, baik Phill dan Harper menjelaskan secara detail tentang Ben. Keduanya memberi penilaian positif tentang Ben. James langsung minta Harper agar disambungkan dengan Ben karena ingin berbicara secara pribadi. Sedangkan Phill ditugaskan untuk menghubungi Alan dan Cynthia. Michelle heran dengan perubahan sikap suaminya dan James hanya mengatakan bila dia akan memberikan kebebasan pada Anna tapi tetap dalam pengawasannya.


James menghubungi Ben dan meminta agar Ben tetap bersama Anna tapi dengan syarat Ben tidak boleh membocorkan statusnya sebagai agen rahasia pada Anna. Semula Ben keberatan dengan tugas itu karena merasa tak enak dengan Alan dan Cynthia. James menegaskan bila di saat yang sama dirinya memerintahkan agar Alan dan Cynthia mundur dan menyerahkan tugas menjaga Anna pada Ben. Ben menoleh ke belakang dan Alan memberi kode bila dirinya akan mundur. Ben terpaksa menerima tugas dari James.


Anna berjalan agak sempoyongan dan dia heran setelah melihat keadaan di luar bar yang sepi. Dia tak percaya dengan apa yang terjadi dan Ben meyakinkan bila Anna berhasil membuat para pengawal itu terkecoh. Anna senang sekali karena kini merasa telah bebas hingga menabrak pejalan kaki dan terjatuh dari motor. Ben mengajak Anna pergi dengan berjalan kaki dan Anna tak keberatan. Di belakang mereka, Alan dan Cynthia keluar dari mobil yang di parkir agak jauh dari bar. Keduanya mengikuti Anna dengan berjalan kaki juga.


Anna dan Ben tiba di sebuah danau, Anna sangat mengagumi keindahan malam itu tapi dia menolak ketika Ben mengajaknya pergi. Anna ingin merayakan kebebasannya dengan berenang telanjang di danau itu, Ben berusaha mencegahnya tapi Anna tak perduli dan mulai melepas bajunya. Ben terpaksa memunguti baju Anna dan langsung membalikkan badan ketika Anna melepas semua bajunya lalu berlari menuju danau. Ben hanya bisa mengeluh dan membujuk Anna untuk segera keluar dari danau.


Anna tak menyadari bila tak jauh dari danau itu ada sebuah restoran yang penuh dengan pengunjung. Salah satu pria di restoran itu ada yang sibuk memotret tingkah Anna, Alan dan Cynthia muncul dan menyita kameranya. Semula pria itu enggan tapi tak berkutik ketika keduanya menunjukkan lencana mereka. Sebelum pergi, Alan meminta pria itu agar memotret dirinya bersama Cynthia dan pria itu tak keberatan.


Ben berniat mengajak Anna untuk istirahat tapi Anna malah tertarik ketika melihat pertunjukan layar tancap. Ben terpaksa mengikuti Anna yang berniat nonton di tempat yang tak biasa yaitu di atap sebuah bangunan yang tinggi. Anna sangat terkesan bisa melihat dari tempat tersembunyi dan tinggi seolah layar tancap itu hanya untuk mereka. Mereka nonton sambil berdiskusi tentang film yang diputar. 


Ben sengaja mengambil kameranya dan berniat memotret Anna tapi Ben sedikit mengarahkan kameranya ke arah lain. Ben bisa melihat kalau Alan dan Cynthia masih mengawasinya dari jauh. Ben kembali mengarahkan kameranya pada Anna yang sudah tersenyum dan memotretnya. Anna hanya tersenyum malu saat Ben memujinya. Sementara itu Alan tampak bosan melihat Cynthia yang sibuk dengan teropongnya. Alan mencoba merayunya tapi Cynthia tetap cuek.  


Anna dan Ben duduk sambil tetap ngobrol. Anna mulai sedikit membuka dirinya pada Ben. Ben tak percaya bila hidup Anna menyedihkan tapi Anna meralat bahwa dia tak kekurangan tapi hanya kesepian walaupun dirinya tak pernah benar-benar sendirian. Ben hanya diam dan tak berani menanggapi cerita Anna. Anna tanpa ragu menyandarkan kepalanya di bahu Ben. Ben menutupi Anna dengan jaket miliknya agar tak kedinginan.


Di atap gedung yang lain, Cynthia dan Alan sedang duduk bersandar di tembok. Cynthia masih sibuk dengan catatannya dan dia hanya bisa menghela nafas saat kepala Alan jatuh ke bahunya. Paginya, Alan hanya bisa tersenyum senang sambil memandangi Cynthia yang tertidur nyenyak beralaskan pahanya. Beberapa saat kemudian Cynthia terbangun dan langsung menjauhkan tubuhnya dari Alan.


Ben sedang mengetuk-ngetuk handphone miliknya yang rusak akibat kemasukan air saat membantu Anna di danau. Anna terbangun dan bertanya tentang jam karena ingin menelepon keluarganya. Ben menyindir bila sebelumnya Anna mengatakan ingin kebebasan tapi sekarang ingin menghubungi orangtuanya. Anna beralasan bila dia memang ingin kebebasan tapi tidak membumi. Anna berniat meminjam handphone Ben tapi Ben mengaku bila handphone-nya mati dan Ben sedikit menyalahkan Anna.


Anna menelepon orangtuanya dari telepon umum di dekat stasiun. Ben mengamatinya dari kejauhan sambil minum kopi. Anna protes pada ayahnya karena dianggap kembali melanggar janji padahal dirinya ingin diberi kepercayaan. Anna merajuk dan meminta ayahnya untuk minta maaf. Sikap ayah melunak tapi langsung kesal melihat hasil foto yang berhasil disita oleh Alan dan Cynthia. James memerintahkan agar Anna segera pulang, hal itu membuat Anna bingung. Anna bisa mendengar ayahnya yang memerintahkan semuanya untuk melacak keberadaannya.


Anna marah karena ayah tahu bila kini dirinya ada di stasiun dan melarangnya naik kereta. Anna mengurungkan niatnya untuk pulang dan mengancam bahwa dirinya baru akan kembali hari Minggu. Setelah mengatakan hal itu, Anna langsung menutup teleponnya. James langsung memberi perintah pada Phil dan Harper agar membawa Anna pulang dan menghubungi Ben.


Anna mendekati Ben yang menunggunya. Anna mengatakan bila dirinya harus pergi dan Ben mengingatkan tentang keinginan Anna untuk pulang. Dengan nada marah, Anna mengaku tak akan pulang dan ingin ke Berlin untuk melihat Love Parade. Anna bertanya apakah Ben akan ikut tapi Ben menolak, Anna tak keberatan karena dia bisa pergi sendiri. Ben mencoba membujuk dan sedikit menakutinya tapi Anna tetap pada pendiriannya. Anna tak mau berpikir dan dia hanya ingin merasakan kehidupan nyata karena dia bosan menjadi boneka yang selalu diatur.


Ben sengaja mengejek Anna yang tak punya uang tapi Anna berdalih bila dirinya punya uang dan dirinya juga sudah mencari informasi tentang Love Parade juga tentang pengalaman seseorang yang dengan mudah mendapatkan uang dengan menjual puisi. Ben mengatakan bila itu hanya omong kosong tapi Anna tak percaya. Anna tak perduli lagi dengan bujukan Ben, dia bergegas pergi tapi Ben mengejarnya dan tanpa mereka sadari Alan dan Cynthia mendapatkan jejak mereka.


Anna dan Ben bergegas mencari kereta yang menuju Berlin. Ben memberi petunjuk bahwa mereka harus mencari kereta dengan warna hijau. Anna sempat kebingungan karena ada 2 kereta yang berwarna hijau dan bertanya pada seorang pria. Pria itu menunjuk ke arah kiri dan mereka langsung naik kereta. Alan dan Cynthia mengejar mereka dan langsung naik kereta waran hijau yang di sebelah kanan. Alan dan Cynthia naik kereta yang benar menuju Berlin sedangkan Anna dan Ben salah kereta, kereta yang mereka tumpangi bergerak menuju Italia.


Di dalam kereta, Ben menjadi salah tingkah saat Anna terus memandanginya. Ben sedikit berbohong bila dirinya tertarik untuk mengikuti Anna karena ingin pamer. Anna menyindir bila dirinya tak memaksa Ben untuk ikut lagipula dia tak butuh pengasuh. Ben hanya tertawa dan hal itu membuat Anna tak bisa menyembunyikan rasa marahnya karena merasa diremehkan. Anna mencoba mengusirnya tapi Ben beralasan bila dirinya tak bisa pergi karena kereta sedang berjalan. 


Anna tak bisa berkata apapun tapi dia mengancam Ben agar tak mengajaknya bicara lagi. Ben hanya tersenyum sambil mengeluarkan pasta gigi dari dalam tasnya dan menawari Anna yang duduk menghadap jendela. Semula Anna cuek tapi akhirnya menjulurkan jarinya dan Ben memberinya. Sementara itu, Cynthia kesal setelah memeriksa kereta yang mereka tumpangi karena Anna dan Ben tak ada di kereta ini. Alan mencoba membujuknya tapi Cynthia kian kesal dan mengomelinya.


Anna terbangun ketika ada penumpang pria bernama Scotty menawarinya coklat. Anna menolak tapi menyambut hangat perkenalan mereka. Anna dan Ben kompak mengelak saat Scotty bertanya apakah mereka bersama tapi Ben langsung mengusirnya dengan halus ketika Scotty berniat merayu Anna. Scotty melihat mereka berdebat dan memberi keduanya stiker yang harus ditempelkan dimanapun mereka berada tapi mereka tak mengerti apa yang Scotty tapi Scotty tak mempermasalahkannya. Di kereta yang lain, Cynthia asyik makan roti tapi Alan menolak saat ditawari. 


Ben merasa tak enak karena Anna masih ngambek dan dia mencoba minta maaf karena memperlakukannya seperti anak kecil. Anna yang masih kesal kembali menyindir bahwa Ben tak perlu bersikap seperti itu karena dirinya sudah memiliki ayah yang protektif. Scotty terbangun dan dia senang melihat Anna dan Ben masih bersamanya. Dia mengusulkan agar mereka diam sejenak sebelum sampai ke Venice. Scotty memeluk keduanya tapi baik Anna dan Ben malah kaget karena baru menyadari ternyata mereka salah kereta. Bukannya ke Berlin tapi mereka malah nyasar ke Italia.


Anna yang kini naik feri berusaha menghibur diri sendiri dan Ben bahwa tak apa mereka salah kereta toh besok mereka bisa ke Berlin. Ben menunjukkan bila kereta yang Berlin akan berangkat pagi. Anna tak mempermasalahkannya dan meminta Ben untuk menikmati apa yang ada. 


Anna tampak antusias ketika turun dari feri, dia berlari seperti anak kecil diikuti oleh Scotty. Ben melihat telepon umum dan berniat menghubungi James. Scotty berjanji akan menjaga Anna tapi saat teleponnya sudah terhubung dengan James, Ben malah meninggalkannya. Ben panik karena tak melihat Anna maupun Scotty.

James agak kesal saat Phil mengabarkan bila Ben tak menjawab teleponnya dan mereka sekarang berada di Venice. Phil menambahkan bila Alan dan Cynthia sudah setengah jalan menuju Berlin. Harper melanjutkan bila mereka bisa membawa Alan dan Cynthia dalam beberapa jam menuju Venice tapi mereka bisa mendapatkan agen lokal dalam beberapa menit. James menolak karena tak ingin membuat keributan, dia hanya ingin Alan dan Cynthia segera menyusul ke Venice dan terus mencoba menghubungi Ben.


Ben berusaha mencari Anna tapi tak mendapatkan jejaknya. Ben hampir putus asa tapi dia lega setelah melihat Anna bersama Scotty keluar dari sebuah toko. Anna mengajak Ben untuk menikmati indahnya Venice dan Ben menurut saja. Mereka berfoto bersama dan membeli pakaian baru yang langsung dikenakan.


Alan dan Cynthia terbang menggunakan helikopter dan dilanjutkan dengan naik speedboat hingga ke Venice. Cynthia agak tidak enak karena sepertinya Alan masih ngambek. Alan hanya diam dan membalas singkat saat diajak bicara. Cynthia mencoba mengajak berdamai tapi Alan merasa tak ada yang salah. 


Menjelang makan malam, Scotty pamit dengan alasan ada keperluan lain dan dia ingin sekali lagi berpelukan dengan mereka. Anna menikmati makan malamnya dengan santai sementara Ben masih sibuk dengan kameranya. Anna mulai panik saat pelayan datang dan memberikan tagihan yang harus dibayar, Anna mengaduk tasnya tapi dompetnya lenyap dan hanya ada stiker pemberian Scotty. Ternyata Ben mengalami hal yang sama, di sakunya hanya ada stiker.


Anna kian tak nyaman ketika beberapa pengunjung ada yang mengenalinya sebagai putri presiden, dia takut Ben tahu rahasianya. Anna mencoba kabur dan Ben terpaksa mengikutinya. Tingkah mereka membuat beberapa pelayan restoran ikut berlari mengejar mereka karena makan tapi tak mau bayar. Alan dan Cynthia yang menyusuri kota dengan speedboat sempat melihat dan berusaha memanggil Anna tapi Anna tak mendengar. Alan dan Cynthia terpaksa turun dan mengejar mereka.


Ben dan Anna terus berlari dan mereka memutuskan bersembunyi di balik tembok jembatan. Untungnya para pelayan restoran itu tak bisa melihat mereka dan mencari ke tempat lain. Anna memberi kode pada seorang penarik gondola yang bernama Eugenio agar tak bersuara. Ketika para pelayan itu sudah pergi, Eugenio menawari mereka untuk naik gondola. Anna setuju tapi Ben menolak. Eugenio mencoba membujuk keduanya tapi langsung terdiam saat Anna mengaku bila mereka tak punya uang.


Anna berbohong dengan mengatakan bila mereka baru menikah sambil memeluk dan mencium pipi Ben. Seolah bisa mengerti, Ben ikutan bersandiwara. Semula Eugenio tetap menolak tapi akhirnya luluh juga dan bersedia memberi mereka tumpangan gratis. Anna senang dan langsung naik gondola bersama Ben. Eugenio mulai bekerja sambil bernyanyi menghibur keduanya.

Ben memuji ketrampilan Anna dalam berbohong dan Anna tersenyum senang. Dia sedikit menyindir dengan mengatakan bahwa dirinya sudah menikah dengan Ben tapi tak tahu apapun tentangnya. Ben memaksakan senyum dan sedikit bercerita tentang dirinya agar Anna tak penasaran terus. Anna berterima kasih karena dia bisa merasakan semuanya karena bantuan Ben. Ben balas menyindir bila Anna akan baik-baik saja walaupun sendirian. Anna hanya tersenyum sambil membuang muka.


Ben tanpa sengaja melihat para pelayan restoran masih mencari mereka. Ben sengaja mencium Anna agar wajah mereka tak ketahuan dan hal itu membuat Eugenio tersenyum. Ben menghentikan ciumannya setelah dirasa situasinya aman. Eugenio berniat membawa mereka kembali ke hotel tapi Anna mengaku bila mereka tak punya hotel tempat menginap. Eugenio tampak shock, dia tak mengira tamunya benar-benar miskin dan hanya mengandalkan cinta. Eugenio menawarkan agar mereka berdua menginap di rumahnya dan bertemu dengan ibunya.


Maria kesal melihat putranya pulang sambil membawa 2 tamu. Maria mengomeli pilihan Eugenio untuk menjadi penarik gondola padahal Eugenio adalah seorang akuntan yang hebat. Eugenio merajuk sambil mengatakan bila dia membawa pengantin baru. Maria senang dan menyambut mereka dengan ramah. Maria bahkan meminta Eugenio membersihkan kamarnya karena malam ini pengantin baru akan menginap.


Alan dan Cynthia kehilangan jejak mereka. Cynthia menyarankan agar mereka meminta bantuan polisi setempat. Alan mengaku bila dia memang perayu tapi dirinya tak pernah punya pacar. Cynthia sedikit memuji Alan bahwa sebenarnya Alan cukup tampan dan tak perlu khawatir tentang rambutnya yang botak tapi Alan jelas tak mau disebut botak. Cynthia menyarankan agar Alan memotong rambutnya karena ada beberapa gadis yang menyukai pria seperti itu karena seksi. Alan agak bingung dengan saran itu tapi Cynthia langsung pergi tanpa memberi penjelasan.


Kini Anna dan Ben sudah berada di kamar Eugenio. Anna hanya mengenakan selembar handuk dan hal itu membuat Ben agak grogi. Ben mematikan lampu dan menyarankan agar mereka segera tidur. Ben menolak saat Anna menawarkan agar mereka tidur seranjang, dia memilih tidur di lantai. Ben melepas kaosnya dan mengurungkan niatnya saat hendak melepas celana panjangnya. Anna penasaran dan mengatakan bila Ben tak perlu malu karena ini malam pernikahan mereka.

Ben berusaha tenang dan mematikan lampu sambil mengatakan 'selamat malam'. Ben berbaring miring dan Anna ikutan berbaring disebelahnya. Ketika Anna mencoba merayunya, Ben langsung berdiri. Ben meminta Anna untuk tidur dan Anna mengaku sedang melakukannya. Ben ingin Anna tidur di tempat tidur. Anna bingung dengan sikap Ben padahal tadi mereka sempat berciuman. Ben berusaha menjelaskan bila apa yang dilakukannya hanya untuk melindunginya dan tak ada maksud lain.


Anna tak mau mengerti karena dia yakin Ben juga menyukainya. Anna melakukan usaha terakhirnya yaitu melepaskan handuknya dan dia bertanggungjawab dengan apa yang akan dilakukannya. Ben kesal dan menutupi Anna dengan selimut. Ben menegaskan bila mereka berdua hanya orang yang kebetulan memiliki tujuan yang sama. Anna hanya bisa cemberut dan menurut saat Ben mengatakan bila tak merasakan apapun terhadap dirinya. Akhirnya Anna tidur di kasur dan Ben tidur di lantai.


Paginya, Alan dan Cynthia sudah berkeliling mencari Anna. James sempat menelepon Alan dan Alan memastikan bila mereka akan segera menemukan Anna. Alan mengeluh bila James sudah menutup teleponnya padahal dia belum selesai bicara tapi Cynthia tak berkomentar. Alan memandangi suasana Venice dari atas jembatan, dia minta Cynthia untuk ikut melihat bersamanya tapi Cynthia tak tertarik karena Anna tak ada di sana. Cynthia ingin pergi tapi Alan menolak sebelum Cynthia meluangkan waktu dan menghargai apa yang tersaji di depan mereka.

Cynthia terpaksa kembali dan mendekati Alan. Alan menasihatinya agar sedikit menikmati apa yang ada yaitu pemandangan yang indah. Cynthia senang kini Alan tak ngambek lagi dan dia ikut menikmati keindahan pagi dari jembatan. Alan mengaku bila dia memang kerepotan mencari Anna tapi berkat Anna juga mereka bisa mendapatkan kesempatan menikmati indahnya venice di pagi hari. Cynthia tersenyum mendengarnya dan dia tak bisa berhenti tertawa saat Alan menyanyi dengan suaranya yang sumbang.

Maria mendapati Anna dan Ben yang keluar dari kamar dengan wajah masam. Maria menyambut mereka dengan ramah dan bertanya apakah semalam menyenangkan? Anna hanya diam dan Ben menjawabnya dengan ungkapan terima kasih. Anna mendekati Maria sambil berterima kasih atas semuanya. Maria menyindir bila semalam dia tak mendengar apapun padahal dinding rumahnya setipis kertas. Dengan nada kesal, Anna menjawab bila semalam Ben menolaknya. 


Maria kaget dan mendekati keduanya. Dia meminta agar Ben memuji Anna dan Ben melakukannya dengan setengah hati. Maria agak kesal dan menyuruh Ben agar mencium Anna. Dia menasihati Ben, bila ingin memiliki perkawinan yang bahagia maka Ben harus mencium Anna setiap hari. Anna kesal dan memilih keluar karena dia yakin Ben tak akan menciumnya. Ben sekali lagi pamit kepada Maria. Eugenio berbaik hati mengantar keduanya hingga ke perbatasan Austria. Anna sangat berterimakasih tapi karena tak punya uang maka Anna memutuskan memberi Eugenio stiker peninggalan Scotty.

Alan dan Cynthia akhirnya menemukan Maria dan bertanya tentang Anna dan Ben. Maria jelas mengenali keduanya karena semalam mereka menginap dirumahnya. Alan dan Cynthia hanya bisa bengong ketika Maria mengatakan bila Anna dan Ben adalah pengantin baru. Keduanya jelas bingung dan tak tahu bagaimana caranya menyampaikan kabar ini pada James. 

Phil dan Harper mengabarkan pada James dan Michelle tentang perkembangan pencarian Anna. James tak  mau ambil pusing, dia ingin pengawasan penuh saat Love Parade sehingga Anna bisa segera ditemukan. Phil dan Harper memberanikan diri menambahkan informasi yang baru diperolehnya dari Alan dan Cynthia bahwa kini Anna dan Ben telah menikah. Kabar itu membuat James dan Michelle shock.


Anna dan Ben berjalan beriringan. Ben sengaja menjaga jarak karena Anna masih ngambek akibat penolakannya semalam. Anna penasaran dan bertanya tentang alasan Ben menolaknya, dia menduga bila Ben sudah punya pacar karena dia sempat melihat Ben menelepon seseorang. Ben mengaku masih jomblo. Anna kembali menduga bila Ben tak menyukai perempuan alias homo tapi Ben langsung memotong dan mengatakan bila dirinya normal.


Anna kesal dan menduga bila Ben memang tak menyukainya. Ben mencoba menjelaskan bila saat ini masalah percintaan bukan prioritasnya. Anna kian sewot dan berjalan sambil terus mengomel. Sebuah mobil tua pengangkut sayur lewat dan Anna segera menghentikannya. Anna minta diberi tumpangan, Ben berusaha melarang tapi Anna langsung naik dengan dibantu 2 orang pria yang duduk di bak belakang. Ben berusaha mengejar dan salah satu pria itu mengulurkan tangan tapi mobil sudah keburu melaju dan Ben ketinggalan. Anna tersenyum senang sambil melambaikan tangan. 


Ben kesal, dia melempar dan menendang tasnya. Dia ingin menyerah tapi dia tak bisa melepaskan tanggungjawabnya. Ben memungut tasnya, dia mengeluh sejenak dan mulai berlari mengejar Anna. Mobil yang ditumpangi Anna akhirnya berhenti, sopir mengaku tak bisa membantu Anna lagi sehingga Anna harus meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki. Anna tak keberatan dan berterima kasih pada mereka.


Ben mencoba memperbaiki handphone-nya tak tetap tak mau menyala. Dia agak senang melihat mobil tua itu sudah kembali tapi ternyata Anna sudah tak ada. Ben mengumpat dan kembali berlari. Anna duduk sejenak untuk melepas lelah. Ben yang melihat seorang remaja naik sepeda langsung menghentikannya. Entah apa yang diberikan Ben pada remaja itu, yang jelas bocah itu tersenyum senang saat Ben pergi dengan mengayuh sepeda miliknya.

Anna melanjutkan perjalanannya dan ketika tiba di sebuah jembatan kuning, dia melihat beberapa orang di tepi jembatan dan seorang pria tampaknya ingin bunuh diri dengan melompat ke sungai tapi tak ada siapapun yang mencegahnya. Anna panik dan berlari sambil berusaha menghentikannya. Kepanikan Anna berubah menjadi decak kagum karena ternyata dirinya salah, pria itu sedang melakukan bungee jumping.

Seorang pria berkaos putih bernama Gus Gus mendekat dan mengajak Anna ngobrol. Tiba-tiba Anna seolah mendengar suara seseorang yang dikenalnya dan orang itu adalah Scotty yang bersiap akan terjun. Anna menegurnya karena telah mencuri uangnya padahal dia sangat mempercayai Scotty. Scotty hanya bisa minta maaf lalu terjun ke sungai. Anna masih kesal tapi tak bisa berkata apapun. Dua orang pria tampak sangat tertarik melihat Anna.


Ben yang mengayuh sepedanya kini telah sampai di jembatan kuning. Dia panik melihat Anna yang sedang bersiap akan terjun. Ben ingin menghentikannya tapi Anna bersikeras ingin melakukannya. Ben hanya bisa mengeluh dan akhirnya dia menemani Anna. Ben menyindir Anna yang tampak ketakutan ketika melihat ke bawah tapi masih nekat ingin terjun juga. Anna berdalih bila hal yang membuat takut biasanya adalah sesuatu yang berharga. Ben hanya diam dan meminta Anna bersiap. Anna memeluk Ben dengan erat ketika Ben menarik tubuh mereka hingga terjun ke sungai.


Anna berteriak histeris dan tertawa kegirangan saat merasakan tubuhnya meluncur ke bawah dan rambut menyentuh air, hal itu membuat para penonton yang ada di jembatan ikut senang. Mereka berayun-ayun dan Ben melepaskan ikatan mereka hingga mereka benar-benar terjatuh ke air. Speedboat siap menjemput mereka dan keduanya segera berenang mendekati speedboat itu. Ben meminta Anna menoleh ke belakang, ke atas jembatan yang sangat tinggi dan Anna hanya bisa mengagumi keberaniannya.

Malamnya, Anna dan Ben bergabung bersama rombongan Gus Gus. Anna masih kesal dengan Scotty tapi tak bisa berbuat banyak. Ben menawari Anna makanan dan Anna sengaja menggoda Ben dengan mengolesi pipinya. Ben mengeluh bila krim yang dioleskan padanya itu panas. Anna minta maaf sambil membersihkannya, mereka saling menatap mesra dan jelas terlihat kalau mereka saling menyukai. 

Gus Gus berbaik hati meminjamkan kantong tidur pada Ben dan menawari Anna untuk tidur di dalam van miliknya tapi Anna menolak. Ben sengaja menyindir Anna yang sok jual mahal tapi dia malah mengejar ketika Anna berniat menerima tawaran Gus Gus. Anna balik menyindir sikap Ben yang plin plan, dia ingin Ben sekali saja bersikap jujur tentang perasaannya. Ben menyerah dan mengakui bila dia cemburu melihat Anna bersama pria lain karena dia menyukai Anna.

Anna tak percaya tapi dia senang ketika Ben mulai menciumnya. Anna menghentikan ciuman itu ketika mendengar suara handphone berdering, dia agak kesal. Ben tak punya pilihan selain membuang handphone-nya dan kembali berciuman dengan Anna. Paginya, Ben mencari handphone-nya yang kembali berdering dan setelah menemukannya, Ben segera menerimanya. Alan menelepon dan Ben meyakinkan bila Anna aman. Alan menegaskan bila perintah sudah berubah dan dia sudah berusaha menghubungi Ben. Tugas Ben sudah selesai ketika Ben naik kereta ke Venice.

Anna terbangun dan memanggilnya, Ben menoleh dan berusaha mengakhiri pembicaraannya dengan Alan padahal Alan masih ingin menjelaskan bila Ben harus membawa Anna pulang. Ben beralasan dia sudah berjanji akan mengajak Anna ke Love Parade dan langsung menutupnya. Anna bertanya dan Ben menjelaskan bila beberapa teman di Praha mencarinya. Anna tersenyum dan mereka berciuman. Ben memutuskan membuang handphone-nya ke perapian.

Alan kesal dengan sikap Ben dan melampiaskannya dengan membuang topi yang dipakainya. Cynthia kaget melihat penampilan barunya dan mengira Alan mengubah penampilan demi dirinya. Alan jelas mengelak dan beralasan bila dia memang ingin merubah penampilannya. Cynthia masih saja terpesona dan mengaku bila kini Alan lebih seksi. Alan senang dan menciumnya dan Cynthia tak menolak. 

Anna dan Ben menikmati pagi dengan hati yang bahagia bak pengantin baru. Anna tak segan mengajak Scotty untuk ikut pergi ke Love Parade dan Scotty menyetujuinya. Phil dan Harper melapor pada James yang sedang berjalan bersama Michelle. Mereka mendapat kabar dari Alan bahwa Anna dan Ben bergerak menuju Berlin Love Parade. James memberi perintah untuk menjemput Anna di sana.

Anna bertemu dengan Gabby yang sudah menunggu di Love Parade. Mereka saling bertukar kangen dan Scotty langsung terpesona pada Gabby. Gabby bertanya tentang Scotty dan Anna menyakinkan bila Scotty baik hanya saja Gabby harus menjaga dompetnya. Gabby melihat Anna yang tampak gembira, dia menduga Anna sudah melakukannya tapi Anna meralat bila dia sudah menemukan cinta sambil menunjuk ke arah Ben yang berdiri di telepon umum. Ben melambaikan tangan ke arah mereka.

Ben menelepon Alan dan ingin minta waktu satu jam tapi Alan bersikeras bila James ingin Anna segera kembali. Ben tak perduli dan dia akan mengantar Anna dalam satu jam. Ben kaget ketika melihat Anna berdiri dan menguping dibelakangnya. Ben ingin menjelaskan tapi Anna terlanjur marah dan pergi setelah menendangnya.

Ben berusaha mengejar Anna dan dia mengakui bila dirinya adalah agen rahasia. Ben mengaku berada di luar gedung konsulat ketika Anna berlari dari tempat konser. Anna tak percaya dengan apa yang dikatakan Ben. Ben menjelaskan bila dirinya selalu terhubung dengan Alan dan Cynthia. Ben menambahkan bila James ingin Anna merasakan kebebasan yang terkontrol dan dirinya adalah benteng pengaman Anna. 

Anna tampak shock mendengarnya, dia mengira bila semua yang dikatakan dan dilakukan Ben hanyalah bohong belaka. Tapi Ben mengaku bila seiiring berjalannya waktu dirinya jatuh cinta pada Anna. Anna tak percaya dan memilih kabur dan Ben kembali mengejarnya. Anna sedih dan patah hati, dia berlari sambil menahan tangis. Sebuah helikopter yang dipandu Harper melintas di atas kerumunan Love Parade guna mempermudah pencarian Anna.

Anna berlari dan terjatuh tapi tak ada yang membantunya. Anna beristirahat di bawah pohon tapi dia tak menyadari ada 2 kelompok yang saling mengolok dan tak sengaja melempari Anna. Anna kaget dan marah tapi dia langsung panik ketika ada yang mengenalinya sebagai putri presiden. Di saat yang genting, Ben muncul dan menghalau mereka. 

Ben menggendong Anna dan membawanya menuju Alan dan Cynthia yang sudah menunggu di dekat helikopter. Ben memastikan bila kini Anna telah aman tapi Anna hanya diam dan berlari ke pelukan Cynthia. Mereka naik helikopter dan Ben di larang mendekat. Ben hanya bisa melihat helikopter yang membawa Anna mulai terbang dan menghilang dari pandangan.

Anna pulang ke Amerika bersama orangtuanya dengan pesawat kepresidenan dan Ben pulang naik kereta. Kini mereka menjalani kehidupan masing-masing. Anna bersiap untuk masuk perguruan tinggi dan tinggal di asrama. Michelle tak tega melihat putrinya yang kini menjadi pendiam, Anna memastikan bila hatinya sedikit terluka tapi dia akan baik-baik saja.

Alan dan Cynthia yang kini kian mesra ikut menemani Anna saat mendaftar di kampus. Anna bahkan harus memperingatkan keduanya yang ngobrol sambil tertawa di perpustakaan. Anna menebak bila keduanya saling jatuh cinta dan Cynthia tak mengelak. Anna menyindir dirinya sendiri yang sekolah di kampus yang hebat tapi tak ada pelajaran tentang cinta. Alan menyarankan bila Anna bisa mempelajarinya di asrama. Anna hanya bisa tertawa melihat keduanya yang tampak akur walaupun sedang berdebat. Anna hanya bisa iri melihat mereka dan dia kembali teringat tentang Ben saat matanya tak sengaja melihat stiker milik Scotty ada di papan pengumuman kampus. 

Liburan Natal telah tiba dan Anna pulang. Anna menyambut hangat setiap pengawal yang menyapanya. Dia bahkan sempat bercanda dengan Phil dan Harper. Anna mampir ke kantor ayahnya untuk menyapa. Anna memastikan bila dirinya baik-baik saja dan dia sedikit kesal ketika ayahnya meminta agar dirinya meluangkan waktu untuk bersenang-senang. Ayahnya merasa tidak enak melihat putrinya yang seolah masih marah padanya.



Anna mengaku bila dirinya bisa mengerti mengapa ayahnya bersikap seperti itu padanya karena tak ingin dirinya terluka. Anna membenarkan tindakan ayahnya, dirinya memang membutuhkan perlindungan karena orang di luar sana tak bisa dipercaya (seolah menyindir Ben). Anna mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan dirinya sangat suka di rumah saat Natal. Ayah mengerti dan membahas topik lain, dia bertanya apakah Anna sudah memikirkan tentang program pertukaran pelajar di Oxford tapi Anna tak berminat.




Anna pamit dan berjanji akan ketemu saat makan malam. Langkah Anna terhenti dan dia langsung berbalik ketika ayah bertanya apakah dirinya masih ingat dengan Ben. Anna tak ingin membahasnya tapi ayah mengatakan bila kini Ben bukan lagi agen karena memilih berhenti dan kini tinggal di London. Ayah menduga bila kini Ben telah menemukan sesuatu yang menarik bagi hidupnya. Anna terlihat bersikap biasa saja dan pergi meninggalkan ayahnya. Ayah hanya tersenyum samar melihat tingkah Anna. Anna berjalan keluar sambil memikirkan sesuatu.


Di sebuah gedung opera, terlihat beberapa orang sedang sibuk dengan tugas masing-masing dan di panggung ada seorang pria yang berlatih menyanyi. Anna masuk dan membuat semua orang yang ada di sana kaget sekaligus tersanjung karena Anna meluangkan waktu untuk datang. Kabar kedatangan Anna sampai ke telinga Ben yang sedang bekerja dengan kameranya. Ben menoleh dan Anna berjalan mendekatinya. Anna mengaku sebagai fans Puccini dan dia telah belajar selama satu semester di Oxford. Ben hanya tersenyum mendengarnya.

Anna mengatakan bila dia datang untuk mencari Ben. Anna menambahkan bahwa dia telah melakukan gerakan besar. Ben tak bisa menyembunyikan rasa senangnya tapi dia berusaha menahan diri. Ben bertanya bagaimana Anna bisa mengetahui keberadaannya? Anna tersenyum sambil mengatakan bila dia punya koneksi. Ben mendekati Anna dan mereka kompak menoleh saat Alan muncul bersama seorang pria dari balik tirai merah. Ben bertanya apakah Alan akan menembaknya bila mencium Anna? Anna menggeleng tapi dia sendiri yang akan melakukannya bila Ben tak menciumnya. 

Mereka akhirnya berciuman mesra dan saling memeluk untuk melepaskan rindu. Alan ikut tersenyum tapi pria yang berdiri di sampingnya tetap diam tak bereaksi hal itu membuat Alan salah tingkah. Anna meminta Ben untuk membawanya keluar dari gedung ini dan Ben menyetujuinya. Mereka meninggalkan gedung dengan naik motor sementara dibelakang mereka, Alan mengikutinya dengan mobil.

Adegan paling memalukan bagi wanita :

Ditolak, itulah saat yang paling memalukan bagi seorang wanita. Hal itu pula yang sempat dialami oleh Anna. Anna merasa bila Ben menyukai dan dia mengira tak ada yang salah ketika ingin menyerahkan diri seutuhnya pada Ben tapi nyatanya? Ben menolaknya dengan tegas!

Memang sih, Ben menyukai Anna dan saat itu adalah hal yang terberat baginya untuk menolak Anna. Bagi Ben cinta harus dikalahkan oleh logika. Posisi Ben saat itu bukanlah sebagai teman tapi sebagai bodyguard yang menyamar sebagai teman dan harus melindungi Anna bukan malah memanfaatkannya.

Tentu saja Anna tak tahu status Ben yang sebenarnya dan sebagai wanita biasa, Anna hanya bisa ngambek dan menuduh Ben macam-macam. Yah, Ben hanyalah manusia biasa dan akhirnya dia lebih memilih menerima cinta Anna karena memang sejak awal Ben menyukainya tapi berusaha menahan diri dan bersikap profesional.

Hal yang paling menyakitkan bagi wanita :

Dibohongi. Siapapun pasti tak ada yang mau dibohongi apalagi oleh orang yang dicintai. Anna kesal dan marah saat mengetahui bila ternyata Ben adalah agen yang bekerja untuk ayahnya. Anna merasa dikhianati dan dibohongi oleh orang yang dipercaya. Jelas sakit rasanya tapi Ben juga punya alasan tersendiri. Ben tak mungkin membongkar identitasnya karena James menginginkan putrinya merasa bebas tapi terkontrol. Toh bila Ben mengaku sejak awal pastilah Anna akan kabur.

Sebenarnya Ben juga tak salah 100% karena saat nonton layar tancap, Anna pernah mengatakan bila berbohong demi kebaikan itu tak ada salahnya. Tapi itu hanya teori, boleh berlaku untuk orang lain tapi tidak untuk dirinya sendiri. Buktinya Anna marah ketika dirinya dibohongi. Apapun alasannya, dibohongi itu memang menyakitkan tapi mengetahui hal yang sebenarnya tapi menyakitkan juga pasti tidak enak. Jadi, apapun yang dipilih jelas tak ada yang enak.

Adegan yang bikin baper :

Ketika Anna tak sengaja menabrak Ben saat hendak nonton konser. Entah hal itu memang disengaja atau tidak tapi menurutku sangat romantis dan bikin baper. Siapa sangka bila sebelumnya tak sengaja menabrak dan saling bertukar senyum seolah ingin minta maaf akhirnya malah bisa saling menyukai.

Mungkin pertemuan dan tabrakan itu memang disengaja tapi siapa yang bisa mengontrol datangnya rasa suka? Hmmm.... kurasa tak ada yang bisa melakukannya. Jadi sedikit saran, bila tak sengaja bertabrakan dengan sesorang jangan keburu marah atau mengomel bisa jadi dia adalah jodoh yang dikirim oleh Tuhan. Bersikap sedikit ramah dan tersenyum tak ada salahnya walaupun bukan kita yang menabrak. Tapi tetap harus waspada juga sih, siapa tahu orang itu adalah copet yang sengaja menabrak karena ingin mengambil dompet atau ponsel. Kalau itu yang terjadi sih, ya harus berani melotot dan kalau perlu berteriak lalu pukul sekerasnya dengan tas atau apa saja yang ada. Hehehe....

Adegan yang paling romantis :

Sosok pahlawan memang selalu tampil menawan dan mencuri perhatian, sama seperti Ben. Mungkin awalnya Ben hanya melaksanakan tugas dengan setengah hati tapi dengan berjalannya waktu, dia mulai menyukai Anna. Sayangnya, hubungan yang diawali dengan kebohongan itu tidak bertahan lama. Anna jelas kesal karena dibohongi dan dia menjadi rentan. Di saat yang genting Ben datang dan membantu Anna. Anna jelas tak bisa menolak karena dia sebenarnya juga menyukai Ben.

Untungnya kisah cinta mereka berakhir manis. Bila semula Ben yang mengalah dan menuruti kemauan Anna maka kini giliran Anna yang belajar berkompromi. Dia tak keberatan menuruti saran ayahnya untuk mengikuti program pertukaran pelajar di Oxford agar bisa lebih dekat dengan Ben. Mereka bertemu dan berdamai dengan masa lalu. Kini dengan seizin ayahnya, Anna dan Ben kembali bersama. Mereka bahkan mngulang masa lalu yaitu dengan naik motor dengan pengawalan Alan.

Adegan yang bikin kesal sekaligus gemas :

Aku lebih suka dengan pasangan Alan dan Cynthia. Sebenarnya sejak awal mereka saling menyukai tapi Cynthia yang bertipe serius dan pekerja keras tentu agak kesal dengan sikap Alan yang cuek, santai dan suka merayunya. Ketika Cynthia dengan jelas menolak bujuk rayuannya dengan cara menegur, Alan malah ngambek. Lihat saja saat di kereta, Cynthia berbaik hati menawarinya roti tapi Alan menolak dengan wajah cemberut. Gaya merajuk seperti anak kecil.

Alan jelas menyukai Cynthia karena selalu merayu bila ada kesempatan tapi saat Cynthia memberi isyarat, dia malah telmi. Contohnya, Cynthia sengaja menyarankan bila Alan harus merapikan dan memotong rambutnya tapi Alan malah kesal karena Cynthia mengejeknya botak. Cynthia jelas memuji Alan akan terlihat seksi bila berambut pendek tapi Alan malah salah paham.

Alan ingin menikmati pemandangan pagi di Venice tapi Cynthia menolak dengan alasan tak ada Anna sehingga tak perlu berhenti hanya untuk melihat indahnya pagi. Alan sengaja tak mau beranjak sebelum Cynthia mau meluangkan waktu untuk melihat pemandangan yang ada didepan mereka. Cynthia mengalah dan menghampiri Alan. Cynthia akhirnya mengamini Alan yang mengatakan bila tak ada tugas mencari Anna tentu mereka tak akan mendapat kesempatan pergi ke Venice dan melihat indahnya pagi di atas jembatan itu.

Cynthia dibuat terpesona ketika akhirnya Alan menuruti sarannya untuk merapikan rambutnya. Jelas terlihat binar cinta di sorot mata Cynthia, dia bahkan tak ragu mencium Alan duluan. Alan yang mulai paham isyarat Cynthia jelas senang dengan perubahan sikap Cynthia. Akhirnya mereka menjalani tugas dengan lebih ringan karena ada cinta yang memberi mereka semangat.

Pria memang sudah dari sononya tak terlalu peka dengan isyarat cinta yang ditunjukkan oleh orang yang dicintainya, maunya harus dikatakan dengan jelas padahal wanita tak bisa mengatakan sesuatu secara langsung entah karena malu atau takut ditolak. Wanita hanya berharap pria yang disukai akan paham dengan isyarat yang dia berikan masalahnya pria butuh waktu untuk bisa memahaminya, contohnya ya kisah Alan dan Cynthia.

Promosi wisata :

Gondola, siapa yang tak tahu? Ada yang bilang, belum ke Venice bila belum pernah naik Gondola. Kalau di Indonesia ya rasanya seperti naik perahu atau sampan atau perahu tarik bedanya di Venice, Gondola berjalan menyusuri kota bukan sungai atau laut jadi kesannya lebih romantis. Apalagi penarik Gondola biasanya akan menyanyikan lagu-lagu di sepanjang perjalanan.

Pengalaman menyenangkan itulah yang dirasakan Anna saat naik Gondola bersama Ben. Sepanjang perjalanan yang temaram, melihat gedung dan orang yang berlalu lalang sambil mendengarkan suara indah si penarik Gondola. Benar-benar suasana romantis yang sebenarnya. Cuman, kasihan si penarik Gondolanya hanya bisa menjadi obat nyamuk. Hehehe...bila penumpangnya terbawa suasana romantis dan bermesraan maka si penarik Gondola cuman bisa menahan nafas dan membuang muka atau mungkin malah tersenyum senang karena berhasil membuat penumpangnya terbawa suasana.

Love Parade, acara berupa festival musik itu memang ada dan diselenggarakan di Jerman. Pertama kali diselenggarakan tahun 1989 di Berlin dan akhirnya digelar setiap tahun hingga tahun 2003 dan 2006. Tahun 2007 hingga 2010 acara itu digelar di Ruhr. Acara tahun 2004 dan 2005 yang dijadwalkan digelar di Berlin dan tahun 2009 di Bochum akhirnya dibatalkan.

Pada 24 Juli 2010 kembali digelar Love Parade tapi terjadi kerusuhan yang menyebabkan tewasnya 21 orang dan sedikitnya 500 orang terluka. Sebagai konsekuensi, acara tahunan itu akhirnya tidak boleh lagi diselenggarakan demi menghindari hal yang tak diinginkan. Sebenarnya festival itu cukup menghibur tapi tak ada yang bisa mengontrol setiap pengunjung yang datang karena jumlahnya ribuan. Kejadian yang tak diinginkan bisa saja terjadi tanpa diprediksi, misalnya perkelahian antar pengunjung. (Sumber : Wikipedia)

Hikmah yang bisa diambil dari film ini :

Kebebasan itu mahal harganya dan tak setiap orang bisa dengan mudah mendapatkannya karena terbentur oleh aturan dan kebiasaan. Si miskin iri dengan si kaya, si buruk rupa iri dengan si rupawan, dll. Padahal tak ada yang sempurna di dunia ini karena semuanya fana dan bila ingin memaksakan diri maka yang didapat hanyalah kekecewaan.

Itulah yang dialami Anna, dia merasa sejak kecil hidupnya selalu dikekang dan tak bebas. Dia ingin merasakan indahnya dunia luar dengan memaksa kabur dari pantauan ayahnya. Awalnya Anna merasa bahagia tapi itu hanya sekejap, dia malah sakit hati dan sedih ketika tahu bahwa Ben hanyalah agen rahasia yang bertugas mengawasinya, Scotty teman barunya yang baik dan perhatian tapi ternyata pencopet.

Dan yang lebih menyakitkan ternyata Ben tak jujur sejak awal padanya tapi bukankah Anna pernah mengatakan bila berbohong demi kebaikan itu tak mengapa. Tapi dia sangat shock saat mengetahui bila Ben hanyalah orang suruhan ayahnya. Kukira Ben memang menyukai Anna tapi dia sengaja menahan diri karena tahu siapa Anna yang sebenarnya jadi ada rasa sungkan. Berbeda dengan Scotty yang tak tahu status Anna makanya dia berani mengambil uangnya.

Lagi pula, tidak semua orang senang dan menghormati Anna ketika tak sengaja melihatnya. Contohnya, Anna malah merasa tak nyaman ketika dia sedang makan bersama Ben dan ternyata dompetnya telah diambil Scotty sehingga dia tak bisa membayar. Dia cemas melihat orang-orang yang menatapnya dengan sorot ingin tahu dan penasaran.

Mungkin hal yang membuat Anna trauma adalah ketika dia berusaha kabur dari kejaran Ben dan malah bertemu sekumpulan orang yang ingin melecehkannya padahal mereka tahu bila Anna adalah putri presiden. Untung saja Ben datang tepat waktu dan membantunya.

Komentarku :

Film ini memang agak lama tapi aku tetap suka karena ceritanya menarik, tentang gadis yang merasa kesepian (walaupun tak pernah benar-benar sendirian) yang berusaha mencari kebebasan dan cinta sejati. Banyak hal positif yang bisa diambil hikmah dari film ini dan nilai lebih dari film ini adalah lokasinya yang indah (Praha, Venice, Berlin, London).

Tak ada keluhan setelah nonton film ini tapi jujur, aku lebih suka kisah cinta Alan dan Cynthia karena keduanya memiliki karakter yang berbeda. Alan adalah sosok yang humoris, santai dan suka merayu. Berbeda dengan Cynthia yang tegas, serius dan disiplin. Alan yang suka merayu ternyata tak paham dengan isyarat yang diberikan Cynthia dan ketika mereka akhirnya membuka diri tentang apa yang dirasakannya maka tingkah mereka justru seperti ABG. Hal itulah yang membuat Anna iri dengan mereka.

Cinta beda status seperti Anna dan Ben memang membutuhkan keberanian untuk menjalaninya. Anna bisa membuktikan bila dia memang mencintai Ben dengan bersedia mengikuti Ben ke London, caranya bergabung dengan program pertukaran pelajar. Ben tentu saja senang dengan langkah yang diambil Anna. Uniknya, Alan tetap menjadi pengawal setia bagi mereka.











































 















Review Film Menarik Lainnya

0 comments:

Post a Comment